Tolak Ketidakjelasan Lokasi, Emak-emak Minta Pembangunan Yon TP 868 Dihentikan

Sabtu, 22 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan warga, didominasi emak-emak Desa Rampoang, Kecamatan Tanalili, Luwu Utara, menggeruduk pos pembangunan Yon TP 868 untuk menyampaikan protes terkait ketidakjelasan lokasi pembangunan.

Ratusan warga, didominasi emak-emak Desa Rampoang, Kecamatan Tanalili, Luwu Utara, menggeruduk pos pembangunan Yon TP 868 untuk menyampaikan protes terkait ketidakjelasan lokasi pembangunan.

Zonafaktualnews.com – Ratusan warga Desa Rampoang, Kecamatan Tanalili, Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan (Sulsel) menggeruduk pos pembangunan Yon TP 868, Jumat (21/11/2025).

Aksi warga ini dilakukan sebagian besar oleh “ras terkuat” atau emak-emak dengan tertib dan damai, sebagai protes atas ketidakjelasan lokasi pembangunan Yon TP 868.

Masyarakat yang didampingi Anggota DPRD Lutra, Heriansa Efendi, Kepala Desa Rampoang, serta beberapa mantan kepala desa, meminta agar seluruh aktivitas di lahan tersebut dihentikan sementara.

Heriansa menyampaikan kepada Danpos Tanalili, Serma Rante, yang hadir di lokasi, bahwa aktivitas pembangunan Yon TP 868 harus dihentikan sementara waktu sebelum ada kesepakatan antara masyarakat dan pemerintah terkait lokasi pembangunan.

“Kami minta segala aktivitas yang saat ini berjalan agar dihentikan sementara waktu,” tegas Heriansa.

Heriansa menambahkan bahwa persoalan ini akan dibawa ke Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD untuk dibahas bersama pihak-pihak terkait.

BACA JUGA :  Disbun Mangkir, Polemik Lahan Pembangunan Yon TP 872 Berlanjut ke DPRD Sulsel

Serma Rante yang menerima kedatangan warga dengan baik menyatakan akan meneruskan aspirasi tersebut kepada pimpinan.

“Kami akan menyampaikan keinginan masyarakat kepada pimpinan kami,” ujarnya.

Serma Rante juga ditugaskan untuk meminta data terkait masyarakat yang menguasai lahan dan tanaman yang berada di lokasi. Namun apabila masyarakat menolak, hal itu juga akan disampaikannya kepada pimpinan.

BACA JUGA :  Pemprov Sulsel “Kajili-jili” Hibahkan Lahan Salah, DPRD Lutra Minta Yon TP 868 Diselesaikan

Adapun masyarakat berharap lokasi pembangunan tersebut dapat ditinjau kembali agar tidak merugikan pihak mana pun.

“Kami berharap agar lokasi pembangunan Yon TP 868 dapat ditinjau kembali oleh Pemprov,” ujar perwakilan warga.

Aksi berakhir sekitar pukul 16.30 Wita. Warga meninggalkan lokasi dengan damai dan tertib setelah menyampaikan aspirasi mereka.

(Ono)
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

DJP Serahkan Tersangka Sindikat Faktur Fiktif, Negara Dirugikan Rp170 Miliar
Trump Gulingkan Maduro Demi Minyak, Lalu Klaim Diri Presiden Venezuela
Kacau, 5 Tahun Mengendap, Kasus Penipuan di Polres Sidrap Baru Jalan Usai Viral Dulu
Puluhan Ibu Hamil, Anak Sekolah hingga Balita di Majene Diduga Keracunan MBG
Mencekam, Warga AS Diminta Tinggalkan Iran, Trump Keluarkan Ancaman Militer
Lima Tahun Mengendap, Dua Laporan di Polres Sidrap Diduga ‘Di-86-kan’
Demo Pemekaran Luwu Tengah Ricuh, 7 Orang Luka dan Pagar Kantor Gubernur Rusak
Polisi Amankan 4 Brimob Pelaku Penembakan di Tambang Ilegal Bombana

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 01:16 WITA

DJP Serahkan Tersangka Sindikat Faktur Fiktif, Negara Dirugikan Rp170 Miliar

Kamis, 15 Januari 2026 - 00:54 WITA

Trump Gulingkan Maduro Demi Minyak, Lalu Klaim Diri Presiden Venezuela

Rabu, 14 Januari 2026 - 21:30 WITA

Kacau, 5 Tahun Mengendap, Kasus Penipuan di Polres Sidrap Baru Jalan Usai Viral Dulu

Rabu, 14 Januari 2026 - 02:11 WITA

Puluhan Ibu Hamil, Anak Sekolah hingga Balita di Majene Diduga Keracunan MBG

Rabu, 14 Januari 2026 - 00:00 WITA

Mencekam, Warga AS Diminta Tinggalkan Iran, Trump Keluarkan Ancaman Militer

Berita Terbaru