Santriwati Ngaku Dinodai Pendiri Al Zaytun: Disana Tak Kenal Dosa

Senin, 8 Mei 2023 - 08:43 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Tangkapan layar : pengakuan seorang wanita hijab yang mengaku dinodai oleh Pendiri Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang

Tangkapan layar : pengakuan seorang wanita hijab yang mengaku dinodai oleh Pendiri Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang

Zonafaktualnews.com – Pendiri Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang viral di media sosial

Pasalnya, seorang wanita berhijab mengaku dinodai pendiri Ponpes Al Zaytun Indramayu

Pengakuan itu diunggah oleh akun @Zahra di media sosial Helo

Dalam postingan itu, dia menyatakan bahwa pendiri Ponpes Al Zaytun Indramayu telah melakukan pelecehan seksual terhadapnya

Wanita berhijab dalam video tersebut mengklaim bahwa Panji Gumilang adalah seorang predator yang kerap kali berbuat asusila terhadap santriwatinya.

Bahkan dalam salat Idul Fitri kata dia diperbolehkan ikut pada barisan laki-laki dan perempuan di Ponpes Al Zaytun tersebut

BACA JUGA :  Polisi Gadungan Perawani Gadis 12 Tahun di Semak-semak

Kegiatan Ponpes yang tidak sesuai dengan syariat islam itu juga memperbolehkan santri melakukan gerakan aneh saat tengah adzan.

Selain itu, pendiri Ponpes Al Zaytun, juga menyatakan bahwa dia akan menjadikan santri putri sebagai khatib Jumat.

Wanita tersebut juga mengungkapkan bahwa dia mengalami trauma usai menjadi korban kejahatan seksual oleh Panji Gumilang.

Bahkan, dia menyatakan bahwa di Ponpes Al Zaytun Indramayu, tidak mengenal dosa.

Lebih parahnya, ia pernah dipaksa melayani pimpinan Ponpes sebelum dibolehkan mengurus ayahnya yang baru saja meninggal.

BACA JUGA :  Diiming-imingi Uang Rp 5000, Bocah Gadis Cantik di Kolut Diperkosa

“Di sana tidak mengenal dosa. Karena, saya harus melayani. Bahkan, pernah ada kejadian bapak saya meninggal,

Saya dipaksa melayani pimpinan sebelum mengurus bapak saya yang meninggal,” papar wanita berhijab warna kuning tersebut.

Dalam postingan video akun @Zahra di media sosial Helo tersebut terungkap juga sederet kasus Pimpinan Ponpes  Indramayu.

“Ternyata oh ternyata, dia mantan Napi dan diduga pernah menodai kehormatan mantan pegawai,” sebut video tersebut yang dilihat media ini Senin (8/5/2023)

BACA JUGA :  Terdakwa Kasus Suap Auditor BPK Rp 2,9 M Ngaku Ikut Perintah

Video yang telah ditonton lebih kurang 129.100 kali ini juga menguliti Panji Gumilang.

Berdasarkan video tersebut, Syaikh Panji Gumilang disebut pernah tersandung kasus penghinaan serta pencabulan guru-gurunya.

“Pondok Pesantren Indramayu ini tengah viral lantaran pelaksanaan Salat Idul Fitri 1444 H yang mencampurkan pria dan wanita dalam satu shaf,” papar video tersebut.

 

Editor : Isal
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Heboh, Kepsek dan Guru SD Pekalongan Terciduk “Adu Kelamin” di Ruang Kelas
Hercules Balas Tantangan Habib Bahar: Jangan Diadu Domba, Kita Ini Saudara
Gubernur Sulsel Dikuliti Netizen, Anggaran Sewa Bunga Rp1 Miliar Disoal
Heboh Link Video Kasir Indomaret 7 Menit di Medsos, Awas Jebakan Phishing
Heboh, Guru SD di Jeneponto Dijambak dan Dikeroyok Tiga Orang Tua Murid
269 Siswa di Karo Keracunan Massal Usai Santap MBG dari Dapur SPPG Kodim
Asyik Berdua Saat Suami Kerja, Istri di Bone dan Selingkuhan Digerebek Warga
Viral, Bu Haji dan RT Soal Sampah, Netizen: “Buang Saja Depan Kantor Wali Kota”

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 01:34 WITA

Heboh, Kepsek dan Guru SD Pekalongan Terciduk “Adu Kelamin” di Ruang Kelas

Senin, 31 Agustus 2026 - 01:43 WITA

Hercules Balas Tantangan Habib Bahar: Jangan Diadu Domba, Kita Ini Saudara

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:08 WITA

Gubernur Sulsel Dikuliti Netizen, Anggaran Sewa Bunga Rp1 Miliar Disoal

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:53 WITA

Heboh Link Video Kasir Indomaret 7 Menit di Medsos, Awas Jebakan Phishing

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 03:14 WITA

Heboh, Guru SD di Jeneponto Dijambak dan Dikeroyok Tiga Orang Tua Murid

Berita Terbaru

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Gara-gara Abu Vulkanik, Pak RT Salah Masuk Rumah Janda

Selasa, 8 Sep 2026 - 13:34 WITA