Perang Iran Ancam Ekonomi Dunia, Sejumlah Negara Bisa Jatuh Bangkrut

Rabu, 25 Maret 2026 - 01:58 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Perang Iran Ancam Ekonomi Dunia, Sejumlah Negara Bisa Jatuh Bangkrut

Ilustrasi risiko kebangkrutan negara akibat konflik di Timur Tengah.

Zonafaktualnews.com – Konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel di kawasan Timur Tengah mulai memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi global.

Ketegangan di kawasan penghasil energi dunia tersebut berpotensi mendorong lonjakan harga minyak dan gas yang dampaknya dapat menjalar ke berbagai negara, terutama negara yang bergantung pada impor energi.

Sejumlah analis ekonomi internasional menyebut dampak konflik tidak akan dirasakan secara merata. Negara dengan ketergantungan impor energi tinggi, utang luar negeri besar, serta kondisi fiskal yang lemah dinilai menjadi kelompok paling berisiko mengalami krisis ekonomi.

“Lonjakan harga energi biasanya paling memukul negara dengan utang besar dan ketergantungan impor minyak tinggi,” kata seorang analis ekonomi global dalam laporan ekonomi internasional.

BACA JUGA :  Perang Kembali Membara, Iran Hujani Israel dengan Rudal Pasca Gencatan Senjata

Beberapa negara bahkan disebut berpotensi mengalami krisis keuangan serius hingga risiko gagal bayar utang jika harga energi terus meningkat dalam waktu lama.

Negara-negara yang dinilai paling rentan antara lain Sri Lanka, Pakistan, Mesir, Turki, dan India. Negara-negara tersebut memiliki kombinasi masalah seperti utang besar, impor energi tinggi, inflasi, serta cadangan devisa yang terbatas.

Selain itu, negara maju juga tidak sepenuhnya aman dari dampak krisis energi. Negara industri seperti Jerman, Italia, dan Inggris dinilai rentan terhadap lonjakan harga energi karena sektor industri dan listrik sangat bergantung pada gas dan minyak.

Sementara di Asia, Jepang juga termasuk negara yang sensitif terhadap konflik Timur Tengah karena sebagian besar impor minyaknya berasal dari kawasan tersebut dan melewati jalur Selat Hormuz.

BACA JUGA :  Rusia dan Korut Siap Lepas 60 Nuklir, Peringatkan AS Tak Asapi Konflik Timur Tengah

Negara-negara kawasan Teluk seperti Kuwait, Qatar, dan Bahrain juga menghadapi risiko jika jalur ekspor energi terganggu akibat konflik.

Gangguan distribusi minyak dapat menghambat ekspor dan menekan pendapatan negara, meskipun harga minyak dunia naik.

Para ekonom memperingatkan bahwa jika konflik di Timur Tengah mengganggu pasokan energi global dalam waktu lama, dampaknya bisa memicu inflasi global, pelemahan mata uang di negara berkembang, hingga krisis utang.

“Jika harga minyak melonjak dan bertahan tinggi, beberapa negara berkembang bisa menghadapi krisis fiskal dan risiko gagal bayar utang,” ujar seorang ekonom internasional.

BACA JUGA :  Harga Minyak Dunia Melonjak, APBN Diperkirakan Hanya Bisa Bertahan Singkat

Daftar Negara yang Berpotensi Bangkrut

Beberapa negara yang dinilai paling berisiko mengalami krisis ekonomi berat antara lain:

  • Sri Lanka
  • Pakistan
  • Mesir
  • Turki
  • India
  • Jepang
  • Italia
  • Inggris
  • Jerman

Negara-negara tersebut dinilai rentan karena kombinasi utang besar, ketergantungan impor energi, inflasi, serta kondisi ekonomi yang belum stabil.

Jika konflik Timur Tengah berlangsung lama dan harga energi terus melonjak, krisis ekonomi global berpotensi terjadi dan dapat menyeret sejumlah negara ke dalam krisis keuangan serius bahkan kebangkrutan.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Kejagung Jebloskan Kolonel Budi Utomo ke Sel Tahanan Kasus Korupsi MBG
Husniah Masih Jabat Bupati Gowa Meski Tersangka, F-KRB :Sudahlah, Kasih DM Saja
Terjerat Utang Misterius PNM Mekaar, Warga Takalar Ngaku Dirugikan
Owner Asaf Skincare Diciduk Polisi, Korban Desak Proses Hukum Dipercepat
Dua Kali Gagal P-21, H. Suradi Desak Kejati Sulsel Sikat Mafia Rincik Siluman
Tawuran Pecah di Kandea III Makassar, Rafli Tewas Diduga Kena Tembakan
Janji Nikah Ternyata Prank, Gadis 14 Tahun di Gowa Diperkosa Pemuda 3 Kali
Dulu Minimarket Gowa Dihajar Tak Goyang, Terjawab Usai Bupati Tersangka PBG

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 01:30 WITA

Kejagung Jebloskan Kolonel Budi Utomo ke Sel Tahanan Kasus Korupsi MBG

Selasa, 29 September 2026 - 20:50 WITA

Husniah Masih Jabat Bupati Gowa Meski Tersangka, F-KRB :Sudahlah, Kasih DM Saja

Selasa, 29 September 2026 - 03:52 WITA

Terjerat Utang Misterius PNM Mekaar, Warga Takalar Ngaku Dirugikan

Senin, 28 September 2026 - 21:54 WITA

Owner Asaf Skincare Diciduk Polisi, Korban Desak Proses Hukum Dipercepat

Senin, 28 September 2026 - 14:53 WITA

Dua Kali Gagal P-21, H. Suradi Desak Kejati Sulsel Sikat Mafia Rincik Siluman

Berita Terbaru