PN Sinjai Kabulkan Praperadilan Kasus Laka Lantas, SP3 Polantas Dinyatakan Tidak Sah

Jumat, 23 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengadilan Negeri Sinjai Kelas II

Pengadilan Negeri Sinjai Kelas II

Zonafaktualnews.com – Pengadilan Negeri (PN) Sinjai secara terbuka untuk umum memutus perkara praperadilan kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang terjadi di Kecamatan Sinjai Selatan.

Dalam amar putusannya, hakim mengabulkan permohonan pemohon dan menyatakan Surat Penghentian Penyidikan (SP3) yang diterbitkan oleh Satuan Lalu Lintas Polres Sinjai tidak sah.

Putusan tersebut dibacakan oleh Hakim Tunggal Ahmad Wiranto, SH, dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Sinjai pada Kamis, 22 Januari 2026, sekitar pukul 17.00 WITA.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam putusannya, hakim memerintahkan agar perkara kecelakaan lalu lintas tersebut dibuka kembali dan proses penyidikan dilanjutkan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Pemohon dalam perkara ini, Sakka Daeng Sirua, melalui kuasa hukumnya dari ARY Law Office dan Partner, dinyatakan memenangkan praperadilan atas permohonan yang diajukan terhadap pihak termohon dari Satuan Lalu Lintas Polres Sinjai.

BACA JUGA :  Anggaran Program MBG di Sinjai Diduga Di-Mark Up, Mahasiswa Desak Polisi Selidiki

Meski demikian, pihak termohon masih diberikan waktu selama tujuh hari untuk menyatakan sikap pikir-pikir sebelum putusan tersebut berkekuatan hukum tetap (inkrah), sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Kuasa hukum pemohon menjelaskan bahwa permohonan praperadilan diajukan berangkat dari kronologis kejadian saat korban kecelakaan lalu lintas yang meninggal dunia di tempat kejadian perkara justru ditetapkan sebagai tersangka oleh Satlantas Polres Sinjai pada 6 November 2025.

Menurut kuasa hukum, dalam proses tersebut diduga terdapat kejanggalan, khususnya terkait prosedur penetapan tersangka.

Pasalnya, keluarga korban tidak menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) maupun surat penetapan tersangka secara resmi.

“Penetapan tersangka justru disampaikan secara lisan oleh Kanit Laka IPDA Ridwan, SH, yang mendatangi rumah orang tua korban dan menyampaikan bahwa korban telah ditetapkan sebagai tersangka,” ungkap pihak kuasa hukum.

BACA JUGA :  Tegur Suami Mabuk Ballo, Istri di Sinjai Dibacok Parang hingga Jari Tangan Putus

Peristiwa tersebut, lanjutnya, membuat ibu korban mengalami syok dan menangis, lantaran tidak memahami bagaimana mungkin anaknya yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas dapat ditetapkan sebagai tersangka.

Selain itu, kuasa hukum juga menyoroti adanya fakta bahwa pengemudi kendaraan yang terlibat kecelakaan mengajukan surat permohonan penitipan diri kepada penyidik dan dititipkan di Polres Sinjai selama kurang lebih satu bulan dengan alasan meminta perlindungan.

Tidak hanya itu, kuasa hukum pemohon turut mempertanyakan komposisi kuasa hukum termohon yang disebut berjumlah empat orang namun tidak seluruhnya berlatar belakang Sarjana Hukum, sementara Peraturan Kapolri Nomor 2 Tahun 2017 telah mengatur bahwa pemberian bantuan hukum di lingkungan Polri harus dilakukan oleh personel yang memiliki latar belakang pendidikan hukum.

BACA JUGA :  Ishak Hamzah Tumbangkan Polrestabes dan Kejaksaan Makassar Lewat Praperadilan

Kuasa hukum juga mempertanyakan legalitas penyidik yang menangani perkara tersebut, mengingat syarat penyidik harus berlatar belakang Sarjana Hukum serta memiliki sertifikat penyidik.

Atas dasar itu, pihak pemohon meminta Kapolres Sinjai agar melakukan evaluasi terhadap penyidik di Satuan Lalu Lintas yang dinilai tidak memenuhi syarat formal sebagai penyidik.

Ke depan, tim kuasa hukum pemohon juga menyatakan akan mengirimkan surat pengaduan ke Propam Polda Sulawesi Selatan hingga Propam Mabes Polri, terkait dugaan pelanggaran kode etik dalam penanganan perkara kecelakaan lalu lintas tersebut.

“Langkah tersebut kami tempuh agar persoalan ini dapat dievaluasi secara menyeluruh sesuai mekanisme yang berlaku,” ujarnya Sakka Daeng Sirua, melalui kuasa hukumnya ARY Law Office dan Partner dalam keterangannya, Kamis (22/1/2026).

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Begini Rincian 13 Proyek Hilirisasi Rp116 Triliun yang Diluncurkan Prabowo
Dulu Gagah Berseragam, Kini Didik–Malaungi Berbaju Oranye Terjerat TPPU Narkoba
Perjalanan KRL dari Bekasi Timur Jadi yang Terakhir, Nur Ainia Kompas TV Berpulang
Permintaan Izin Terbang Bebas AS di RI Dinilai Ancam Kedaulatan Negara
Korban Tewas Tabrakan KA Argo Bromo–KRL di Bekasi Timur Jadi 15 Orang
Kurniawan Nahkodai HMI KOMDAK Gowa, Tekankan Soliditas dan Amanah
Di Balik Candaan “Disiden”, Apa Sebenarnya Sinyal Politik Prabowo ke Rocky Gerung?
7 Penumpang Tewas, Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Diduga Berawal dari Taksi

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 13:52 WITA

Begini Rincian 13 Proyek Hilirisasi Rp116 Triliun yang Diluncurkan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 - 12:49 WITA

Dulu Gagah Berseragam, Kini Didik–Malaungi Berbaju Oranye Terjerat TPPU Narkoba

Rabu, 29 April 2026 - 09:20 WITA

Perjalanan KRL dari Bekasi Timur Jadi yang Terakhir, Nur Ainia Kompas TV Berpulang

Rabu, 29 April 2026 - 08:23 WITA

Permintaan Izin Terbang Bebas AS di RI Dinilai Ancam Kedaulatan Negara

Selasa, 28 April 2026 - 21:15 WITA

Korban Tewas Tabrakan KA Argo Bromo–KRL di Bekasi Timur Jadi 15 Orang

Berita Terbaru