Rocky Gerung Nilai Kehadiran Kaesang Pangarep di PSI Jadi Musibah

Selasa, 26 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rocky Gerung Nilai Kehadiran Kaesang Pangarep di PSI Jadi Musibah

Rocky Gerung Nilai Kehadiran Kaesang Pangarep di PSI Jadi Musibah

Zonafaktualnews.com – Rocky Gerung menilai kehadiran Kaesang Pangarep menjadi Ketum PSI akan menjadi musibah jangka panjang.

Penilaian itu kata Rocky Gerung karena melihat sosok ayah Kaesang, Presiden Jokowi.

Menurutnya, sosok Jokowi tidak memahami arti demokrasi dalam politik Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Iya, dalam jangka panjang pasti musibah,” ungkap Rocky Gerung dikutip melalui kanal Youtube Rocky Gerung Official, Selasa (26/9/2023).

“Karena Pak Jokowi kan liability juga dalam politik Indonesia karena tidak mengerti demokrasi,” imbuhnya.

Rocky lantas menilai kalau seharusnya kondisi itu bisa dipahami oleh PSI.

BACA JUGA :  Mahasiswa Bergerak, Makzulkan Jokowi, Tolak Pemilu Curang

Sebab, situasi itu dianggapnya berbahaya karena partai akan dipahami sebagai agen Jokowi atau agen oligarki.

“Itu yang seharusnya dimengerti oleh PSI, tetapi dalam perkembangan saya tidak melihat diskursus itu,” ujarnya

“Ini yang berbahaya karena partai itu menjadi ekslusif dan hanya dimengerti, ini hanya agen Jokowi, ini hanya agen oligarki,” lanjutnya.

Selain itu, dia mengatakan bertemu dengan banyak milenial yang melihat bahwa PSI justru buta huruf terhadap isu milenial.

BACA JUGA :  Roy Suryo Ngaku Diteror Santet Gembuk Solo Gegara Bongkar Ijazah Jokowi

Isu tentang kesehatan reproduksi, gender equality, apalagi isu tentang kepemimpinan intelektual, jarang dibicarakan oleh para pemimpin PSI.

“Di Indonesia itu saya bertemu dengan banyak milenial, (mereka bilang) PSI itu buta huruf terhadap isu milenial justru,” ujarnya.

“Isu-isu tentang kesehatan reproduksi itu jarang betul dibicarakan itu, isu tentang gender equality, apalagi isu tentang kepemimpinan intelektual, kan disitu tak terlihat itu,” imbuhnya.

Bahkan, kata dia, kadar intelektual para pemimpin PSI tidak sebanding dengan apa yang mereka inginkan.

“Bahkan para pemimpin PSI itu kadar intelektualnya tidak sebanding dengan apa yang mereka inginkan,” kata Rocky.

BACA JUGA :  Megawati Sebut Jokowi Tanpa PDIP Tak Bisa Jadi Presiden

Bergabungnya Kaesang ke PSI disebut Rocky, menjadi catatan kaki bagi politik Indonesia ketika satu partai berupaya sosialistis dan berupaya menampilkan figur intelektual.

“Jadi catatan kaki bagi politik Indonesia, ada satu partai berupaya jadi sosialistis dan berupaya untuk menampilkan figur keintelektualan, tetapi dipimpin oleh seseorang yang sebetulnya hanya jadi penggalan dari sejarah politik Pak Jokowi yaitu anaknya sendiri kan,” pungkasnya.

 

 

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Isu Pemakzulan Prabowo Subianto Disebut Dirancang, Pengamat Soroti Gibran
JK Dilaporkan 19 Organisasi Buntut Ceramah Syahid, Netizen: “Lebay Banget”
Isu “Gerakan Besar Juni” Bergulir, Tamsil Singgung Peluang Gibran Jadi Presiden
Pengamat Sentil Gibran, Tugas Papua Dinilai Lebih Penting dari Ngantor di IKN
Refleksi Setahun Sayuti–Husaini Memimpin Lhokseumawe, Rutinitas atau Transformasi?
Mantan Relawan: Jokowi Bukan Ahli Catur Politik, Tapi Manipulator Tak Tertandingi
Bayar Rp16,7 Triliun, Prabowo Masuk Barisan “Anak Buah” Perdamaian Versi Trump
Kasus Ijazah Palsu Gugur, Status Tersangka Eggi-Damai di-SP3 Kilat Usai Bertemu Jokowi

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 01:30 WITA

Isu Pemakzulan Prabowo Subianto Disebut Dirancang, Pengamat Soroti Gibran

Rabu, 15 April 2026 - 01:10 WITA

JK Dilaporkan 19 Organisasi Buntut Ceramah Syahid, Netizen: “Lebay Banget”

Minggu, 12 April 2026 - 03:13 WITA

Isu “Gerakan Besar Juni” Bergulir, Tamsil Singgung Peluang Gibran Jadi Presiden

Rabu, 1 April 2026 - 16:37 WITA

Pengamat Sentil Gibran, Tugas Papua Dinilai Lebih Penting dari Ngantor di IKN

Rabu, 18 Februari 2026 - 15:32 WITA

Refleksi Setahun Sayuti–Husaini Memimpin Lhokseumawe, Rutinitas atau Transformasi?

Berita Terbaru