JK Tegaskan TKA yang Datang di Morowali Bukan Tenaga Ahli

Senin, 12 Juni 2023 - 12:38 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

JK Tegaskan TKA yang Datang di Morowali Bukan Tenaga Ahli

Jusuf Kalla/Net

Zonafaktualnews.com – Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mempersoalkan masuknya TKA ke Indonesia.

JK menilai tenaga kerja yang didatangkan bukan tenaga ahli, mereka adalah buruh.

Menurut JK, kedatangan tenaga kerja asing yang menjadi buruh di Indonesia hanya akan menambah jumlah pengangguran.

“Itu prinsip nasional. Kalau ada investor asing, apa yang kita harap? Pajak, tenaga kerja, kemudian transfer teknologi,” kata JK dalam wawancara bersama Andy F Noya yang dikutip pada Senin (12/6/2023).

BACA JUGA :  Dua Pencuri Emas di Takalar Babak Belur Dihajar Warga

“Kalau yang kerja itu sampai tenaga asing, buat apa difasilitasi? Banyak pengangguran tapi didatangkan buruh, bukan tenaga ahli, buruh,” tambah dia.

JK merasa prihatin karena perusahaan asing yang berinvestasi di Indonesia juga membawa ribuan pekerja. Terlebih, tenaga kerja yang datang bukan tenaga ahli.

“Banyak didatangkan buruh, bukan tenaga ahli, buruh. Saya tahu (mereka buruh) karena ada puluhan ribu di Morowali itu,” ujar JK.

BACA JUGA :  Uang Rp 2 M Hilang, Aipda Paembonan Tewas Tembak Kepala Sendiri

Mestinya, kata dia, dalam suatu proyek perusahaan asing hanya perlu mendatangkan paling banyak 10 tenaga kerja ahli.

Namun, jika jumlah pekerja asingnya mencapai ribuan, JK meyakini mereka sebagai pekerja buruh.

“Buat apa satu proyek didatangkan seribu sepuluhan ribu tenaga ahli?” pungkasnya

Editor : Isal

Berita Terkait

Ekspor Gas Dibatasi, Politikus Singapura Ancam Potong Kabel Internet Indonesia
Jimly Usul Ijazah Capres Dihapus, Netizen Sindir Terapkan di Semua Lembaga
KPK Siap Terbitkan Surat Jemput Paksa Nusron Wahid yang Masih Ngumpet
KPK Tolak “Bisikan” Luhut ke Prabowo Soal Penghapusan Kerugian Negara
Letkol Arman Ditahan Buntut Rumah Dinas TNI di Cijantung Jadi Markas Judol
Karhutla Tak Ditetapkan Bencana Nasional, Menko Polkam Sebut RI Masih Sanggup
2 Kali Ngumpet dari Panggilan KPK, Nusron Wahid Terancam Dijemput Paksa
Indonesia Terancam Digugat Malaysia, Imbas Kabut Asap Karhutla Makin Parah