Dugaan Korupsi PUPR Bogor Memanas, Mahasiswa Desak KPK Periksa Kadis

Kamis, 7 November 2024 - 02:19 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Dugaan Korupsi PUPR Bogor Memanas, Mahasiswa Desak KPK Periksa Kadis

Barisan Mahasiswa Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung KPK (Ist)

Zonafaktualnews.com – Barisan Mahasiswa Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu, 6 November 2024.

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk desakan terhadap KPK untuk segera menyelidiki dugaan kasus korupsi yang melibatkan Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Koordinator aksi, Hikam, menyatakan bahwa mahasiswa menduga adanya praktik korupsi yang serius di Dinas PUPR Kabupaten Bogor.

“Kami mencium adanya indikasi korupsi di Dinas PUPR Kabupaten Bogor. Karena itu, hari ini kami turun menggeruduk Gedung Antirasuah ini, dengan harapan para penghuni gedung ini masih bertaring untuk mengungkap kasus-kasus korupsi di Kabupaten Bogor,” ungkap Hikam dalam orasinya.

Menurut Hikam, indikasi korupsi tersebut terkait dugaan penyalahgunaan anggaran yang ditujukan untuk upah buruh lapangan tidak terlatih dan mandor pada Unit Pelaksana Teknis Dinas PUPR Kabupaten Bogor dari tahun anggaran 2021 hingga 2024.

BACA JUGA :  Pelarian Bupati Mamberamo Tengah Berakhir di Tangan KPK

Berdasarkan temuan yang dihimpun mahasiswa, dana yang seharusnya diberikan kepada para buruh dan mandor diduga tidak tersalurkan sebagaimana mestinya.

Dalam aksinya, mahasiswa tidak hanya menyampaikan orasi, tetapi juga membawa sejumlah dokumen yang diklaim sebagai bukti dugaan tindak pidana korupsi tersebut.

Dokumen-dokumen tersebut diserahkan langsung kepada KPK dengan harapan lembaga antirasuah tersebut segera mengambil langkah tegas.

“Kami datang dengan bukti, dan semua bukti tersebut sudah kami serahkan ke KPK untuk segera diproses. Kami berharap KPK segera memanggil dan memeriksa Iwan, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bogor,” tegas Hikam.

Mahasiswa juga menyerukan agar Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bogor segera dicopot dari jabatannya jika terbukti terlibat dalam kasus ini.

Mereka menganggap bahwa tindakan tegas sangat diperlukan untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap pemerintahan daerah yang dinilai semakin rentan terhadap praktik korupsi.

BACA JUGA :  Tangan Diborgol, Hasto Kristiyanto Pakai Rompi Oranye Saat Ditahan KPK

Tidak berhenti di situ, Barisan Mahasiswa Indonesia juga mengancam akan menggelar aksi yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak direspons dengan cepat oleh KPK.

Mereka menegaskan bahwa akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas, terutama dalam menuntut transparansi dan akuntabilitas dari para pejabat yang terlibat.

“Barisan Mahasiswa Indonesia dalam waktu dekat akan kembali melakukan demonstrasi untuk menindaklanjuti laporan dugaan korupsi di Dinas PUPR Kabupaten Bogor, serta menuntut pencopotan Iwan sebagai Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bogor,” seru Hikam menegaskan.

Mahasiswa berharap, dengan adanya laporan dan bukti yang mereka serahkan, KPK tidak hanya menyimpan atau mengabaikan laporan ini.

Mereka mendesak agar segera dilakukan pemeriksaan terhadap semua pihak yang terlibat, mulai dari pihak pelaksana teknis hingga pejabat tinggi terkait.

BACA JUGA :  MAKI Miris Lihat Pimpinan KPK dan Dewas Berseteru

Pihak KPK sendiri hingga berita ini diturunkan belum memberikan keterangan resmi terkait aksi mahasiswa dan dokumen yang diterima.

Namun, desakan dari mahasiswa ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi KPK untuk menunjukkan komitmennya dalam memberantas korupsi di tingkat daerah.

Aksi ini menjadi sinyal tegas bahwa publik, terutama generasi muda, semakin kritis dalam mengawasi jalannya pemerintahan dan menolak tegas segala bentuk praktik korupsi.

KPK pun diharapkan segera bertindak sesuai dengan bukti dan laporan yang telah diserahkan, demi keadilan dan pemberantasan korupsi di Kabupaten Bogor.

 

(RL/ID)
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Dua Kali Gagal P-21, H. Suradi Desak Kejati Sulsel Sikat Mafia Rincik Siluman
Tawuran Pecah di Kandea III Makassar, Rafli Tewas Diduga Kena Tembakan
Wawan Nur Rewa Ungkap Modus “Pakappala’ Tallang” Bos Kosmetik AHA
BGN Bekukan SPPG Watubangga Kendari Pasca 57 Pelajar Keracunan MBG
Tak Terima Diserang Hoaks di Medsos, Istri Aiptu Darius Bakal Polisikan Mantan
Pendekar Hukum Indonesia Desak Wali Kota Makassar Evaluasi Total Kadisdik
Tepis Fitnah Keji, Eks Paur Propam Makassar Sebut Mantan Istri Playing Victim
Laskar Indonesia Kuliti Borok Revitalisasi Sekolah di Parepare, Diduga Digarap Kontraktor

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:53 WITA

Dua Kali Gagal P-21, H. Suradi Desak Kejati Sulsel Sikat Mafia Rincik Siluman

Senin, 28 September 2026 - 02:24 WITA

Tawuran Pecah di Kandea III Makassar, Rafli Tewas Diduga Kena Tembakan

Sabtu, 26 September 2026 - 18:32 WITA

Wawan Nur Rewa Ungkap Modus “Pakappala’ Tallang” Bos Kosmetik AHA

Rabu, 23 September 2026 - 14:28 WITA

BGN Bekukan SPPG Watubangga Kendari Pasca 57 Pelajar Keracunan MBG

Minggu, 20 September 2026 - 20:21 WITA

Tak Terima Diserang Hoaks di Medsos, Istri Aiptu Darius Bakal Polisikan Mantan

Berita Terbaru