Pemimpin Tertinggi Iran Tewas, AS dan Israel Aktor di Balik Operasi Militer

Minggu, 1 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah warga Iran membawa poster bergambar Ali Khamenei sebagai bentuk dukungan sekaligus duka atas kabar meninggalnya pemimpin tertinggi Iran (Foto AFP/Ahmad Al-Rubaye)

Sejumlah warga Iran membawa poster bergambar Ali Khamenei sebagai bentuk dukungan sekaligus duka atas kabar meninggalnya pemimpin tertinggi Iran (Foto AFP/Ahmad Al-Rubaye)

Zonafaktualnews.com – Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan udara besar yang disebut-sebut sebagai operasi militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Serangan tersebut diklaim menghantam kompleks kediaman Khamenei pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat dan langsung memicu ketegangan baru di kawasan Timur Tengah.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa target utama operasi tersebut memang diarahkan kepada pimpinan tertinggi Iran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Trump menegaskan bahwa sistem intelijen dan teknologi militer AS mampu melacak pergerakan para pejabat penting Iran sehingga serangan bisa dilakukan dengan presisi tinggi.

Trump juga menyebut sejumlah tokoh senior Iran turut menjadi korban dalam operasi tersebut.

BACA JUGA :  Tak Hanya Dicap Penjajah, Zionis Israel Ternyata Pencuri Emas

Di sisi lain, pemerintah Iran melalui siaran televisi nasional mengabarkan wafatnya Khamenei dengan suasana penuh duka.

Penyiar televisi bahkan terlihat menahan tangis saat membacakan pengumuman resmi, sementara pemerintah menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.

Meski demikian, sejumlah pejabat di Teheran masih berhati-hati dalam memberikan pernyataan lengkap terkait kronologi serangan.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebelumnya juga memberi isyarat bahwa operasi militer terhadap Iran telah mengenai sasaran penting.

Ia mengatakan bahwa serangan udara yang dilakukan telah menghancurkan fasilitas yang diduga menjadi tempat tinggal Khamenei, dan menyebut semua indikasi menunjukkan bahwa pemimpin Iran itu tidak lagi hidup.

BACA JUGA :  Tawaran Dialog Trump Ditolak, Iran : “Kami Tak Bicara dengan Setan di Ramadan”

Ali Khamenei selama lebih dari tiga dekade dikenal sebagai tokoh paling berpengaruh dalam Republik Islam Iran.

Ia memimpin sejak 1989 menggantikan Ruhollah Khomeini, dan berperan besar dalam membentuk arah politik, militer, serta strategi regional Iran.

Di bawah kepemimpinannya, Iran memperkuat Korps Garda Revolusi serta memperluas pengaruh melalui jaringan sekutu di kawasan Timur Tengah.

Latar belakang Khamenei sebagai presiden pada masa perang Iran-Irak turut membentuk sikap kerasnya terhadap Barat.

Pengalaman konflik panjang tersebut membuatnya meyakini bahwa Iran harus selalu siap menghadapi ancaman dari luar, terutama dari Amerika Serikat yang saat itu mendukung Irak.

Selama masa kepemimpinannya, Khamenei mendorong konsep “ekonomi perlawanan” guna menghadapi sanksi internasional, sekaligus memperkuat hubungan dengan kelompok-kelompok yang dianggap sebagai bagian dari poros perlawanan di kawasan.

BACA JUGA :  Hamas Gempur Israel, 700 Warga Tewas, 100 Orang Ditawan

Kebijakan ini membuat Iran menjadi pemain kunci dalam berbagai konflik regional, namun juga menjadikannya target utama serangan Israel.

Kematian Khamenei, jika benar sepenuhnya, diperkirakan menjadi titik balik paling besar bagi Republik Islam Iran sejak Revolusi 1979.

Selain membuka kemungkinan perubahan arah politik dalam negeri, peristiwa ini juga berpotensi memperbesar konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang selama ini berada di ambang konfrontasi terbuka.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Lagu “Mas Bahlil Ganteng” Meledak, Menteri ESDM Turun Gunung Cari Penciptanya
Makassar “Kiamat” Air Bersih, Gelombang Seruan Lengser Goyang Kursi Wali Kota
Siswi SMP di Makassar Kena “Prank” Testimoni Palsu, Uang Beli Akun FF Melayang
Tanah Barembeng di Gowa “Diperkosa” Ritel Ilegal, Ekonomi IKM Jadi Tumbal Proyek
Batal Tawuran Usai Pesta Miras, 20 Geng Motor di Makassar Disikat Polisi
Wanita Paruh Baya di Takalar Ditemukan Tewas, Emas 30 Gram Diduga Raib Dirampok
Terduga Akui Habisi Wanita Asal Selayar, Pelaku ‘Dilepas’, Polisi Abaikan Pengakuan?
Lansia di Mamuju Minta Polisi Stop Kasus Hukum Usai Dianiaya Anak Pecandu Judi

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 15:27 WITA

Lagu “Mas Bahlil Ganteng” Meledak, Menteri ESDM Turun Gunung Cari Penciptanya

Senin, 1 Juni 2026 - 03:02 WITA

Makassar “Kiamat” Air Bersih, Gelombang Seruan Lengser Goyang Kursi Wali Kota

Minggu, 31 Mei 2026 - 11:44 WITA

Siswi SMP di Makassar Kena “Prank” Testimoni Palsu, Uang Beli Akun FF Melayang

Minggu, 31 Mei 2026 - 00:39 WITA

Tanah Barembeng di Gowa “Diperkosa” Ritel Ilegal, Ekonomi IKM Jadi Tumbal Proyek

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:33 WITA

Batal Tawuran Usai Pesta Miras, 20 Geng Motor di Makassar Disikat Polisi

Berita Terbaru