Baliho “Piring Dipecah” Beredar, Maju Terus Bu Kepsek Berantas Pungli

Sabtu, 10 Juni 2023 - 16:15 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Baliho “Piring Dipecah” Beredar, Maju Terus Bu Kepsek Berantas Pungli

Baliho menyesatkan beredar

Zonafaktualnews.com – Dalam rapat pertemuan mediasi yang digelar oleh Disdik Makassar di SD Inpres Toddopuli 1.

Orangtua siswa menyinggung soal baliho “piring dipecah” alias baliho menyesatkan yang beredar di publik dan grup-grup WA

Baliho tersebut bertuliskan, “Kami pengurus komite, orangtua siswa dan guru. Tolak Zusanti jadi kepala sekolah SD Inpres Toddopuli 1,” demikian bunyi baliho itu

Pesan tulisan baliho seperti itu menurut Ketua F-KRB, Bima mengatakan dimaknai sebagai “piring oknum guru dipecah”

Yakni sebagai kelompok barisan orang-orang yang sakit hati lantaran tidak terima diusik kebiasaan punglinya yang dilakukan dari sejak dulu.

Pernyataan soal pungli ini disampaikan oleh orangtua siswa pada mediasi yang digelar oleh Dinas Pendidikan Makassar

Dikatakan, bahwa pernah ada pernyataan oknum guru tidak akan melakukan pungli. Pernyataan itu dibuat secara tertulis namun kemudian dilanggar lagi.

“Sudah pernah pak kadis oknum guru menandatangani pernyataan itu namun diulang lagi” ujar Bima dengan mengutip  pernyataan salah satu wali siswa saat persoalan pungli itu disampaikan ke Kadisdik Makassar, Sabtu (10/6/2023)

Sementara itu, orangtua siswa sangat mendukung langkah Kepsek Zusanti untuk tidak berhenti dalam memberantas pungli yang terjadi di ruang lingkup SD Inpres Toddopuli 1 Makassar.

BACA JUGA :  Karyawati Disabilitas Diperkosa Bos Warung Coto Makassar

“Maju terus bu kepsek kami mendukung  bersihkan semua virus virus itu” katanya

Tak hanya pungli dan soal baliho  persoalan mogok kerja yang dilakukan oleh oknum-oknum guru pun disentil oleh orangtua siswa.

Sejumlah orangtua siswa menolak baliho Kepsek Zusanti yang ingin dilengserkan itu. Dan memprotes oknum-oknum guru yang ingin mogok mengajar di sekolah.

“Kami orangtua murid menolak Kepsek diperlakukan seperti itu oleh guru guru itu.” teriak sejumlah orangtua siswa di dalam rapat antara Kepsek, orangtua murid dan Kadis Pendidikan yang tidak dihadiri oknum-oknum guru tersebut.

Sebagian guru mogok mengajar dan membawa baliho penolakan atas Kepsek SD Inpres Toddopuli 1 ke DPRD Makassar

“Sementara ada Disdik Makassar kenapa harus ke dewan kenapa tidak ke Disdik?” protesnya orangtua siswa ke Kadisdik.

Kadis Pendidikan Makassar, H.Muhyiddin yang mendengar protes orangtua siswa itu memberikan tanggapan positif

“Tidak dibenarkan itu, tidak ada alasan mogok mengajar hanya untuk mendemo kepseknya. dan kenapa ke dewan kenapa tidak ke dinas pendidikan? ini yang tidak saya benarkan jangan sampai hal ini ditunggangi politik.” kata Muhyiddin menjawab protes orangtua murid

BACA JUGA :  Elektabilitas Ganjar dan PDI Perjuangan Semakin Merosot

Diberitakan sebelumnya, Forum Koalisi Rakyat Bersatu (F-KRB) menyoroti soal undangan mediasi yang digelar oleh Disdik Makassar di SD Inpres Toddopuli 1.

Undangan mediasi itu ditujukan kepada Kepsek SD Inpres Toddopuli 1 Makassar, sejumlah oknum guru, ketua komite sekolah dan orangtua murid, Sabtu (10/6/2023).

Tujuan undangan yang dibuat Disdik Makassar dan dihadiri oleh Kepala Dinas guna untuk memediasi terkait polemik pungli juga kisruh antara Kepsek dengan sejumlah oknum guru dan Ketua Komite.

“Jangankan Kepsek, undangan Kadis saja oknum guru tak hargai” ujar Bima kepada media ini, Sabtu (10/6/2023)

Acara mediasi yang digelar di SD Inpres Toddopuli 1 Makassar dihadiri oleh Kepsek Zusanti, Kadisdik, Dewan Komite dan Orangtua murid, sementara oknum-oknum guru dan Ketua Komite tak ada.

“Saya salut sama pak Kadis berupaya menengahi polemik ini namun sayangnya oknum guru dan ketua komite tak hadir” ungkapnya

Bima mengatakan, sejumlah orangtua murid yang hadir kompak memprotes oknum oknum guru tersebut.

Orangtua murid tersbeut baru bisa legah menyampaikan kisi kisinya lantaran didengarkan oleh Kadisdik H.Muhyiddin.

BACA JUGA :  Kasus Tipu-tipu Arisan Online, Oknum Brimob dan Istri Dipolisikan

“Dari pertemuan ini saja sejumlah orangtua murid blak-blakan terkait penyelewengan oknum oknum guru. Artinya dengan ini saja sudah jelas membuktikan mereka bersalah dan menghindari mediasi tersebut” kata Bima

Orangtua murid kata Bima meminta kepada Kadisdik menyatakan sikap untuk mengambil tindakan tegas. Bukan baru lagi, sejumlah orangtua murid mulai merasa geram

“Mediasi tadi banyak orangtua siswa geram dan protes. Sehingga mereka meminta kepada Kadis untuk menyingkirkan virus-virus perusak” bebernya.

Kendati demikian, F-KRB akan tetap mengawal kasus pungli dan sejumlah kasus lainnya yang diduga dilakukan oleh sejumlah oknum guru demi menutupi penyelewengan itu.

“Termasuk penamatan SD kelas 6 yang digelar di hotel mewah Makassar tadi (10/6/2023), itu diduga hasil pungutan Rp 500 ribu per siswa dan bagaimana peruntukkannya serta kelebihan harga hotel tersebut” pungkasnya

Hingga berita ini diterbitkan belum ada komentar oknum guru dan komite sekolah terkait soal dugaan pungli ini.

 

(Tim)

Berita Terkait

DPO Tewas Usai Ditangkap, LKBHMI Desak Kapolri Uji Rantai Komando Polda Sulsel
APAK dan GRH Desak Kejari Periksa Ketua KONI Makassar Terkait Hibah
DPO Bantaeng Tewas Ditembak, Dirnarkoba Polda Sulsel Diminta Dicopot
Dua Kali Gagal P-21, H. Suradi Desak Kejati Sulsel Sikat Mafia Rincik Siluman
Tawuran Pecah di Kandea III Makassar, Rafli Tewas Diduga Kena Tembakan
Wawan Nur Rewa Ungkap Modus “Pakappala’ Tallang” Bos Kosmetik AHA
BGN Bekukan SPPG Watubangga Kendari Pasca 57 Pelajar Keracunan MBG
Tak Terima Diserang Hoaks di Medsos, Istri Aiptu Darius Bakal Polisikan Mantan

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 17:16 WITA

DPO Tewas Usai Ditangkap, LKBHMI Desak Kapolri Uji Rantai Komando Polda Sulsel

Rabu, 30 September 2026 - 17:02 WITA

APAK dan GRH Desak Kejari Periksa Ketua KONI Makassar Terkait Hibah

Rabu, 30 September 2026 - 03:50 WITA

DPO Bantaeng Tewas Ditembak, Dirnarkoba Polda Sulsel Diminta Dicopot

Senin, 28 September 2026 - 14:53 WITA

Dua Kali Gagal P-21, H. Suradi Desak Kejati Sulsel Sikat Mafia Rincik Siluman

Senin, 28 September 2026 - 02:24 WITA

Tawuran Pecah di Kandea III Makassar, Rafli Tewas Diduga Kena Tembakan

Berita Terbaru