Ringkasan
Ratusan siswa dan guru di Kabupaten Tana Toraja mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis dari dapur SPPG Makale Batupapan. Sebanyak 173 korban harus menjalani perawatan medis di sejumlah rumah sakit dan puskesmas setempat.
DPRD Tana Toraja menggelar rapat dengar pendapat yang mendesak penghentian sementara operasional dapur hingga hasil uji laboratorium keluar. Penyelenggara juga diwajibkan menanggung biaya pengobatan korban, sementara kepolisian dan dinas kesehatan melakukan investigasi.
Zonafaktualnews.com – Polemik Keracunan MBG di Kabupaten Tana Toraja (Tator), Sulawesi Selatan, memantik reaksi keras setelah pihak pengelola enggan menanggung beban kesalahan tunggal.
Ratusan pelajar bersama tenaga pendidik dilaporkan bertumbangan akibat gangguan pencernaan.
Peristiwa ini mulai bergulir sejak Kamis (3/9/2026). Korban berjatuhan dari SMPN 1 Makale dan SMPN 2 Makale.
Hingga Jumat (4/9/2026) malam, akumulasi korban melonjak. Satgas mencatat ada 173 jiwa yang terpaksa dilarikan ke fasilitas medis.
Sebaran pasien tersebar di tiga rumah sakit utama. Sebanyak 50 orang ditangani di RS Sinar Kasih, 84 orang di RSUD Lakipapada, dan 31 orang di RS Fatima.
“Total di RS, rawat inap 19 orang dan rawat jalan 146 orang,” ungkap Sekda Tana Toraja Rudhy Andi Lolo, Sabtu (5/9/2026).
Sebagian kecil lainnya ditangani di tiga puskesmas berbeda. Seluruhnya kini telah diizinkan menjalani rawat jalan di rumah masing-masing.
Menu yang dibagikan saat itu berupa ayam masak kuning, tempe tepung, tumis sayur, dan buah melon. Pasokan tersebut berasal dari dapur SPPG Makale Batupapan 1.
DPRD Tana Toraja langsung bergerak cepat menggelar rapat dengar pendapat. Forum ini mempertemukan KPPG Kendari, pengelola SPPG, pihak yayasan, serta para orang tua murid.
Suasana rapat berlangsung panas dan alot. Perwakilan Badan Gizi Nasional dicecar berbagai pertanyaan kritis terkait insiden Keracunan MBG Tator yang menimpa ratusan korban.
- Ratusan Siswa SD hingga SMA dan Guru di Jaktim Diduga Keracunan MBG
- Puluhan Ibu Hamil, Anak Sekolah hingga Balita di Majene Diduga Keracunan MBG
- Program MBG Kacau Balau, Jumlah Siswa Keracunan Tembus 7.368 Orang
Sorotan tajam mengarah ke perwakilan Yayasan Magnolia Champaca Virginiana, Louice Cristiana. Ia berdalih operasional dapur telah merujuk pada standar operasional baku.
“Kami tidak bermaksud membela diri, tapi kami menjalankan tanggung jawab bersama tiga orang BGN serta melakukan standar operasional dan berdiskusi dengan kepala SPPG,” ujar Louice.
Legislator mendesak penjelasan rinci mengenai rantai distribusi makanan. Pihak yayasan mengeklaim telah memetakan riwayat alergi pelajar secara cermat.
“Kami mendata sekolah dan siswa yang memiliki alergi makanan tertentu untuk meminimalkan risiko,” jelas Louice.
Ia menegaskan para relawan bekerja di bawah kedisiplinan ketat. Pemeriksaan menu bahkan melibatkan penanggung jawab di tingkat sekolah.
“PIC sekolah harus menerima, mencium, dan mencicipi menu dalam ompreng untuk dipastikan tidak berbau atau busuk,” paparnya.
Namun, pembelaan tersebut berujung kontroversi ketika ia menyinggung sikap para korban. Pernyataan inilah yang memicu kemarahan publik dalam pusaran kasus Keracunan MBG Tator.
“Kalau sudah tahu bau, kenapa dimakan?” cetus Louice.
Meski demikian, ia menyampaikan permohonan maaf terbuka. Ia menilai situasi tersebut berada di luar batas kendali manajemen dapur.
“Kami sangat memahami kondisi ini dan memohon maaf yang sebesar-besarnya. Jangan saling mencari kesalahan, mari bersama-sama mencari solusi,” imbuh Louice.
RDP akhirnya merumuskan tujuh poin tuntutan tegas. DPRD Tator mendesak penghentian sementara operasional dapur terkait sambil menunggu hasil uji laboratorium.
Pimpinan dewan juga menuntut pengalihan bentuk program agar lebih aman. Seluruh biaya pengobatan korban yang tidak terkelola BPJS wajib ditanggung penuh oleh penyelenggara.
“Seluruh biaya pengobatan atau kebutuhan korban yang tidak terjangkau BPJS Kesehatan wajib ditanggung oleh KPPG, BGN, dan SPPG terkait secara berkelanjutan,” tegas Wakil Ketua DPRD Tator Evivana Rombe Datu.
Langkah investigasi menyeluruh kini tengah digenjot aparat penegak hukum dan dinas kesehatan.
Penanganan Keracunan MBG Tator diharapkan menjadi titik balik evaluasi total tata kelola distribusi pangan pelajar di daerah.
Editor : Id Amor





















