Zonafaktualnews.com – Zhang Yiming, pendiri ByteDance, perusahaan induk TikTok, kini resmi dinobatkan sebagai orang terkaya di China.
Laporan terbaru dari Forbes Real-Time Billionaires menunjukkan kekayaan Zhang mencapai US$45,6 miliar, atau sekitar Rp702 triliun.
Posisi ini membuatnya menggeser Zhong Shanshan, pendiri Nongfu Spring, yang sebelumnya memimpin selama tiga tahun berturut-turut.
Zhang, pengusaha berusia 40 tahun ini, mencetak rekor baru sebagai miliarder termuda yang mencapai posisi puncak di Negeri Tirai Bambu.
Kesuksesan ByteDance, terutama dari TikTok dan platform domestik Douyin, menjadi pendorong utama melonjaknya kekayaannya.
Meskipun valuasi ByteDance mengalami penurunan dari US$400 miliar pada puncaknya di tahun 2021 menjadi US$217 miliar, kepemilikan saham Zhang di perusahaan tersebut tetap menghasilkan keuntungan besar.
Sementara itu, Zhong Shanshan, yang kini berada di posisi kedua dengan kekayaan sebesar US$43,3 miliar atau sekitar Rp666 triliun, mengalami penurunan kekayaan yang signifikan.
Penurunan ini terjadi akibat anjloknya saham Nongfu Spring sebesar 7,5 persen, menyusul laporan penurunan penjualan air kemasan pada 2024.
Hal ini semakin memperburuk posisinya di tengah tantangan yang dihadapi perusahaan tersebut dalam mempertahankan pangsa pasar air minum kemasan di China.
Namun, kesuksesan Zhang bukan tanpa tantangan. Di Amerika Serikat, ByteDance menghadapi tekanan setelah Presiden Joe Biden menandatangani perintah yang memaksa perusahaan untuk menjual TikTok atau menghadapi pemblokiran.
Ancaman ini terkait dengan kekhawatiran keamanan nasional karena kepemilikan ByteDance yang berbasis di China. Perusahaan diberi tenggat waktu hingga Januari 2024 untuk menyelesaikan penjualan tersebut.
Meskipun menghadapi berbagai rintangan di pasar internasional, bisnis ByteDance di dalam negeri tetap berkembang pesat.
Pada 2023, pendapatan perusahaan meningkat drastis menjadi US$120 miliar dari US$80 miliar pada tahun sebelumnya.
bersih perusahaan juga mengalami peningkatan signifikan, mencapai lebih dari US$40 miliar, jauh di atas tahun 2022 yang hanya sebesar US$25 miliar.
Sementara itu, aplikasi saudara TikTok di China, Douyin, terus menjadi kekuatan besar dengan lebih dari 700 juta pengguna aktif harian. Platform ini menjadi pendorong utama pertumbuhan pendapatan ByteDance, terutama dari iklan digital.
Dengan keberhasilan bisnis ByteDance di China, Zhang Yiming tidak hanya mempertahankan posisinya di puncak daftar orang terkaya, tetapi juga memperkuat dominasinya sebagai pengusaha teknologi global.
Ke depannya, tantangan geopolitik dan ketegangan dengan pemerintah asing akan menjadi ujian bagi Zhang dalam mempertahankan posisinya di kancah bisnis internasional.
Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di Google News





















