Ringkasan
Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mengalami penurunan setelah muncul gelombang protes dan aksi boikot dari masyarakat. Aksi penutupan rekening dan pengguntingan kartu ATM secara massal terjadi akibat pemblokiran rekening nasabah yang menampung dana donasi logistik aksi massa.
Manajemen Bank Mandiri menyampaikan permohonan maaf dan menjelaskan bahwa tindakan tersebut sesuai prosedur serta permintaan penegak hukum. Pihak kepolisian menegaskan langkah itu merupakan penundaan transaksi sementara untuk kepentingan penyelidikan, bukan pemblokiran permanen.
Zonafaktualnews.com – Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) terus terkapar usai kepercayaan publik hilang dan disusul aksi boikot dari masyarakat. Fondasi emiten bank pelat merah itu rontok di lantai bursa.
Pada sesi perdagangan II Senin, 24 Agustus 2026, saham BMRI terkoreksi 40 poin atau 0,95%. Nilainya merosot tajam ke level Rp 4.190 per lembar.
Padahal, pada penutupan Jumat, 21 Agustus 2026, saham Bank Mandiri masih bertengger di angka Rp 4.220.
Kejatuhan ini terjadi di tengah gelombang protes yang digalang masyarakat luas.
Hilangnya kepercayaan publik bermula dari pemblokiran rekening milik Supriyono alias Botok. Rekening tersebut berisi saldo donasi sebesar Rp 80 juta.
Situasi kian memanas setelah kemarahan netizen meluas menjadi gerakan penolakan terbuka. Media sosial dibanjiri video aksi penutupan akun rekening secara massal.
Tak berhenti di situ, eskalasi penolakan kian meluas di tengah warganet. Sejumlah warga dengan sengaja menggunting kartu ATM mereka sebagai simbol putusnya hubungan dengan bank.
Koordinator AMPB, Teguh Istianto, mengungkap dana itu murni urunan warga. Uang tersebut dipersiapkan untuk logistik para peserta aksi.
Badai boikot memaksa manajemen buka suara. Bank Mandiri akhirnya menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada publik.
- Saham Mandiri Terkapar Usai Kepercayaan Publik Hilang Disusul Gunting ATM
- Transisi Kepemimpinan UNM : Inklusifitas, Integritas, dan Resolutif
- Duda Kaya Cari Janda “Perawan”, Malah Dapat Nenek-nenek
- Wanita Berambut Pirang yang Tabrak Orang hingga Tewas Dijerat Pasal Berlapis
- Sentimen Negatif Meledak! Saham Bank Mandiri Tergerus Isu Rekening Pati
“Dapat kami sampaikan, Bank Mandiri memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan kepada nasabah terkait pemblokiran rekening. Pemblokiran tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum dan telah dilakukan sesuai prosedur serta ketentuan yang berlaku,” tulis manajemen melalui keterangan resmi.
Meski demikian, manajemen mengeklaim tetap memegang prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG). Kepatuhan dan prinsip kehati-hatian tetap dikedepankan.
Di sisi lain, kepolisian berupaya meluruskan istilah di tengah panasnya situasi. Polda Metro Jaya membantah tindakan itu disebut sebagai pemblokiran murni.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, membenarkan adanya permintaan pembatasan sementara. Rekening warga Pati itu menampung dana untuk aksi 27 Agustus 2026 di Jakarta.
Budi menegaskan langkah tersebut berfokus pada penundaan transaksi, bukan pemblokiran permanen. Surat itu dilayangkan penyidik Ditreskrimsus.
“Kami luruskan, bahwa surat yang diajukan oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya itu tentang penundaan transaksi,” tegas Budi di Jakarta.
Budi menambahkan, instansinya tengah menelusuri aliran dana secara mendalam. Penundaan transaksi dilakukan demi mengamankan proses penyelidikan yang berjalan.
Editor : Id Amor




















