Terganggu Main Game Online, Ayah Jahanam Bunuh Bayi

Sabtu, 11 Februari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pelaku ditangkap

Ilustrasi pelaku ditangkap

Zonafaktualnews.com – Bangsat dan jahanam kalimat yang pantas diberikan kepada pria inisial AB (26) asal Manado, Sulawesi Utara itu

AB tak pantas menyandang predikat sebagai sosok ayah. Pasalnya, bayi berinisial JV itu tewas dihabisi secara keji

Alasan AB itu membunuh sang bayi terbilang sepele karena merasa diganggu saat sedang main game online Mobile Legend

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

AB lantas emosi dan langsung memukul kepala dan bibir anak kandungnya menggunakan tangan

Namun tak berselang lama, AB merasa aneh dengan bayinya yang tampak tenang di ayunan gendongan.

Hingga akhirnya, AB pun membawa anaknya itu ke Rumah Sakit Bhayangkara Manado bersama istrinya, AF

Saat membawa anak perempuannya itu ke rumah sakit, AB terkejut mendengar vonis bayinya sudah meninggal dunia.

Mengetahui hal tersebut, AB pun menangis dan menyesali perbuatannya.

AB kini harus bertanggung jawab atas perbuatannya.

BACA JUGA :  Ayah Binatang Perkosa Anak Kandung hingga Melahirkan

AB pun telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polda Sulut.

Sebelum mengakui perbuatannya, AB ternyata sempat berbohong ke dokter rumah sakit.

AB menyebut anaknya meninggal dunia karena penyakit jantung.

Tak lantas percaya, petugas medis rumah sakit pun segera memeriksa tubuh bayi JV lantaran melihat banyak kejanggalan.

Hingga akhirnya, petugas medis RS Bhayangkara pun mengungkap hasil analisanya kepada penyidik Polda Sulut.

Penyidik lantas meminta izin kepada keluarga sang bayi untuk dilakukan autopsi terhadap bayi JV.

Melakukan autopsi pada Selasa (7/2/2023), didapatkan hasil bahwa korban meninggal akibat kekerasan benda tumpul.

“Korban sudah dilakukan otopsi pada Selasa dini hari di RS Bhayangkara Manado dan sudah ada hasil sementara. Korban mengalami kekerasan benda tumpul terutama pada bagian kepala dan wajah,” kata Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, Kamis (9/2/2023)

BACA JUGA :  Heboh, Aksi Bela Palestina di Bitung Diserang Kelompok Perusuh

Atas hasil pemeriksaan medis tersebut, penyidik pun segera menginterogasi pelaku.

AB lantas mengakui perbuatan kejinya yakni sering menganiaya sang bayi yang masih sangat belia.

Diakui AB, ia sering menyiksa bayi JV sejak usianya empat bulan.

AB kerap menyulut puntung rokok di perut bayi JV hingga menggigit perut korban.

Sementara itu, ibu korban sekaligus istri pelaku, AF tampak sangat terpukul dengan kejadian tersebut.

Bersama anak pertamanya, AF enggan menginjakkan kaki di rumahnya bersama pelaku di Kelurahan Ranotana Weru.

Hal itu diduga disebabkan oleh perasaan trauma AF terhadap tindakan kejam suaminya.

Kepiluan AF semakin terlihat jelas saat bertemu dengan jenazah anaknya, JV.

AF tampak menangis berkali-kali sembari menciumi wajah bayinya yang telah tiada.

AF pun memeluk erat bayi JV yang telah tenang di alam lain.

Diungkap adik pelaku bernama Stenly, AF hingga kini tak mau menginjakkan kaki di rumah bersama AB.

BACA JUGA :  Netizen Serukan Tangkap Ormas Penindas Massa Bela Palestina di Bitung

“Mereka untuk sementara ada di rumah kakaknya. Belum mau kembali kesini,” kata Stenly

Terkait sosok asli pelaku pembunuhan bayi, Stenly selaku adik mengungkap fakta mengejutkan.

Diungkap Stenly, AB tidak punya pekerjaan tetap

Lalu AF istri pelaku diketahui hanya seorang ibu rumah tangga (IRT).

“Dia (pelaku) hanya buruh bangunan. Kalau ada yang ajak kerja yah dia kerja. Tapi kalau tidak ada dia cuma di rumah,” ujar Stenly.

Mendekam di bui, AB kini ditahan di Polda Sulut.

Subdit Renakta Polda Sulawesi Utara menjerat Adrian dengan Pasal 80 ayat 1 sampai 4 Undang-undang Tentang Perlindungan Anak

“Ancaman hukumannya 15 tahun penjara, tapi ada tambahan sepertiga dari ancaman pokok karena yang melakukan adalah orang tuanya,” kata Kasubdit AKBP Paulus Palamba

Editor : Isal

Berita Terkait

Menakar Kinerja Polrestabes Makassar, Ada Apa di Balik Narasi “Kurang Bukti” Kasus MH?
Bandar Lintas Daerah Diciduk, 421 Gram Sabu Gagal Merusak Maros dan Bone
Pesta Gay di Helen’s Night Mart Disikat Habis, Tiga Pemilik Diskotek Jadi Tersangka
Jejak Pelarian Pembunuh dan Pemerkosa Tante di Jeneponto Berakhir di Sigi
Diduga Aniaya Bocah, Abit di Gowa Dipolisikan Usai Tabrak Kaki Korban Pakai Motor
Malam Minggu Apes, 13 Remaja “Painung Ballo” di Manggala Dikarungi Polisi
Kasus Sabu di Makassar, Kuasa Hukum BI Nilai Unsur Kesengajaan Tak Terbukti
3 Tahun Tak Tuntas, Kasus Hatta Hamzah di Makassar Tersandera Tarik-Ulur Berkas

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 01:42 WITA

Menakar Kinerja Polrestabes Makassar, Ada Apa di Balik Narasi “Kurang Bukti” Kasus MH?

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:19 WITA

Bandar Lintas Daerah Diciduk, 421 Gram Sabu Gagal Merusak Maros dan Bone

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:57 WITA

Pesta Gay di Helen’s Night Mart Disikat Habis, Tiga Pemilik Diskotek Jadi Tersangka

Senin, 8 Juni 2026 - 09:31 WITA

Jejak Pelarian Pembunuh dan Pemerkosa Tante di Jeneponto Berakhir di Sigi

Minggu, 7 Juni 2026 - 16:00 WITA

Diduga Aniaya Bocah, Abit di Gowa Dipolisikan Usai Tabrak Kaki Korban Pakai Motor

Berita Terbaru