Kawanan Lembaga Survei Pro Istana Dianggap Lakukan Penipuan Terbuka

Jumat, 16 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kawanan Lembaga Survei Pro Istana Dianggap Lakukan Penipuan Terbuka

Kawanan Lembaga Survei Pro Istana Dianggap Lakukan Penipuan Terbuka

Zonafaktualnews.com – Aktivis politik Faizal Assegaf mengatakan lembaga-lembaga survei punya kemesraan dengan istana.

“Kawanan Lembaga survei pro Istana melakukan penipuan terbuka pada rakyat melalui propoganda Quick Count,

Makin terbukti KPU telah disandera oleh para pencuri suara rakyat. Seluruh Pendukung 01 & 03 harus bangkit, lawan politik dusta & culas!,” kata Faizal Assegaf melalui akun X Twitter yang disiarkan di channel Youtube Abraham Samad Speak Up, Kamis (15/2/2024).

Selain itu, Faizal Assegaf juga menyoroti kemenangan capres 02 hasil dari quick count.

 “Quick count itu adalah pusatnya kejahatan, kumpulan para penipu-penipu yang berkedok intelektual,

Itu bukan menurut saya, tapi menurut Prabowo Subianto, memang quick count itu kelompok pembohong, penipu,” kata Faizal Assegaf.

“2000 TPS diduga kuat adalah TPS siluman, TPS hantu. Karena mereka tak umumkan dimana addressnya,” sambugnya

BACA JUGA :  Penampakan Kecurangan di Website KPU, Suara 02 dari 107 Jadi 804

Faisal mengatakan jika kelompok quick count ini dibiarkan akan menghasilkan pemimpin bermental pencuri dan maling.

“Kalau kecurangan ini dibiarkan berarti kita menghasilkan pemimpin bermental pencuri, pemimpin bermental maling,

Karena dia lahir dari lembaga-lembaga survei yang dipandu oleh aneka opini kebohongan,

Bersama rakyat kami menolak pemilu abal-abal, pemilu curang,

Tangkap itu kelompok-kelompok lembaga survei yang mengumumkan kemenangan pada Prabowo yang tidak didasari oleh landasan hukum,” pungkasnya

https://twitter.com/i/status/1758090089400574097

BACA JUGA :  Lawan Kecurangan, Timnas Deklarasikan Kemenangan AMIN

 

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Di Balik Candaan “Disiden”, Apa Sebenarnya Sinyal Politik Prabowo ke Rocky Gerung?
Isu Pemakzulan Prabowo Subianto Disebut Dirancang, Pengamat Soroti Gibran
JK Dilaporkan 19 Organisasi Buntut Ceramah Syahid, Netizen: “Lebay Banget”
Isu “Gerakan Besar Juni” Bergulir, Tamsil Singgung Peluang Gibran Jadi Presiden
Pengamat Sentil Gibran, Tugas Papua Dinilai Lebih Penting dari Ngantor di IKN
Refleksi Setahun Sayuti–Husaini Memimpin Lhokseumawe, Rutinitas atau Transformasi?
Mantan Relawan: Jokowi Bukan Ahli Catur Politik, Tapi Manipulator Tak Tertandingi
Bayar Rp16,7 Triliun, Prabowo Masuk Barisan “Anak Buah” Perdamaian Versi Trump

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 09:52 WITA

Di Balik Candaan “Disiden”, Apa Sebenarnya Sinyal Politik Prabowo ke Rocky Gerung?

Jumat, 17 April 2026 - 01:30 WITA

Isu Pemakzulan Prabowo Subianto Disebut Dirancang, Pengamat Soroti Gibran

Rabu, 15 April 2026 - 01:10 WITA

JK Dilaporkan 19 Organisasi Buntut Ceramah Syahid, Netizen: “Lebay Banget”

Minggu, 12 April 2026 - 03:13 WITA

Isu “Gerakan Besar Juni” Bergulir, Tamsil Singgung Peluang Gibran Jadi Presiden

Rabu, 1 April 2026 - 16:37 WITA

Pengamat Sentil Gibran, Tugas Papua Dinilai Lebih Penting dari Ngantor di IKN

Berita Terbaru