Posisi PKB Bisa Terancam Usai Golkar dan PAN Berkoalisi

Kamis, 17 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Partai Golkar dan PAN resmi bergabung  dengan koalisi yang terlebih dahulu antara Gerindra dan PKB

Partai Golkar dan PAN resmi bergabung dengan koalisi yang terlebih dahulu antara Gerindra dan PKB

Zonafaktualnews.com – Partai Golkar dan PAN resmi bergabung  dengan koalisi yang terlebih dahulu antara Gerindra dan PKB.

Semuanya, memberikan dukungan ke Prabowo Subianto sebagai calon presiden di Pemilu 2024.

Kehadiran Golkar dan PAN bisa mempengaruhi kesepakatan yang telah dibangun oleh PKB dan Gerindra

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski sebelumnya Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) lebih dulu dibangun PKB namun bisa saja semua berubah.

Namun demikian calon wakil presiden yang akan mendampingi Prabowo harus mendapatkan persetujuan PKB.

BACA JUGA :  3 Parpol Koalisi Perubahan Siap Bergabung dengan PDIP

“Bagi PKB, dengan masuknya partai-partai lain ke dalam koalisi, muncul kebutuhan untuk mempertegas Piagam KKIR sebagai pijakan awal koalisi,” kata pengamat politik Yudha Kurniawan, Rabu (16/8/2023).

“Hal ini menjadi bagian dari upaya untuk memastikan nilai tawar yang besar bagi posisi PKB di dalam koalisi dalam menentukan arah koalisi ke depan,” lanjutnya.

Dia pun melihat, kedua partai yang baru masuk belum menyampaikan untuk mendukung piagam KKIR.

BACA JUGA :  SBY Sentil Jokowi Jika Tak Suka Anies Jangan Dipaksa Jadi Tersangka

Di mana contohnya PAN yang sudah mempunyai Erick Thohir untuk ditawari mendampingi Prabowo, namun satu sisi PKB belum secara resmi setuju akan pilihan tersebut.

“Pasca deklarasi dukungan, belum terlihat sikap partai-partai lain terkait dengan Piagam KKIR. Disini peran partai Gerindra juga sangat penting untuk mendorong partai-partai lain menghormati piagam KKIR.” kata Yudha.

Menurutnya, bisa saja membuat PKB terancam posisinya. “Ada dua hal yang mungkin bisa ditempuh para partai koalisi pendukung Prabowo.

Pertama, melakukan kalibrasi ulang atas Piagam KKIR tanpa menegasikan peran PKB sebagai koalisi awal,” jelas Yudha.

PKB belum terlambat, ia bisa pindah haluan untuk bergabung koalisi dengan lain jika tak ada pihak yang memberikan partai pimpinan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin kuasa seperti awalnya.

BACA JUGA :  Pupus Sudah Impian AHY, Anies dan Cak Imin Resmi Deklarasi

“Belum terlambat bagi PKB untuk membangun konsensus baru dengan koalisi lama; PDI Perjuangan atau Demokrat,” kata Yudha.

 

 

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Damai Hari Lubis Tepis Isu Permohonan Maaf Datangi Jokowi Bersama Eggi Sudjana
Gerah Diseret Isu Ijazah Palsu Jokowi, SBY–Megawati Pertimbangkan Langkah Hukum
Proses Pemilihan RT di Rappokalling Diduga Penuh Settingan, Warga Geruduk Lurah
Suara Seri, RW 006 Karampuang Tentukan Ketua Usai “Digoccang”, Husain Terpilih
Pemilihan RT/RW Sarat Masalah, Canvasser MuLIA Tagih Janji, Jawaban Appi Bikin Kecewa
Banjir Berulang di Tripa, Ketua Fraksi NasDem Dorong Pemindahan Alur Sungai Lamie
Denny Indrayana Buka-bukaan Alasan Bela Roy Suryo: “Hukum Sedang Diperalat”
Pengacara Roy Suryo Telanjangi Penegakan Hukum, Firli dan Silfester Dibiarkan Bebas

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 21:40 WITA

Damai Hari Lubis Tepis Isu Permohonan Maaf Datangi Jokowi Bersama Eggi Sudjana

Kamis, 1 Januari 2026 - 20:21 WITA

Gerah Diseret Isu Ijazah Palsu Jokowi, SBY–Megawati Pertimbangkan Langkah Hukum

Selasa, 16 Desember 2025 - 19:03 WITA

Proses Pemilihan RT di Rappokalling Diduga Penuh Settingan, Warga Geruduk Lurah

Selasa, 9 Desember 2025 - 21:58 WITA

Suara Seri, RW 006 Karampuang Tentukan Ketua Usai “Digoccang”, Husain Terpilih

Senin, 8 Desember 2025 - 20:28 WITA

Pemilihan RT/RW Sarat Masalah, Canvasser MuLIA Tagih Janji, Jawaban Appi Bikin Kecewa

Berita Terbaru