Subcont Proyek Irigasi di Poreang Tana Lili Akui Ada Kekurangan, Kini Sudah Dibenahi

Minggu, 2 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekerja menggunakan molen saat pengerjaan proyek irigasi di Desa Poreang, Kecamatan Tana Lili, Luwu Utara.

Pekerja menggunakan molen saat pengerjaan proyek irigasi di Desa Poreang, Kecamatan Tana Lili, Luwu Utara.

Zonafaktualnews.com – Pihak pelaksana proyek irigasi di Desa Poreang, Kecamatan Tana Lili, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, akhirnya angkat bicara.

Galung, salah satu subkontraktor (subcont) dalam proyek tersebut, menyampaikan klarifikasi sekaligus apresiasi kepada pihak yang telah memberikan perhatian dan kritik terhadap pekerjaan di lapangan.

“Pertama-tama saya ingin ucapkan rasa terima kasih saya kepada anggota DPRD Kabupaten Luwu Utara Dapil Tiga Kecamatan Bone-Bone dan Tana Lili, bersama teman-teman dari LSM-Pers Luwu Utara yang telah turun langsung memantau pekerjaan kami di lapangan,” ujar Galung kepada wartawan, Minggu (2/11/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Galung tak menampik bahwa dalam pelaksanaan pekerjaan proyek irigasi tersebut sempat ditemukan sejumlah kekurangan.

Ia menegaskan bahwa semua kekurangan itu telah diperbaiki secara menyeluruh sesuai kewenangan pihaknya sebagai subkontraktor yang bertanggung jawab atas pekerjaan fisik proyek.

“Adapun kekurangan kami dalam pekerjaan tersebut yang menjadi sorotan selama ini, itu kami sudah benahi semua sesuai kewenangan kami sebagai subcont yang bertanggung jawab atas pekerjaan fisik proyek irigasi tersebut,” tegasnya.

BACA JUGA :  DPRD Luwu Utara Berbagi Kebaikan dengan Buka Puasa Bersama Anak Yatim

Salah satu hal yang menjadi perhatian publik adalah penggunaan molen dalam proses pengadukan semen. Menurut Galung, persoalan itu kini sudah diselesaikan sepenuhnya.

“Salah satunya molen yang selama ini menjadi sorotan itu kami sudah lengkapi semua. Tidak ada lagi adukan semen atau campuran yang menggunakan cara manual. Bahkan kami sempat mengistirahatkan tukang kami beberapa hari untuk menunggu molen datang, khusus di Dusun Durian Pekko, dan memang molennya agak lambat datang,” jelasnya.

Lebih lanjut, Galung mengungkapkan bahwa pihaknya bahkan membongkar kembali sekitar 60 meter pekerjaan di Dusun Durian Pekko setelah mendapat laporan adanya pengerjaan yang tidak sesuai standar. Langkah itu diambil demi menjaga kualitas hasil proyek.

“Bahkan yang di Dusun Durian Pekko Desa Poreang, itu ada yang kami bongkar kurang lebih 60 meter panjangnya, setelah kami dapat laporan bahwa itu dikerja asal jadi oleh tukang. Demi menjaga kualitas pekerjaan jadi kami bongkar. Adapun yang kami sub itu ada dua titik, satu di Dusun Durian Pekko dan yang kedua di Dusun Kuluri, Desa Poreang. Selebihnya itu bukan kami,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Luwu Raya Terbentur Moratorium, Karimuddin: Moratorium adalah Kebijakan Administratif

Galung menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menutup diri terhadap kritik, melainkan menjadikannya bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan.

“Kami subcont siap dikritik. Kami akan selalu terbuka untuk komunikasi serta menerima saran dan masukan dari siapapun demi kebaikan kita semua,” ujarnya.

Menanggapi sikap terbuka dari pihak subcont, Andi Al Marwan turut memberikan apresiasi.

Marwan menilai langkah perbaikan yang dilakukan menunjukkan profesionalitas dan tanggung jawab meskipun status mereka hanya sebagai subkontraktor.

“Saya mengapresiasi sikap profesionalitas rekanan yang tidak alergi dengan kritikan, dengan melakukan upaya perbaikan di setiap titik pekerjaan dan memaksimalkan kualitas mutu pekerjaan dengan fasilitas pendukung seperti ketersediaan molen di tiap-tiap titik pekerjaan,” kata Andi Al Marwan.

Marwan juga menambahkan, langkah tersebut seharusnya menjadi contoh bagi pihak-pihak lain dalam pelaksanaan proyek pembangunan, agar tetap terbuka terhadap pengawasan publik.

BACA JUGA :  Pemprov Sulsel “Kajili-jili” Hibahkan Lahan Salah, DPRD Lutra Minta Yon TP 868 Diselesaikan

“Saya salut dan apresiasi. Meskipun mereka hanya subcont, tetapi bertanggung jawab dalam segala hal yang dikritik baik dari beberapa anggota DPRD Luwu Utara Dapil 3 saat sidak maupun pihak Forum LSM-Pers yang turun langsung secara tim melakukan penelusuran serta monitoring terkait adanya aduan masyarakat,” lanjutnya.

Andi berharap, ke depan tidak ada lagi pihak rekanan yang bersikap defensif terhadap kritik, karena semua pekerjaan pembangunan menggunakan dana rakyat dan hasilnya kembali untuk masyarakat.

“Jadi harapan saya pribadi, ke depannya tidak ada lagi pihak-pihak rekanan yang alergi akan kritikan demi tercapainya harapan di setiap pekerjaan, baik itu sumbernya dari pusat, provinsi, maupun menggunakan dana daerah itu sendiri. Sebab semua dari hasil pajak masyarakat dan akan kembali ke masyarakat pula,” pungkasnya.

(Mahendra)
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Bandar Lintas Daerah Diciduk, 421 Gram Sabu Gagal Merusak Maros dan Bone
Bukan Prank! Pertamax Tembus Rp16.250, Pertalite dan Biosolar Belum Ikut Gila
Potret Buram Kelalaian Sistemik Pengelola Apparalang Tanpa Standar Keselamatan
Pesta Gay di Helen’s Night Mart Disikat Habis, Tiga Pemilik Diskotek Jadi Tersangka
Perang Kembali Membara, Iran Hujani Israel dengan Rudal Pasca Gencatan Senjata
Gempa 7,8 Magnitudo Guncang Filipina, Gunung di Danau Holon Runtuh
Sidang 387 di Makassar ‘Pincang,’ Penerima Paket Diadili, Pengendali Melenggang
Jejak Pelarian Pembunuh dan Pemerkosa Tante di Jeneponto Berakhir di Sigi

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:19 WITA

Bandar Lintas Daerah Diciduk, 421 Gram Sabu Gagal Merusak Maros dan Bone

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:55 WITA

Bukan Prank! Pertamax Tembus Rp16.250, Pertalite dan Biosolar Belum Ikut Gila

Rabu, 10 Juni 2026 - 02:14 WITA

Potret Buram Kelalaian Sistemik Pengelola Apparalang Tanpa Standar Keselamatan

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:57 WITA

Pesta Gay di Helen’s Night Mart Disikat Habis, Tiga Pemilik Diskotek Jadi Tersangka

Selasa, 9 Juni 2026 - 04:15 WITA

Perang Kembali Membara, Iran Hujani Israel dengan Rudal Pasca Gencatan Senjata

Berita Terbaru