Potret Makassar “Rantasa”, Sampah Dipilah Menumpuk 5 Hari di Borong

Jumat, 7 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret tumpukan sampah rumah tangga di sejumlah titik di Kelurahan Borong, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, yang disebut warga tidak diangkut selama lima hari. (Foto kolase)

Potret tumpukan sampah rumah tangga di sejumlah titik di Kelurahan Borong, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, yang disebut warga tidak diangkut selama lima hari. (Foto kolase)

Ringkasan

Warga Kelurahan Borong, Kecamatan Manggala, Makassar, melaporkan tumpukan sampah rumah tangga yang tidak diangkut selama lima hari di sejumlah titik, termasuk sekitar kantor lurah dan sepanjang Jalan Poros Toddopuli V. Sampah yang sudah dipilah maupun belum dipilah sama-sama menumpuk di tepi jalan, depan pertokoan, dan saluran drainase.

Warga menilai masalah utama bukan hanya pemilahan sampah oleh masyarakat, tetapi juga layanan pengangkutan yang tidak rutin. Mereka meminta pemerintah kota dan aparat setempat mengevaluasi sistem pengelolaan sampah, sementara pihak kelurahan dan kecamatan belum memberi tanggapan.

Zonafaktualnews.com – Di tengah upaya Pemerintah Kota Makassar mendorong masyarakat memilah sampah dari sumbernya, pemandangan berbeda justru terlihat di Kelurahan Borong, Kecamatan Manggala.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sampah yang telah dipilah maupun yang belum dipilah sama-sama menumpuk selama lima hari karena belum diangkut petugas kebersihan.

Pantauan zonafaktualnews.com, Jumat (7/8/2026), memperlihatkan tumpukan sampah tersebar di sejumlah titik. Mulai dari sekitar Kantor Lurah Borong, kawasan lampu merah, hingga sepanjang Jalan Poros Toddopuli V di sisi kiri dan kanan jalan.

BACA JUGA :  Izin W Super Club Ternyata Diterbitkan Pemprov Sulsel, Bukan Pemkot Makassar

Sampah rumah tangga tampak memenuhi depan pertokoan, warung, tepi badan jalan, hingga saluran drainase.

Tumpukan tersebut terdiri atas sampah organik, anorganik, dan residu, sementara di beberapa titik terlihat kantong plastik berisi sampah rumah tangga yang terus bertambah.

Tumpukan sampah rumah tangga di sejumlah titik di Kelurahan Borong, Kecamatan Manggala, Kota Makassar
Tumpukan sampah rumah tangga di sejumlah titik di Kelurahan Borong, Kecamatan Manggala, Kota Makassar

Menurut warga, kondisi itu bukan terjadi dalam sehari. Sampah disebut sudah tidak diangkut selama lima hari sehingga volumenya terus meningkat seiring aktivitas rumah tangga dan usaha masyarakat yang setiap hari menghasilkan limbah.

Warga menilai persoalan yang terjadi bukan semata-mata soal rendahnya kepatuhan masyarakat dalam memilah sampah. Mereka menyebut sampah yang sudah dipisahkan sesuai jenisnya pun tetap bernasib sama karena tidak diangkut oleh petugas.

BACA JUGA :  Gran Eterno Diduga Dipaksakan Jadi Lokasi PSEL, Laksus: Ada Potensi Gratifikasi

“Rantasa’ki (jorok) sekarang Makassar. Jangankan sampah yang tidak dipilah, yang sudah dipilah pun sama-sama tidak diangkat sampai lima hari. Jadi jangan hanya masyarakat yang disalahkan soal pemilahan,” ujar seorang warga Kelurahan Borong yang meminta namanya tidak dipublikasikan kepada zonafaktualnews.com, Jumat (7/8/2026).

Warga berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar bersama pemerintah kecamatan dan kelurahan segera mengevaluasi sistem pengangkutan sampah di wilayah mereka.

Sebab, menurut mereka, pemilahan dari sumber tidak akan berjalan efektif apabila pengangkutan tidak dilakukan secara rutin.

Harapan itu juga dikaitkan dengan pernyataan pemerintah yang sebelumnya menyebut penanganan persoalan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa, Antang, telah mencapai sekitar 93 persen.

Tumpukan sampah rumah tangga di sejumlah titik di Kelurahan Borong, Kecamatan Manggala, Kota Makassar
Tumpukan sampah rumah tangga di sejumlah titik di Kelurahan Borong, Kecamatan Manggala, Kota Makassar

Bagi warga, kondisi tersebut semestinya diikuti dengan layanan pengangkutan sampah yang lebih baik di tingkat permukiman.

BACA JUGA :  Kebijakan Pilah Sampah di Makassar Dinilai Sisakan Celah Kesiapan Sistem

“Kalau memang TPA Tamangapa sudah diklaim 93 persen beres, mestinya jangan ada lagi alasan sampah di lingkungan tidak diangkut. Sampah dipilah atau tidak dipilah, tetap harus ada pengangkutan. Pemilahan penting, tetapi pengangkutan juga merupakan tanggung jawab dalam sistem pengelolaan sampah,” katanya.

Kondisi di Kelurahan Borong memperlihatkan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada partisipasi warga dalam memilah sampah dari sumber.

Tanpa sistem pengangkutan yang konsisten dan tepat waktu, sampah yang telah dipilah sekalipun tetap berpotensi menumpuk di lingkungan.

Warga pun berharap penumpukan yang telah berlangsung selama lima hari itu segera ditangani agar tidak semakin mengganggu aktivitas masyarakat, menimbulkan bau, maupun memicu persoalan kebersihan di kawasan permukiman dan ruas jalan.

Hingga berita ini diterbitkan, Lurah Borong dan Camat Manggala belum memberikan klarifikasi maupun tanggapan terkait penyebab sampah tidak diangkut selama lima hari serta langkah yang akan dilakukan untuk mengatasi penumpukan tersebut.

(Id Amor)
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Terobos Lampu Merah, Perwira Polisi di Bone Tabrak Pemotor hingga Balita Tewas
Tuntutan Keturunan Kerajaan Gowa Dipenuhi, DPRD Dukung Cabut Perda LAD
TPA Tamangapa Diklaim 93%, Warga Tak Butuh Angka Tapi Bukti Angkut Sampah Basah
Rumor Perjanjian Rahasia Prabowo–Jokowi ‘Bocor’, Benarkah Ada Kesepakatan?
Hilang Saat Mabuk, Dg Unyu Ikut Tim SAR Cari Diri Sendiri
Patung “Wanita Biru” di Gurun Madinah Bikin Heboh, Karya Yahudi Dikritik
Sampah Menumpuk Sepekan Tak Diangkut, Warga Enrekang Tutup Jalan
TPA Disanksi, Mengapa Beban Pengolahan Sampah Ditimpuk ke Warga Makassar?

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:56 WITA

Potret Makassar “Rantasa”, Sampah Dipilah Menumpuk 5 Hari di Borong

Jumat, 7 Agustus 2026 - 01:03 WITA

Terobos Lampu Merah, Perwira Polisi di Bone Tabrak Pemotor hingga Balita Tewas

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:55 WITA

Tuntutan Keturunan Kerajaan Gowa Dipenuhi, DPRD Dukung Cabut Perda LAD

Kamis, 6 Agustus 2026 - 10:22 WITA

TPA Tamangapa Diklaim 93%, Warga Tak Butuh Angka Tapi Bukti Angkut Sampah Basah

Kamis, 6 Agustus 2026 - 00:57 WITA

Rumor Perjanjian Rahasia Prabowo–Jokowi ‘Bocor’, Benarkah Ada Kesepakatan?

Berita Terbaru