Warga Gowa Kelimpungan Cari LPG 3 Kg, Mafia Gas Diduga Mainkan Distribusi?

Senin, 7 September 2026 - 02:49 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Warga Gowa Kelimpungan Cari LPG 3 Kg, Mafia Gas Diduga Mainkan Distribusi?

Ilustrasi gudang tertutup di Gowa yang diduga menjadi lokasi penimbunan pasokan gas elpiji 3 kg bersubsidi, di tengah keluhan warga yang kesulitan. (Visual AI)

Ringkasan

Warga Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, kesulitan mendapatkan gas LPG 3 kilogram di pangkalan resmi. Kelangkaan ini memaksa sebagian warga berkeliling mencari pasokan hingga menggunakan kayu bakar untuk memenuhi kebutuhan memasak sehari-hari.

Kelangkaan terjadi meski Pertamina mengklaim telah menambah pasokan wilayah tersebut, sehingga memunculkan dugaan adanya permainan dalam rantai distribusi. Warga mendesak pemerintah daerah segera turun tangan melakukan pengawasan ketat terhadap penyaluran gas bersubsidi.

Zonafaktualnews.com – Warga di sejumlah wilayah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dibuat kelimpungan akibat sulitnya mendapatkan gas elpiji 3 kilogram.

Kondisi tersebut membuat masyarakat harus berkeliling mencari gas bersubsidi untuk memenuhi kebutuhan memasak sehari-hari.

Situasi itu salah satunya dirasakan warga yang tinggal di Jalan Pallantikang, Kelurahan Katangka, Kabupaten Gowa.

BACA JUGA :  Proyek Irigasi di Gowa Mangkrak Jadi Bangkai, Oknum Kades Diduga Bermain?

Warga mengaku kebingungan lantaran LPG 3 kg sulit ditemukan di pangkalan.

“Kasihan, bagaimana mi ini kalau gas 3 kilo sudah tidak ada. Kita mau cari dan beli di mana,” ujar salah seorang warga, Minggu (6/9/2026).

Keluhan serupa disampaikan warga lainnya yang mengaku sejak pagi telah berkeliling mencari LPG 3 kg tanpa hasil.

Akibat stok kosong, mereka terpaksa memanfaatkan bahan bakar alternatif.

“Sudah kali keliling datang cari gas elpijinya yang 3 kilo, tapi sampai saat ini dari pagi sampai sekarang belum dapat. Terpaksa kami masak pakai kayu yang dikumpul-kumpul untuk memasak,” keluh warga tersebut.

Sulitnya mendapatkan gas bersubsidi ini memicu pertanyaan besar di tengah masyarakat.

BACA JUGA :  Sontoloyo, Tengah Malam "Si Kucluk" Merayap Pasang Fiber Optik

Muncul kecurigaan di lapangan bahwa mafia gas diduga memainkan distribusi sehingga pasokan tersendat dan tidak sampai ke pangkalan resmi.

Di tingkat regional, Pertamina Patra Niaga sebelumnya mengklaim telah menggelontorkan tambahan pasokan atau extra dropping LPG 3 kg di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Kendati demikian, pasokan yang melimpah di atas kertas itu menjadi kontradiksi telak ketika warga di Gowa justru gigit jari akibat pangkalan yang kosong melompong, sebuah indikasi kuat bahwa rantai distribusi di tingkat bawah sedang “bermain-main”.

BACA JUGA :  Bos Pabrik Air Minum MineralQu Bantah Tudingan Izin Operasi Tak Resmi

Kondisi ini dikhawatirkan menambah beban rumah tangga dan pelaku usaha kecil.

Warga berisiko harus menghabiskan waktu lebih banyak, membeli dari pengecer dengan harga lebih tinggi, atau memicu panic buying.

Masyarakat mendesak pemerintah daerah segera turun tangan melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi dan harga di lapangan.

Di tengah karut-marut yang melumpuhkan aktivitas warga ini, Kabid Perdagangan dan Industri Kabupaten Gowa justru memilih bungkam dan belum memberikan tanggapan apa pun saat dikonfirmasi.

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Houthi Gempur Habis-habisan Arab Saudi, Kilang Minyak Ras Tanura Terbakar
Diduga Istimewakan Penipu, Polresta Gowa Diminta Cabut Penangguhan AHA
Tiga Pemalsu STNK di Kendari Diringkus, Duit Haram Dipakai Beli Sabu dan Judol
Ekspor Gas Dibatasi, Politikus Singapura Ancam Potong Kabel Internet Indonesia
Nolong CEO Montok, Dg Bentor Dapat Mata “Tembus Pandang”
Kedua Tangan Diborgol Tali Tis, Mantan Bupati Gowa Dijebloskan ke Tahanan
Geng Motor Tebar Busur Ketiban Sial, Motor Ludes Dibakar Massa di Makassar
Houthi Makin Brutal, Serpihan Rudal Hantam Kawasan 20 Km dari Makkah