Anies dan Ganjar Saling Mendukung Tolak Jadi Koalisi Pemerintah

Selasa, 7 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anies dan Ganjar bersalaman usai acara debat Pilres 2024

Anies dan Ganjar bersalaman usai acara debat Pilres 2024

Zonafaktualnews.com – Anies Baswedan saling mendukung untuk menolak menjadi koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran.

Menurut Anies keputusan Ganjar yang menyatakan sikap tak akan masuk pemerintahan Prabowo-Gibran sudah tepat.

“Yang mendapatkan amanah konstitusi dari sebuah proses pilpres itu berada di dalam kabinet, yang tidak mendapatkan amanah berada di luar kabinet. Itu pakem saya katakan dari dulu,” kata Anies Baswedan kepada wartawan, Selasa (7/5/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anies menegaskan akan juga bersikap sama dengan Ganjar. Sama-sama menjadi penyeimbang pemerintahan selama 5 tahun kedepan.

Dia menjelaskan bentuk dari sikap oposisinya bakalan berbeda dengan Ganjar sebab dirinya tidak terafiliasi dengan partai politik sementara Ganjar kader PDIP.

Yang pasti, kata Anies yang bersama Ganjar kalah dari Prabowo pada Pilpres 2024, dirinya konsisten untuk selalu berada di jalan perubahan.

“Kalau Pak Ganjar kan ada di parpol, saya warga negara (biasa) dan saya selalu mengatakan tetap di jalan perubahan,” tandas Anies.

Ganjar sendiri telah mendeklarasikan menjadi oposisi pemerintah. Ganjar menyatakan tak akan masuk pemerintahan Prabowo-Gibran usai kalah di Pilpres 2024.

Sikap politik itu diungkapkan Ganjar saat acara halal bihalal Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud.

Turut hadir mantan cawapresnya Mahfud MD pada acara yang berlangsung di Jalan Teuku Umar 9, Menteng, Jakarta Pusat, Senin kemarin itu.

“Saya declare pertama saya tidak akan bergabung di pemerintahan ini, tapi saya sangat menghormati pemerintahan ini,” kata Ganjar.

Ganjar menegaskan sebagai oposisi dia tidak akan mencibir pemerintahan Prabowo-Gibran. Namun kritik tetap dia suarakan melalui cara yang benar, misalnya lewat jalur parlemen.

“Sehingga moralitas politiknya ada, cara berpolitik yang benar musti naik kelas, dan semua sama-sama terhormat, tidak perlu saling mencibir karena mencibir kita yang paling benar adalah di jalur yang pas, apa itu? Jalur parlemen.

Itulah cara yang paling bagus. Kita bisa melakukan tindakan-tindakan yang pas untuk melakukan suatu kontrol,” pungkasnya

 

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Di Balik Candaan “Disiden”, Apa Sebenarnya Sinyal Politik Prabowo ke Rocky Gerung?
Isu Pemakzulan Prabowo Subianto Disebut Dirancang, Pengamat Soroti Gibran
JK Dilaporkan 19 Organisasi Buntut Ceramah Syahid, Netizen: “Lebay Banget”
Isu “Gerakan Besar Juni” Bergulir, Tamsil Singgung Peluang Gibran Jadi Presiden
Pengamat Sentil Gibran, Tugas Papua Dinilai Lebih Penting dari Ngantor di IKN
Refleksi Setahun Sayuti–Husaini Memimpin Lhokseumawe, Rutinitas atau Transformasi?
Mantan Relawan: Jokowi Bukan Ahli Catur Politik, Tapi Manipulator Tak Tertandingi
Bayar Rp16,7 Triliun, Prabowo Masuk Barisan “Anak Buah” Perdamaian Versi Trump

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 09:52 WITA

Di Balik Candaan “Disiden”, Apa Sebenarnya Sinyal Politik Prabowo ke Rocky Gerung?

Jumat, 17 April 2026 - 01:30 WITA

Isu Pemakzulan Prabowo Subianto Disebut Dirancang, Pengamat Soroti Gibran

Rabu, 15 April 2026 - 01:10 WITA

JK Dilaporkan 19 Organisasi Buntut Ceramah Syahid, Netizen: “Lebay Banget”

Minggu, 12 April 2026 - 03:13 WITA

Isu “Gerakan Besar Juni” Bergulir, Tamsil Singgung Peluang Gibran Jadi Presiden

Rabu, 1 April 2026 - 16:37 WITA

Pengamat Sentil Gibran, Tugas Papua Dinilai Lebih Penting dari Ngantor di IKN

Berita Terbaru