Rencana Bom Nuklir Gaza Bocor, Netanyahu Copot Menterinya

Senin, 6 November 2023 - 16:49 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Rencana Bom Nuklir Gaza Bocor, Netanyahu Copot Menterinya

Rencana Bom Nuklir Gaza Bocor, Netanyahu Copot Menterinya

Zonafaktualnews.com – Rencana mengebom nuklir Gaza bocor, hal ini membuat Perdana Menteri Benyamin Netanyahu geram.

Benyamin Netanyahu akhirnya mencopot Menteri Kebudayaan Israel, Amichai Eliyahu.

Sebelum dicopot, Amichai Eliyahu, mengatakan terbuka opsi untuk serangan nuklir ke Gaza.

Informasi tersebut disampaikan pada Minggu (5/11/2023) dan dimuat pada media Israel Haaretz.

Menteri tersebut membuat komentar dalam sebuah wawancara radio di mana ia menegaskan “tidak ada non-kombatan di Gaza.”

Dia menambahkan bahwa memberikan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza akan menjadi “sebuah kegagalan”.

Eliyahu kemudian ditanya apakah, karena tidak ada non-kombatan dalam pandangannya, serangan nuklir ke Jalur Gaza adalah sebuah pilihan. “Itu salah satu cara,” jawabnya.

Ketika ditanya tentang nasib warga Palestina, dia berkata: “Mereka bisa pergi ke Irlandia atau padang pasir, monster-monster di Gaza harus mencari solusi sendiri,” ujarnya.

Bahkan dia juga mengatakan warga Palestina di Jalur Gaza tidak memiliki hak untuk hidup.

Dia menambahkan siapa pun yang mengibarkan bendera Palestina atau Hamas “tidak boleh terus hidup di muka bumi”.

Pernyataan tersebut dikritik habis-habisan di dunia maya, dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pernyataan tersebut sangat tidak mencerminkan kemanusiaan.

Pemimpin oposisi Yair Lapid juga mengecam menteri tersebut atas komentarnya, dengan menyatakan bahwa itu adalah “komentar yang mengerikan dan gila dari seorang menteri yang tidak bertanggung jawab”.

BACA JUGA :  Armenia Resmi Mengakui Keberadaan Negara Palestina

“Dia menyinggung perasaan keluarga para tawanan, menyinggung perasaan masyarakat Israel dan merusak reputasi internasional kita,” tambahnya dilansir Middle East Eye.

Setelah membuat komentar tersebut, sang menteri menggunakan platform media sosial X, yang sebelumnya bernama Twitter, untuk mengatakan bahwa semua komentarnya tersebut adalah “metafora”

Parahnya lagi, ia juga tidak meminta maaf atas pernyataan kejamnya tersebut.

“Bagaimanapun, respons yang kuat dan tidak proporsional terhadap terorisme jelas diperlukan, yang akan menjelaskan kepada Nazi dan para pendukungnya bahwa terorisme tidak ada gunanya,” katanya

Tak berlangsung lama, Menteri tersebut kemudian diskors dari rapat-rapat pemerintahan Netanyahu tanpa batas waktu, demikian laporan media Israel, mengutip pernyataan dari kantor perdana menteri.

Namun, para menteri pemerintah Israel dilaporkan mengatakan bahwa penangguhan Netanyahu terhadap Eliyahu “tidak ada artinya”, demikian laporan media Israel.”

Ini adalah sebuah lelucon, hampir tidak ada rapat kabinet, dan sebagian besar pekerjaan dilakukan melalui pemungutan suara melalui telepon,” kata seorang menteri yang tidak disebutkan namanya seperti dikutip oleh situs berita Ynet.

Rapat kabinet yang dijadwalkan pada hari Minggu telah dibatalkan, tanpa ada jadwal pengganti.

Ini bukan pertama kalinya para pemimpin dan menteri Israel melontarkan retorika yang merendahkan martabat manusia Palestina di depan umum.

BACA JUGA :  Tak Hanya Wilayah, Israel Klaim Air Hujan Miliknya, Warga Palestina Dilarang Ambil

Termasuk menggunakan bahasa hukuman kolektif ketika menjelaskan tanggapan militer mereka terhadap serangan Hamas yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap kota-kota selatan Israel pada 7 Oktober lalu.

Warga Palestina digambarkan sebagai “manusia binatang” dan “binatang buas”, sebagaimana dikatakan seorang mantan jenderal Israel mengatakan bahwa militernya “harus menciptakan bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Gaza”.

Hingga sebulan genosida di Gaza, sedikitnya 9.488 orang warga Gaza telah syahid, termasuk 3.900 anak-anak dan 2.500 perempuan.

Militer Israel telah menghancurkan seluruh lingkungan, dan terus menerus menargetkan rumah sakit, toko roti, infrastruktur sipil, masjid, dan sekolah-sekolah yang menampung ribuan pengungsi.

Mereka juga melakukan pengepungan total terhadap daerah kantong yang sudah diblokade.

Netanyahu dan para politisi lainnya telah berbicara dalam istilah-istilah apokaliptik tentang pembalasan dendam.

“Kami akan menghancurkan mereka dan kami akan membalas dendam atas hari kelam yang mereka paksakan kepada negara Israel dan warganya,” kata Netanyahu pada tanggal 8 Oktober lalu.

Sementara itu, komentar-komentar yang tak beradab oleh menteri Israel tersebut telah menuai kecaman luas. Arab Saudi mengutuk pernyataan Eliyahu “dengan sangat keras”, dengan mengatakan bahwa pernyataan semacam itu menunjukkan penyebaran “ekstremisme dan kebrutalan” di antara anggota pemerintah Israel.

BACA JUGA :  Amerika Serikat Puji Perlakuan Baik Hamas

Kementerian Luar Negeri Palestina juga mengutuk komentar tersebut, dengan mengatakan bahwa “komentar ini adalah terjemahan dari perang genosida yang telah dilancarkan Israel terhadap Jalur Gaza selama 30 hari.”

Menurut Euro-Med Monitor, Israel telah menjatuhkan lebih dari 25.000 ton bahan peledak di Jalur Gaza sejak dimulainya perang berskala besar pada tanggal 7 Oktober lalu, setara dengan dua bom nuklir.

Menurut organisasi hak asasi manusia yang berbasis di Jenewa itu, tentara Israel telah mengakui telah mengebom lebih dari 12.000 target di Jalur Gaza, dengan catatan jumlah bom yang melebihi 10 kilogram bahan peledak per individu.

Euro-Med Monitor menyoroti bahwa berat bom nuklir yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat di Hiroshima dan Nagasaki di Jepang pada akhir Perang Dunia II pada bulan Agustus 1945 diperkirakan mencapai sekitar 15.000 ton bahan peledak.

“Karena perkembangan teknologi yang mempengaruhi potensi bom, bahan peledak yang dijatuhkan di Gaza mungkin dua kali lebih kuat dari bom nuklir,” kata pemantau tersebut.

 

 

Editor : Id Amor

Berita Terkait

384 Wisatawan Hilang Disapu Banjir Bandang Dahsyat di Nepal dan China
Sultan Brunei Lucuti Gelar Kebangsawanan Istri Pangeran Abdul Malik
Patung “Wanita Biru” di Gurun Madinah Bikin Heboh, Karya Yahudi Dikritik
Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel London Usai Konsumsi Alkohol dan Narkoba
Iran Gempur Gudang Amunisi dan Menara Pengawas Armada Kelima AS
Balas Gempuran AS, Iran Serang Markas Jet Tempur F-18 di Pangkalan Yordania
Israel Tolak Melunak, Dua Pejabat Tinggi Iran Jadi Target Pembunuhan Utama
Eropa Terpanggang Panas 40 Derajat, Ilmuwan Bunyikan Alarm Iklim di 8 Negara

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 00:53 WITA

384 Wisatawan Hilang Disapu Banjir Bandang Dahsyat di Nepal dan China

Selasa, 11 Agustus 2026 - 01:44 WITA

Sultan Brunei Lucuti Gelar Kebangsawanan Istri Pangeran Abdul Malik

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:00 WITA

Patung “Wanita Biru” di Gurun Madinah Bikin Heboh, Karya Yahudi Dikritik

Rabu, 29 Juli 2026 - 01:18 WITA

Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel London Usai Konsumsi Alkohol dan Narkoba

Minggu, 26 Juli 2026 - 00:56 WITA

Iran Gempur Gudang Amunisi dan Menara Pengawas Armada Kelima AS

Berita Terbaru