Mantan Presiden BEM UNM Kecam Tindakan Intimidatif Anggota Polda Sulsel

Minggu, 3 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Presiden BEM UNM, Hasrul

Mantan Presiden BEM UNM, Hasrul

Zonafaktualnews.com – Mantan Presiden BEM Universitas Negeri Makassar (UNM), Hasrul, melontarkan kecaman keras terhadap tindakan sejumlah anggota Polda Sulsel yang diduga bersikap represif saat mendatangi sekretariat Komite Aktivis Mahasiswa Rakyat Indonesia (KAMRI), Jumat (1/5/2026) dini hari.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 WITA ketika Aliansi Rakyat Menggugat sedang menggelar konsolidasi internal untuk mempersiapkan rangkaian aksi May Day.

Dalam situasi itu, puluhan aparat yang mengaku berasal dari Resmob disebut masuk secara paksa ke lokasi dan meminta kegiatan segera dihentikan.

Hasrul menilai tindakan aparat kepolisian tersebut tidak dapat dibenarkan karena dilakukan tanpa menunjukkan dasar hukum maupun surat perintah resmi.

Ia menyebut langkah tersebut sebagai bentuk intimidasi terhadap ruang gerak kelompok sipil dan aktivis mahasiswa.

“Tindakan ini adalah bentuk pembungkaman terhadap ruang-ruang sipil. Aparat tidak hanya melanggar prosedur dengan masuk tanpa surat perintah, tetapi juga menunjukkan praktik kekuasaan yang sewenang-wenang dan intimidatif,” tegas Hasrul selaku Kader KAMRI sekaligus Mantan Presiden BEM UNM dalam keterangannya, Minggu (3/5/2026).

BACA JUGA :  4 Penculik Anak Ditampilkan, Polda Sulsel Ungkap Bilqis Dijual Sampai Rp80 Juta

Menurutnya, tindakan aparat bukan hanya persoalan teknis prosedural, melainkan telah mencederai nilai demokrasi dan supremasi hukum yang seharusnya dijaga oleh institusi penegak hukum.

Hasrul juga mempertanyakan alasan pembubaran konsolidasi tersebut, mengingat kegiatan yang dilakukan bersifat internal dan berlangsung secara damai tanpa adanya tindakan yang melanggar hukum.

Ia pun mendesak Kapolda Sulawesi Selatan agar tidak sekadar melakukan evaluasi internal, tetapi juga mengambil tindakan tegas terhadap aparat yang terlibat dalam insiden tersebut.

Hasrul menilai pembiaran terhadap tindakan represif hanya akan memperburuk citra kepolisian di mata publik serta memperkuat kesan adanya praktik intimidasi terhadap kelompok masyarakat sipil.

BACA JUGA :  Sengketa Lahan Gedung Hamrawati di Makassar Memanas, Warga Blokir Jalan

“Jika tindakan seperti ini terus dibiarkan, maka publik patut mempertanyakan komitmen institusi kepolisian terhadap demokrasi dan penegakan hukum. Aparat seharusnya melindungi, bukan justru menjadi ancaman bagi warga negara,” lanjutnya.

Hasrul menegaskan bahwa hak berkumpul dan menyampaikan pendapat merupakan bagian dari prinsip demokrasi yang tidak boleh dibungkam melalui tekanan maupun intimidasi dari pihak mana pun.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Massa Tak Dikenal Merangsek, Sesi Diskusi 3 Pejabat di UGM Berakhir Ricuh
PERMAHI Kritisi Krisis Air Bersih di Tallo, Sebut Pelayanan Publik Amburadul
Polisi Dalami Kasus Kematian Pegawai SPPG di Kos Makassar, Motif Masih Misterius
Reformasi Jilid II Meledak, Mahasiswa Desak Prabowo-Gibran Lengser dari Jabatan
Disdik Cuci Tangan, Kepsek-Panitia SPMB SMAN 1 Parepare Gagal Jelaskan Skor
2 Lurah di Kendari Terciduk Pesta Miras dan Open BO, Kantor Dijadikan Lokalisasi
Usai Jadi Tersangka MBG, Sony Sonjaya Sebut Nanik S Deyang Pemain Utama
Viral, Tangis Ibu Lansia di RS Balai Paru : “Rita, Sakit’ka Nak, Tidak Ada yang Lihat’ka”

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 02:23 WITA

Massa Tak Dikenal Merangsek, Sesi Diskusi 3 Pejabat di UGM Berakhir Ricuh

Rabu, 17 Juni 2026 - 01:29 WITA

PERMAHI Kritisi Krisis Air Bersih di Tallo, Sebut Pelayanan Publik Amburadul

Rabu, 17 Juni 2026 - 00:33 WITA

Polisi Dalami Kasus Kematian Pegawai SPPG di Kos Makassar, Motif Masih Misterius

Selasa, 16 Juni 2026 - 01:51 WITA

Reformasi Jilid II Meledak, Mahasiswa Desak Prabowo-Gibran Lengser dari Jabatan

Senin, 15 Juni 2026 - 16:38 WITA

Disdik Cuci Tangan, Kepsek-Panitia SPMB SMAN 1 Parepare Gagal Jelaskan Skor

Berita Terbaru