Konflik Memanas, Jet Tempur Israel Serang Lebanon Selatan

Rabu, 19 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jet Tempur Israel Hantam Wilayah Lebanon Selatan (Foto X Twitter)

Jet Tempur Israel Hantam Wilayah Lebanon Selatan (Foto X Twitter)

Zonafaktualnews.com – Ketegangan antara Israel dan Hizbullah mencapai titik didih, memicu serangan udara besar-besaran oleh Israel ke Lebanon.

Jet tempur Pasukan Pertahanan Israel (IDF) melancarkan serangan pada sejumlah sasaran Hizbullah di Lebanon selatan pada Selasa, menghantam infrastruktur teror di wilayah Taybeh, Odaisseh, dan Jibbain serta struktur militer di Ayta Ash Shab.

IDF mengonfirmasi serangan tersebut dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh Russia Today dari saluran Telegram mereka, menyertai dua video yang menunjukkan serangan udara itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jet tempur [Angkatan Udara Israel] menyerang sejumlah sasaran teror Hizbullah di Lebanon selatan,” ujar IDF yang dikutip Rabu (19/6/2024).

Insiden ini terjadi setelah Hizbullah merilis video yang menunjukkan drone mata-mata mereka terbang di atas Israel utara dan merekam pelabuhan Haifa, yang tidak terdeteksi oleh pertahanan udara.

BACA JUGA :  AS dan Iran Deal Gencatan Senjata, Netanyahu Ngotot Perang Tetap Dilanjutkan

Menanggapi video tersebut, IDF mengumumkan keberhasilan mereka mencegat “sasaran udara yang mencurigakan” di wilayah pesisir Gesher HaZiv, dekat perbatasan Lebanon.

Ketegangan semakin meningkat setelah Presiden Israel, Isaac Herzog, memperingatkan tentang perlunya tindakan cepat terhadap “agresi teroris.”

Pernyataan ini diikuti oleh pengumuman IDF mengenai penyelesaian “rencana operasional untuk serangan di Lebanon,” menurut Kepala Komando Utara Mayor Jenderal Ori Gordin dan Kepala Direktorat Operasi, Mayor Jenderal Oded Basiuk.

Menteri Luar Negeri Israel, Katz, menegaskan bahwa negaranya mendekati keputusan untuk mengubah strategi menghadapi Hizbullah dan Lebanon.

BACA JUGA :  Babe Haikal "Tampar" Buya Arrazzy di Podcast Deddy Corbuzier

“Dalam perang total, Hizbullah akan dihancurkan dan Lebanon akan terkena dampak paling parah,” tegas Katz.

Ketegangan ini mengingatkan pada perang 34 hari antara Israel dan Hizbullah pada tahun 2006, yang dipicu oleh serangan lintas batas ke Galilea oleh milisi Syiah.

Konflik tersebut berakhir tanpa keuntungan militer signifikan bagi Israel dan memicu kritik dari Komisi Winograd terhadap pemerintah karena “kegagalan serius dalam proses pengambilan keputusan.”

Di sisi lain, Amerika Serikat terus mendukung Israel dengan pasokan senjata. Pemerintahan Biden baru-baru ini mengizinkan penjualan senjata senilai $1 miliar ke IDF dan menekan anggota parlemen Demokrat untuk menyetujui penjualan 50 jet tempur F-15 senilai $18 miliar.

BACA JUGA :  Gaza Menangis, 67 Anak Tewas Kelaparan, Dunia Masih Diam

Meskipun demikian, penahanan terhadap bom seberat 2.000 pon masih berlaku karena kekhawatiran penggunaannya di daerah padat penduduk.

“Kami terus meninjau satu pengiriman bom terkait dengan kekhawatiran kami tentang penggunaannya di daerah padat penduduk seperti Rafah,” kata Menteri Luar Negeri AS, Blinken.

Namun, Gedung Putih menekankan bahwa hanya satu pengiriman yang dihentikan dan diskusi konstruktif dengan Israel terus berlanjut.

Dengan ketegangan yang terus meningkat, dunia menunggu perkembangan selanjutnya di kawasan tersebut. Apakah akan ada eskalasi lebih lanjut atau upaya diplomasi yang berhasil meredakan konflik? Hanya waktu yang akan menjawab.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Trump Cabut Postingan Mirip Yesus, Klaim Hanya Dokter Sedang Menyembuhkan
Nasib Pilu Bocah Palestina Diduga Diperkosa 10 Tentara Wanita Israel Saat Ditahan
Efek Domino Konflik Iran, Publik AS Ramai-ramai Dorong Pemakzulan Trump
AS dan Iran Deal Gencatan Senjata, Netanyahu Ngotot Perang Tetap Dilanjutkan
3 Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL, Rusia Tuduh AS-Israel Biang Kerok Konflik Lebanon
Menyeramkan! Langit di Australia Barat Tiba-tiba Memerah Seperti Darah
Donald Trump Murka, Sebut NATO “Macan Kertas” di Tengah Perang Iran
Iran Hantam Fasilitas Nuklir Israel dengan Rudal, Timur Tengah Memanas

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 08:44 WITA

Trump Cabut Postingan Mirip Yesus, Klaim Hanya Dokter Sedang Menyembuhkan

Sabtu, 11 April 2026 - 01:43 WITA

Nasib Pilu Bocah Palestina Diduga Diperkosa 10 Tentara Wanita Israel Saat Ditahan

Jumat, 10 April 2026 - 11:01 WITA

Efek Domino Konflik Iran, Publik AS Ramai-ramai Dorong Pemakzulan Trump

Kamis, 9 April 2026 - 10:47 WITA

AS dan Iran Deal Gencatan Senjata, Netanyahu Ngotot Perang Tetap Dilanjutkan

Rabu, 1 April 2026 - 17:06 WITA

3 Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL, Rusia Tuduh AS-Israel Biang Kerok Konflik Lebanon

Berita Terbaru