Harga Minyakita Dibayangi Sinyal Kenaikan, Zulhas Jadi Bulan-bulanan Warganet

Senin, 27 April 2026 - 19:26 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Harga Minyakita Dibayangi Sinyal Kenaikan, Zulhas Jadi Bulan-bulanan Warganet

Visual dibuat dengan Google AI Opal

Zonafaktualnews.com – Pemerintah memberi sinyal adanya potensi penyesuaian harga eceran tertinggi (HET) untuk produk Minyakita.

Hal ini mengemuka dalam rapat koordinasi yang melibatkan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Perdagangan Budi Santoso pada Rabu, 22 April 2026.

Dalam penjelasannya, Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa sekitar 132 juta liter minyak goreng dialihkan untuk program bantuan kepada 33 juta keluarga penerima manfaat.

Kebijakan tersebut berdampak pada berkurangnya pasokan di pasar tradisional, yang kemudian mendorong harga di lapangan melampaui batas HET.

BACA JUGA :  Kritik Meningkat, Mendagri Disorot Soal Wacana Jual Pulau Tanpa Izin Presiden

Situasi ini terjadi di tengah klaim bahwa produksi dan ketersediaan bahan baku masih dalam kondisi aman.

Di sejumlah daerah justru dilaporkan terjadi kelangkaan, memperkuat kekhawatiran publik terhadap stabilitas pasokan.

Isu kenaikan harga Minyakita pun cepat menyedot perhatian masyarakat, terutama di media sosial.

Sejumlah warganet meluapkan kritiknya terhadap kebijakan yang dinilai tidak sejalan dengan kondisi melimpahnya komoditas sawit di dalam negeri.

“Akhirnya salah kelola, sawit melimpah tapi harga minyak goreng naik. Salam akal sehat,” tulis salah satu pengguna Instagram.

BACA JUGA :  Mahfud Sebut Kejanggalan Kasus Afif Maulana Harus Diusut Tuntas

Komentar senada juga muncul dari pengguna lain yang mempertanyakan alasan di balik mahalnya harga minyak goreng di tengah produksi domestik yang tinggi.

Ada pula yang menyoroti ketidakmampuan menjaga stabilitas harga sebagai bentuk kegagalan kebijakan.

Gelombang kritik tersebut membuat nama Zulkifli Hasan menjadi sorotan tajam di ruang publik digital.

Zulhas dinilai perlu memberikan penjelasan lebih rinci agar polemik tidak semakin meluas.

Di sisi lain, potensi kenaikan harga Minyakita dikhawatirkan berdampak pada daya beli masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah.

BACA JUGA :  Rudy Tanoe Ditetapkan Tersangka Korupsi Bansos, Negara Dirugikan Rp200 Miliar

Jika belanja rumah tangga mulai tertahan hanya untuk kebutuhan pokok, maka efek berantai terhadap sektor lain bisa terjadi.

Perlambatan konsumsi ini pada akhirnya berpotensi menekan perputaran ekonomi secara keseluruhan, yang juga dapat berimbas pada penerimaan negara, termasuk dalam struktur APBN.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Ekspor Gas Dibatasi, Politikus Singapura Ancam Potong Kabel Internet Indonesia
Nolong CEO Montok, Dg Bentor Dapat Mata “Tembus Pandang”
Kedua Tangan Diborgol Tali Tis, Mantan Bupati Gowa Dijebloskan ke Tahanan
Geng Motor Tebar Busur Ketiban Sial, Motor Ludes Dibakar Massa di Makassar
Houthi Makin Brutal, Serpihan Rudal Hantam Kawasan 20 Km dari Makkah
Skandal CCTV di Gang Sepi
Jimly Usul Ijazah Capres Dihapus, Netizen Sindir Terapkan di Semua Lembaga
Bisnis Tambang Ilegal di Bontonompo Gowa Berjalan Mulus, Siapa yang Beri Restu?