PDIP Serang Balik, Gugat KPU demi Gagalkan Gibran Jadi Wapres

Jumat, 19 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Tim Kuasa Hukum PDIP, Gayus Lumbuun (Ist)

Ketua Tim Kuasa Hukum PDIP, Gayus Lumbuun (Ist)

Zonafaktualnews.com – PDIP terus bergerak untuk menghalangi langkah Gibran Rakabuming Raka, putra Presiden Jokowi, dalam pencalonannya sebagai Wakil Presiden 2024.

Mereka kini mengandalkan jalur hukum dengan mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

PDIP berharap gugatan tersebut dapat memaksa KPU menolak pendaftaran Gibran sebagai calon Wakil Presiden.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Tim Kuasa Hukum PDIP, Gayus Lumbuun, usai sidang di PTUN Jakarta, Kamis (18/7/2024).

“Kami ingin memastikan bahwa KPU tidak melantik Gibran karena adanya masalah hukum,” tegas Gayus.

Menurut Gayus, pada 25 Oktober 2023, para komisioner KPU melakukan pelanggaran administratif dengan menerima pendaftaran Gibran sebagai bakal calon wakil presiden.

BACA JUGA :  Rocky Gerung Prediksi Anies Akan Keok di Pilkada Jakarta 2024

Hal ini terkait dengan putusan Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyangkut batas usia pencalonan capres-cawapres, yang diduga dipengaruhi oleh hubungan keluarga Gibran dengan salah satu hakim MK.

Gayus menyatakan bahwa KPU seharusnya menaati Pasal 10 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, yang mengatur bahwa tindak lanjut atas putusan MK dilakukan oleh DPR atau Presiden.

“Keputusan MK itu seharusnya dikirimkan ke DPR untuk ditindaklanjuti, bukan langsung diterapkan oleh KPU,” jelasnya.

BACA JUGA :  Tagar #FufufafaWapresPsikopat Trending, Isu Rasisme Guncang Gibran

Gayus menambahkan bahwa PTUN Jakarta memiliki wewenang untuk memerintahkan KPU menolak pendaftaran Gibran sebagai calon wakil presiden jika gugatan mereka dikabulkan.

“Kami menggugat tindakan administratif, bukan hasil perhitungan suara,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri kembali menyinggung isu kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) dalam pemilu.

Meski Mahkamah Konstitusi telah menolak permohonan terkait kecurangan ini, Megawati tetap menegaskan bahwa kecurangan tersebut memang terjadi.

“Saya tahu ada kecurangan TSM, tapi buktinya ditutupi,” kata Megawati dalam pidatonya di Sekolah Partai PDIP, Jakarta Selatan, Jumat (5/7/2024).

BACA JUGA :  Netizen Heboh! Gibran Beri Komentar di Postingan Instagram Anies

Megawati juga meminta seluruh kader PDIP untuk tidak takut menyuarakan kecurangan yang terjadi.

“Saya Presiden ke-5 Republik Indonesia, saya tahu isi perut aparatur negara,” tuturnya.

Sementara itu, mantan cawapres Mahfud Md. menyarankan agar semua pihak menerima hasil Pilpres 2024 dengan lapang dada.

Dalam tausiah di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Minggu (7/7/2024), Mahfud meminta agar keinginan mayoritas rakyat dihormati.

“Yang kalah harus menunjukkan sikap beradab dan menerima hasil pemilu,” ujar Mahfud.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Survei Capres 2029 Diduga Bocor, Dedi Mulyadi Salip Prabowo dan Anies
Ambisi PSI Jadikan Jateng Kandang Gajah Berat Meski Andalkan Pesona Jokowi
Jokowi Injak Kepala Kerbau, Pengamat Tafsirkan Simbol Menantang Megawati
Hak Angket Gowa ‘Tersandera Drama Politik’, Dosa Pribadi Diulik dan Dipertontonkan
PDIP Dituding Abu-abu, Demokrat Minta Parpol Fokus Ekonomi Bukan Pemilu 2029
Reformasi Jilid II Meledak, Mahasiswa Desak Prabowo-Gibran Lengser dari Jabatan
Di Balik Candaan “Disiden”, Apa Sebenarnya Sinyal Politik Prabowo ke Rocky Gerung?
Isu Pemakzulan Prabowo Subianto Disebut Dirancang, Pengamat Soroti Gibran

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:18 WITA

Survei Capres 2029 Diduga Bocor, Dedi Mulyadi Salip Prabowo dan Anies

Selasa, 7 Juli 2026 - 12:21 WITA

Ambisi PSI Jadikan Jateng Kandang Gajah Berat Meski Andalkan Pesona Jokowi

Senin, 29 Juni 2026 - 21:02 WITA

Jokowi Injak Kepala Kerbau, Pengamat Tafsirkan Simbol Menantang Megawati

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:34 WITA

Hak Angket Gowa ‘Tersandera Drama Politik’, Dosa Pribadi Diulik dan Dipertontonkan

Senin, 22 Juni 2026 - 16:17 WITA

PDIP Dituding Abu-abu, Demokrat Minta Parpol Fokus Ekonomi Bukan Pemilu 2029

Berita Terbaru

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Modal “Mokondo” Tebar Bualan

Minggu, 2 Agu 2026 - 16:08 WITA