Fadli Zon Buka Suara Soal Alasan Prabowo Tak Hadiri Aksi Bela Palestina

Minggu, 5 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fadli Zon Buka Suara Soal Alasan Prabowo Tak Hadiri Aksi Bela Palestina

Fadli Zon Buka Suara Soal Alasan Prabowo Tak Hadiri Aksi Bela Palestina

Zonafaktualnews.com – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon buka suara soal alasan Prabowo tak hadiri Aksi Bela Palestina.

Fadli Zon menyampaikan Prabowo berhalangan menghadiri Aksi Bela Palestina lantaran memiliki kegiatan lain.

Meski tak hadir dalam Aksi Bela Palestina di Monas pada Minggu (5/11/2023) pagi, namun kata Fadli, Prabowo Subianto turut serta mengecam agresi Israel di Gaza, Palestina.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pak Prabowo kebetulan juga ada kegiatan yang lain, Pak Prabowo jelas sangat mendukung kedaulatan dan kemerdekaan Palestina,” ujar Fadli di Monas, Jakarta dalam Aksi Bela Palestina.

BACA JUGA :  Tak Hanya Wilayah, Israel Klaim Air Hujan Miliknya, Warga Palestina Dilarang Ambil

Dia menegaskan Prabowo mengecam tindakan agresif yang digencarkan Israel atas rakyat Palestina.

Menurutnya, dalam beberapa kesempatan Prabowo konsisten dalam menyuarakan kemerdekaan bagi Palestina.

“Dan apa yang dilakukan oleh Israel ini harus dihentikan, harus disetop,” ujarnya.

Fadli kemudian menceritakan kalau ia pernah melawat bersama Prabowo ke Yordania, Timur Tengah. Kala itu, ia mengajak Prabowo ke Masjidil Aqsa.

Dalam kesempatan itu, kata Fadli, Prabowo bersumpah tidak akan menginjakkan kaki lagi di sana hingga Palestina merdeka.

Fadli pun menilai pembantaian Israel di Gaza itu sudah tergolong sebagai genosida.

BACA JUGA :  Israel Bom Pengungsi, Warga, hingga Iringan Ambulans RS Al-Shifa di Gaza

Ia menegaskan tindakan agresif Israel jelas merupakan kejahatan perang.

Baru-baru ini, pasukan Israel kian brutal dan agresif melakukan serangan udara maupun darat kepada warga Palestina.

Tak hanya ambulans, pasukan Israel menggempur rumah sakit, toko roti, hingga kamp pengungsian dan yang terakhir sekolah.

Kepala Kantor Media Hamas Salama Marouf menerangkan korban tewas akibat agresi Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober mencapai 9.500 orang, 3.900di antaranya anak-anak dan 2.509 perempuan.

Kemudian, bombardir Israel juga menyebabkan 55 masjid, tiga universitas, tiga gereja, dan lima gedung milik Kementerian Wakaf dan Agama di Gaza hancur lebur.

BACA JUGA :  Hamas Minta Izin Gempur Zionis Israel di RS Indonesia

Selain itu, dari sektor layanan kesehatan sebanyak 16 rumah sakit, 32 pusat layanan primer, dan 27 ambulans rusak.

Adapun Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sendiri telah menyerukan gencatan senjata antara Israel dengan Hamas.

Hasilnya, dalam pemungutan suara di Markas PBB, New York, Amerika Serikat sebanyak 120 negara sepakat, 45 negara abstain alias tak memberikan suara.

Sementara sebanyak 14 negara menolak gencatan senjata, beberapa di antaranya ialah Amerika Serikat, Austria, Ceko, dan Israel itu sendiri.

 

 

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Di Balik Candaan “Disiden”, Apa Sebenarnya Sinyal Politik Prabowo ke Rocky Gerung?
Isu Pemakzulan Prabowo Subianto Disebut Dirancang, Pengamat Soroti Gibran
JK Dilaporkan 19 Organisasi Buntut Ceramah Syahid, Netizen: “Lebay Banget”
Isu “Gerakan Besar Juni” Bergulir, Tamsil Singgung Peluang Gibran Jadi Presiden
Pengamat Sentil Gibran, Tugas Papua Dinilai Lebih Penting dari Ngantor di IKN
Refleksi Setahun Sayuti–Husaini Memimpin Lhokseumawe, Rutinitas atau Transformasi?
Mantan Relawan: Jokowi Bukan Ahli Catur Politik, Tapi Manipulator Tak Tertandingi
Bayar Rp16,7 Triliun, Prabowo Masuk Barisan “Anak Buah” Perdamaian Versi Trump

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 09:52 WITA

Di Balik Candaan “Disiden”, Apa Sebenarnya Sinyal Politik Prabowo ke Rocky Gerung?

Jumat, 17 April 2026 - 01:30 WITA

Isu Pemakzulan Prabowo Subianto Disebut Dirancang, Pengamat Soroti Gibran

Rabu, 15 April 2026 - 01:10 WITA

JK Dilaporkan 19 Organisasi Buntut Ceramah Syahid, Netizen: “Lebay Banget”

Minggu, 12 April 2026 - 03:13 WITA

Isu “Gerakan Besar Juni” Bergulir, Tamsil Singgung Peluang Gibran Jadi Presiden

Rabu, 1 April 2026 - 16:37 WITA

Pengamat Sentil Gibran, Tugas Papua Dinilai Lebih Penting dari Ngantor di IKN

Berita Terbaru