Tak Puas Ngejos Sekali, “Manusia Silver” Habisi Nyawa Siswi SMP

Kamis, 26 Januari 2023 - 15:16 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Tak Puas Ngejos Sekali, “Manusia Silver” Habisi Nyawa Siswi SMP

Ilustrasi pembunuhan

Zonafaktualnews.com – Seorang siswi SMP di Sukoharjo berinisial EJR (14) tewas setelah ditusuk oleh pelanggan open BO-nya.

Pelaku pembunuhan sadis tersebut bernama Nanang Trihartanto (21), seorang residivis yang kesehariannya bekerja sebagai manusia silver. Biasa mengamen di lampu merah kawasan Kartasura, Sukoharjo.

Nanang si manusia silver tersebut menghabisi nyawa siswi SMP itu setelah selesai ngejos bareng dengan korban

Pelaku membunuh EJR di kebun kosong di belakang Karaoke KCRI, Desa Pandeyan Kecamatan Grogol, Kabupaten Grogol, Selasa (24/1/2023).

Meski sempat kabur keluar kota, polisi akhirnya berhasil menangkap Nanang si manusia silver, pembunuh siswa SMP tersebut

Kapolres Sukoharjo, AKBP Wahyu Nugroho Setiawan mengatakan pelaku ditangkap di wilayah Sidoarjo, Jawa Timur.

Pelaku menurut Kapolres langsung melarikan diri setelah melakukan aksi pembunuhan.

BACA JUGA :  Duh, Masih Bau Kencur, Sejoli SMP Skumet dalam Kelas

“Setelah kejadian dia langsung melarikan diri,” kata AKBP Wahyu.

Kasus pembunuhan ini bermula pada Senin (23/1/2023), sekitar pukul 12.00 WIB, pelaku menghubungi saksi 1 via WhatsApp

Pelaku mengaku jika mengenal korban melalui aplikasi Michat

Kemudian pelaku mengajak korban janjian bertemu di Hotel Setyorini.

“Pelaku mengaku sudah ada transaksi, korban membanderol Rp 300 ribu untuk satu jam, ” kata Kapolres saat jumpa pers dengan menghadirkan pelaku di Mapolres, Rabu (25/1/2023).

Pelaku sempat berbicara dengan korban jika hotel penuh, lalu korban diajak ke kos yang berada di Kartasura.

Setelah pelaku memuaskan hasrat nafsunya selama satu jam, ternyata pelaku ingin menambah jam lagi.

“Di jam ke 2 pelaku tidak puas, dikarenakan korban mengaku jamnya sudah habis,” ujarnya

BACA JUGA :  Biadab! 13 Pemuda Gilir Dua Gadis di Bawah Umur

Saat akan mengantar pulang, munculah hasrat untuk menghabisi nyawa korban sehingga dirinya membawa pisau.

“Motif pembunuhan pelaku mengakui belum puas dan ingin menguasai harta korban termasuk uang yang sudah dikasih korban saat jam ke 1,” jelas dia.

Lantas tanpa ampun kata AKBP Wahyu, pelaku menyekap korban dari belakang dan pelaku menusuk obeng sebanyak 7 hingga 9 kali di dada.

Namun karena belum puas pelaku menambahkan tusukan di arah dada dan leher dengan pisau.

“Pelaku sempat membanting korban hingga terjatuh, dan korban sempat melawan, dikarenakan korban sudah kehabisan darah pelaku langsung menghabisi nyawa korban,”  ujarnya

Usut punya usut, Nanang merupakan residivis Pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) di Magelang pada tahun 2020.

BACA JUGA :  Disekap dan Diancam, Wanita di Makassar Diperkosa 2 Kali Majikan, Istri Ikut Merekam

Sehari-hari dia bekerja menjadi manusia silver di sepanjang Kartasura.

Saat ditanyai, tersangka mengaku usai membunuh korban akan kabur menuju Kalimantan di mana anak dan istrinya berada. Tetapi rencana itu gagal karena ditangkap polisi

Atas tindakan sadis itu, pelaku dijerat Pasal 340 KUH Pidana atau Pasal 338 KUH pidana atau pasal 339 KUHP atau Pasal 365 ayat (3) KUHP atau Pasal 80 ayat (3) UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Ancaman hukumannya penjara seumur hidup hingga hukuman mati,” kata Kapolres mengakhiri

Editor : Isal

Berita Terkait

Ayah Tiri Mabuk Mengamuk di Gowa, Istri dan Anak Dihajar Pakai Kipas Angin
Misteri Inisial L Terkuak, Eks Kapolri Terseret Penyadapan Prabowo Jadi Tersangka
Ditinggal Istri Jual Ikan, Ayah Tiri Penyabu di Mamuju Hamili Gadis 13 Tahun
Motor Emak Diembat Buat Biayai Pacar, Wanita Bucin di Bone Dicokok Polisi
Jambret Sial, Niat Rampas HP Malah Tumbang Ditendang Wanita Silat di Mamuju
Tiga Pemalsu STNK di Kendari Diringkus, Duit Haram Dipakai Beli Sabu dan Judol
Kedua Tangan Diborgol Tali Tis, Mantan Bupati Gowa Dijebloskan ke Tahanan
Spill Tipis-tipis Isu Selingkuh Bupati-Ketua DPRD, Admin Lambe Turah Dipolisikan