Kasus Pengrusakan Pohon Terkesan ‘Tidur’, Polsek Barombong Terlihat Tak Bernyali?

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:56 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Kasus Pengrusakan Pohon Terkesan ‘Tidur’, Polsek Barombong Terlihat Tak Bernyali?

Petugas bersama pihak terkait saat berada di lokasi dugaan pengrusakan lingkungan dan penebangan pohon di wilayah Barombong yang dilaporkan oleh ahli waris Tamanggong Daeng Lira

Zonafaktualnews.com – Penanganan laporan dugaan pengrusakan lingkungan dan penebangan pohon tanpa hak di wilayah Barombong, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), terkesan “tidur”.

Laporan yang telah diajukan sejak 16 April 2026 itu hingga kini dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan, bahkan membuat Polsek Barombong terlihat tak bernyali dalam menuntaskan penanganan perkara tersebut.

Kasus tersebut berkaitan dengan dugaan pembabatan pohon pada lahan yang disebut masih berkaitan dengan hak dan kepentingan keluarga ahli waris, termasuk Debo Daeng Ngugi.

Lambannya penanganan perkara membuat pihak keluarga mulai mempertanyakan keseriusan aparat dalam menindaklanjuti laporan tersebut.

Menurut pihak ahli waris, hingga Jumat (1/5/2026), belum terlihat langkah hukum yang dianggap konkret.

BACA JUGA :  Ngawur Dinkes Takalar Klaim Lahan Warga Tanpa Kompensasi

Sementara itu, pihak terlapor disebut masih beraktivitas di sekitar lokasi yang dipersoalkan.

Kondisi tersebut memunculkan kesan seolah perkara berjalan di tempat tanpa arah penanganan yang jelas.

Situasi itu pun mulai menuai perhatian publik dan sejumlah awak media yang mengikuti perkembangan kasus tersebut.

Perwakilan ahli waris meminta aparat kepolisian segera mengambil langkah hukum sesuai prosedur, mulai dari pemanggilan pihak terkait, pemeriksaan lokasi, hingga tindakan pengamanan hukum lainnya agar perkara tidak terus berlarut.

“Kami meminta adanya kepastian hukum atas laporan ini. Jika benar terjadi pengrusakan dan penebangan tanpa hak, maka proses hukum harus dijalankan secara profesional, transparan, dan objektif,” ujar salah satu perwakilan ahli waris dalam keterangannya, Jumat (1/5/2026).

BACA JUGA :  Kepergok Selingkuh dengan Teman Istri, Pria di Gowa Aniaya Pasangan

Sejumlah awak media yang mengikuti perkembangan kasus tersebut menilai penanganan perkara perlu dilakukan secara terbuka dan proporsional, mengingat dugaan tindakan itu berpotensi menimbulkan kerugian terhadap pihak ahli waris maupun lingkungan sekitar.

Berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku, tindakan merusak atau menebang pohon milik pihak lain tanpa hak dapat dikenakan sanksi pidana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Pasal 521 KUHP mengatur tentang perbuatan merusak barang milik orang lain secara melawan hukum.

BACA JUGA :  Ahli Waris Berang, Tanah Warisan di Galesong Utara Disulap Jadi Aset Koperasi

Sementara Pasal 479 KUHP dapat dikenakan apabila hasil tebangan diduga diambil atau dikuasai untuk kepentingan pribadi.

Pihak ahli waris berharap aparat penegak hukum segera memberikan kepastian hukum atas laporan yang telah diajukan agar proses penegakan hukum berjalan adil, transparan, dan profesional.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polsek Barombong belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penanganan laporan tersebut.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Sentil Bahaya IPO Paksaan, Mintarsih Dukung Polri Sikat Penggoreng Saham
Motor Emak Diembat Buat Biayai Pacar, Wanita Bucin di Bone Dicokok Polisi
Jambret Sial, Niat Rampas HP Malah Tumbang Ditendang Wanita Silat di Mamuju
Pembalut Wanita “Dipalak” PPN 11 Persen, Pemerintah Diminta Kaji Ulang
Binance Kena Hack Rp114 Triliun, Laptop Karyawan Jadi Celah Masuk Hacker
Kebijakan Tidak Jalan! Gerindra Sebut Tiga Menteri Layak Diberi “Rapor Merah”
Digeruduk Loyalis Usai Fitnah Anggota DPR RI, Kadispar Sultra Minta Maaf
Tawuran Pecah di Makassar, Konvoi Motor Diserang Pakai Busur dan Batu