Konflik Memanas, Jet Tempur Israel Serang Lebanon Selatan

Rabu, 19 Juni 2024 - 11:52 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Jet Tempur Israel Hantam Wilayah Lebanon Selatan (Foto X Twitter)

Jet Tempur Israel Hantam Wilayah Lebanon Selatan (Foto X Twitter)

Zonafaktualnews.com – Ketegangan antara Israel dan Hizbullah mencapai titik didih, memicu serangan udara besar-besaran oleh Israel ke Lebanon.

Jet tempur Pasukan Pertahanan Israel (IDF) melancarkan serangan pada sejumlah sasaran Hizbullah di Lebanon selatan pada Selasa, menghantam infrastruktur teror di wilayah Taybeh, Odaisseh, dan Jibbain serta struktur militer di Ayta Ash Shab.

IDF mengonfirmasi serangan tersebut dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh Russia Today dari saluran Telegram mereka, menyertai dua video yang menunjukkan serangan udara itu.

“Jet tempur [Angkatan Udara Israel] menyerang sejumlah sasaran teror Hizbullah di Lebanon selatan,” ujar IDF yang dikutip Rabu (19/6/2024).

Insiden ini terjadi setelah Hizbullah merilis video yang menunjukkan drone mata-mata mereka terbang di atas Israel utara dan merekam pelabuhan Haifa, yang tidak terdeteksi oleh pertahanan udara.

BACA JUGA :  Serangan Brutal Israel Hancurkan RS Indonesia di Gaza, Layanan Medis Lumpuh

Menanggapi video tersebut, IDF mengumumkan keberhasilan mereka mencegat “sasaran udara yang mencurigakan” di wilayah pesisir Gesher HaZiv, dekat perbatasan Lebanon.

Ketegangan semakin meningkat setelah Presiden Israel, Isaac Herzog, memperingatkan tentang perlunya tindakan cepat terhadap “agresi teroris.”

Pernyataan ini diikuti oleh pengumuman IDF mengenai penyelesaian “rencana operasional untuk serangan di Lebanon,” menurut Kepala Komando Utara Mayor Jenderal Ori Gordin dan Kepala Direktorat Operasi, Mayor Jenderal Oded Basiuk.

Menteri Luar Negeri Israel, Katz, menegaskan bahwa negaranya mendekati keputusan untuk mengubah strategi menghadapi Hizbullah dan Lebanon.

“Dalam perang total, Hizbullah akan dihancurkan dan Lebanon akan terkena dampak paling parah,” tegas Katz.

BACA JUGA :  Israel Bom RS Gaza Kristen, 500 Orang Terbunuh dalam Kondisi Hancur

Ketegangan ini mengingatkan pada perang 34 hari antara Israel dan Hizbullah pada tahun 2006, yang dipicu oleh serangan lintas batas ke Galilea oleh milisi Syiah.

Konflik tersebut berakhir tanpa keuntungan militer signifikan bagi Israel dan memicu kritik dari Komisi Winograd terhadap pemerintah karena “kegagalan serius dalam proses pengambilan keputusan.”

Di sisi lain, Amerika Serikat terus mendukung Israel dengan pasokan senjata. Pemerintahan Biden baru-baru ini mengizinkan penjualan senjata senilai $1 miliar ke IDF dan menekan anggota parlemen Demokrat untuk menyetujui penjualan 50 jet tempur F-15 senilai $18 miliar.

Meskipun demikian, penahanan terhadap bom seberat 2.000 pon masih berlaku karena kekhawatiran penggunaannya di daerah padat penduduk.

BACA JUGA :  Terkuak, Ternyata Ini Alasan Hamas Meluncurkan Serangan ke Israel

“Kami terus meninjau satu pengiriman bom terkait dengan kekhawatiran kami tentang penggunaannya di daerah padat penduduk seperti Rafah,” kata Menteri Luar Negeri AS, Blinken.

Namun, Gedung Putih menekankan bahwa hanya satu pengiriman yang dihentikan dan diskusi konstruktif dengan Israel terus berlanjut.

Dengan ketegangan yang terus meningkat, dunia menunggu perkembangan selanjutnya di kawasan tersebut. Apakah akan ada eskalasi lebih lanjut atau upaya diplomasi yang berhasil meredakan konflik? Hanya waktu yang akan menjawab.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

384 Wisatawan Hilang Disapu Banjir Bandang Dahsyat di Nepal dan China
Sultan Brunei Lucuti Gelar Kebangsawanan Istri Pangeran Abdul Malik
Patung “Wanita Biru” di Gurun Madinah Bikin Heboh, Karya Yahudi Dikritik
Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel London Usai Konsumsi Alkohol dan Narkoba
Iran Gempur Gudang Amunisi dan Menara Pengawas Armada Kelima AS
Balas Gempuran AS, Iran Serang Markas Jet Tempur F-18 di Pangkalan Yordania
Israel Tolak Melunak, Dua Pejabat Tinggi Iran Jadi Target Pembunuhan Utama
Eropa Terpanggang Panas 40 Derajat, Ilmuwan Bunyikan Alarm Iklim di 8 Negara

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 00:53 WITA

384 Wisatawan Hilang Disapu Banjir Bandang Dahsyat di Nepal dan China

Selasa, 11 Agustus 2026 - 01:44 WITA

Sultan Brunei Lucuti Gelar Kebangsawanan Istri Pangeran Abdul Malik

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:00 WITA

Patung “Wanita Biru” di Gurun Madinah Bikin Heboh, Karya Yahudi Dikritik

Rabu, 29 Juli 2026 - 01:18 WITA

Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel London Usai Konsumsi Alkohol dan Narkoba

Minggu, 26 Juli 2026 - 00:56 WITA

Iran Gempur Gudang Amunisi dan Menara Pengawas Armada Kelima AS

Berita Terbaru