384 Wisatawan Hilang Disapu Banjir Bandang Dahsyat di Nepal dan China

Kamis, 27 Agustus 2026 - 00:53 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Foto udara pascabencana banjir bandang dan longsor di dekat perbatasan Nepal-China. Aliran sungai yang meluap meninggalkan jejak kehancuran total berupa lapisan lumpur tebal yang menghancurkan bangunan dan fasilitas umum di sepanjang lembah. (Foto : Ist)

Foto udara pascabencana banjir bandang dan longsor di dekat perbatasan Nepal-China. Aliran sungai yang meluap meninggalkan jejak kehancuran total berupa lapisan lumpur tebal yang menghancurkan bangunan dan fasilitas umum di sepanjang lembah. (Foto : Ist)

Ringkasan

Banjir bandang dan longsor menerjang kawasan perbatasan Nepal dan China di sekitar wilayah Rasuwagadhi. Bencana ini menyebabkan sedikitnya delapan orang tewas dan ratusan wisatawan asing dilaporkan hilang. Kerusakan meluas menghancurkan infrastruktur publik, permukiman warga, serta memutus akses darat dan jaringan komunikasi.

Bencana yang diduga dipicu jebolnya danau glasial ini memicu operasi pencarian besar-besaran oleh tim penyelamat gabungan dari kedua negara. Pemerintah setempat telah menetapkan status siaga darurat di wilayah terdampak serta menyiagakan penuh fasilitas kesehatan di Kathmandu.

Zonafaktualnews.com – Kawasan perbatasan Nepal dan China lumpuh total usai disapu banjir bandang dan longsor dahsyat pada Rabu (26/8/2026).

Dewan Pariwisata Nepal mengatakan sedikitnya 384 pelancong dan pendaki asing kini hilang tanpa jejak, sementara delapan korban jiwa telah ditemukan.

BACA JUGA :  Indonesia Terancam Ekspansi E-Commerce China, Ini Taktiknya

Hingga kini, otoritas terkait masih berjibaku melacak keberadaan para korban.

“Kami sedang berupaya memverifikasi keberadaan dan kondisi keselamatan para wisatawan dan pelancong yang berada atau sedang melakukan perjalanan melalui wilayah terdampak itu,” tulis pernyataan resmi badan tersebut.

Tragedi maut ini bermula sekitar pukul 08.30 waktu setempat atau pukul 09.45 WIB. Arus air bah yang datang secara mendadak meratakan sejumlah kantor polisi, pos bea cukai, dan puluhan rumah warga.

Operasi pencarian besar-besaran langsung diaktifkan di dua negara. Data awal menunjukkan para korban hilang berasal dari lintas negara, mulai dari India, Inggris, Afrika Selatan, Australia, Belanda, hingga warga lokal Nepal, sementara puluhan identitas lainnya masih gelap.

Laporan kantor berita Xinhua menyebutkan titik longsor paling parah menerjang kawasan Pelabuhan Gyirong di Daerah Otonomi Xizang, China barat daya.

BACA JUGA :  Kakek di Luwu Nikahi Gadis SMA, Lansia Tajir di China Wafat, Istri Muda Warisi Rp731 M

Material longsor memutus total akses darat dari sisi China, melumpuhkan total jaringan komunikasi, dan memadamkan pasokan listrik di wilayah tersebut.

Ancaman susulan memaksa pemerintah setempat merilis status siaga darurat ke wilayah hilir hingga kawasan Chitwan yang berbatasan langsung dengan India.

Tim penyelamat gabungan dikerahkan menggunakan helikopter, dibantu oleh aparat keamanan serta warga sekitar.

BACA JUGA :  Gempa 7,8 Magnitudo Guncang Filipina, Gunung di Danau Holon Runtuh

Juru bicara Pasukan Kepolisian Bersenjata Nepal, Shailendra Thapa, menduga bencana hebat ini dipicu oleh jebolnya danau glasial di hulu Sungai Bhotekoshi.

Sebagai langkah antisipasi darurat, rumah sakit pemerintah dan fasilitas kesehatan militer di Katmandu disiagakan penuh.

Di tingkat pusat, kabinet darurat menggelar rapat kilat, sementara Menteri Dalam Negeri Sudhan Gurung bersiap menyampaikan laporan investigasi ke parlemen.

Wilayah Rasuwagadhi yang menjadi lokasi musibah dikenal sebagai jalur vital para pelancong menuju Langtang, destinasi pendakian favorit di Nepal.

Rute ini juga menjadi koridor utama wisatawan yang hendak menuju Gunung Kailash dan Danau Mansarovar di wilayah China.

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Rumor Aksi September Hitam Diprediksi Akan Ricuh Tanggal 24 Mendatang
Truk Dilarang Isi BBM Siang Hari di Makassar, Satgas BBM Diminta Sikat Bila Langgar
Kebijakan Pengisian BBM di Makassar Berlaku, Plat Nomor Ganjil Genap Diatur
Irigasi Bungadidi di Lutra Jebol Lagi, Proyek Rp16,2 Miliar Menguap Sia-sia
Sulsel Dilanda Kelangkaan Solar, GRH Sebut Ini Kejahatan Ekonomi Terorganisir
Antrean BBM Tak Surut di Makassar, Warga Bertahan hingga Waktu Subuh
BBM Langka, Disdik Makassar Alihkan Pembelajaran TK, SD-SMP Jadi Daring
Berawal dari Senggol Nama Ortu, 2 Pengantre BBM di Bone Saling Sabet Badik

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 01:58 WITA

Rumor Aksi September Hitam Diprediksi Akan Ricuh Tanggal 24 Mendatang

Minggu, 13 September 2026 - 22:03 WITA

Truk Dilarang Isi BBM Siang Hari di Makassar, Satgas BBM Diminta Sikat Bila Langgar

Minggu, 13 September 2026 - 17:39 WITA

Kebijakan Pengisian BBM di Makassar Berlaku, Plat Nomor Ganjil Genap Diatur

Minggu, 13 September 2026 - 16:26 WITA

Irigasi Bungadidi di Lutra Jebol Lagi, Proyek Rp16,2 Miliar Menguap Sia-sia

Sabtu, 12 September 2026 - 07:57 WITA

Sulsel Dilanda Kelangkaan Solar, GRH Sebut Ini Kejahatan Ekonomi Terorganisir

Berita Terbaru