Saham Raja Nikel Kehilangan Taji, Kebijakan Pemerintah Jadi Katalis Kebangkitan

Senin, 15 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saham Raja Nikel MBMA berpotensi bangkit seiring kebijakan pemerintah membatasi investasi dan pasokan nikel Indonesia (Foto Ilustrasi)

Saham Raja Nikel MBMA berpotensi bangkit seiring kebijakan pemerintah membatasi investasi dan pasokan nikel Indonesia (Foto Ilustrasi)

Zonafaktualnews.com – Saham Raja Nikel tercatat masih tertahan pergerakannya meski indeks harga saham gabungan (IHSG) berhasil mencetak rekor baru di level 8.700.

Saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), emiten nikel dengan cadangan terbesar di Indonesia, dinilai belum menunjukkan performa maksimal.

Meski begitu, analis melihat adanya peluang kebangkitan seiring arah kebijakan pemerintah di sektor nikel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Analis Yuanta Sekuritas dalam riset terbarunya menyebut pemerintah berencana menerapkan moratorium investasi nikel, mencakup nickel pig iron (NPI), produk nikel kelas 2, mixed hydroxide precipitate (MHP), hingga nikel matte.

Kebijakan ini ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah nikel nasional dan diyakini dapat menjadi katalis positif bagi Saham Raja Nikel.

BACA JUGA :  Otoritas Pasar Modal Disentil MSCI, Prabowo Murka, Mintarsih: Wajar Presiden Marah

“Kebijakan tersebut tidak akan langsung mendorong kenaikan harga nikel dunia karena smelter yang masih dalam tahap konstruksi tetap dikecualikan dari moratorium,” tulis Yuanta dalam risetnya yang dikutip Senin (15/12/2025).

Yuanta juga mencatat tekanan harga NPI masih terjadi akibat faktor musiman. Selain itu, beberapa fasilitas high pressure acid leach (HPAL) yang memproduksi MHP diperkirakan mulai beroperasi pada tahun depan, sehingga menambah kapasitas sekitar 500 ribu ton per tahun.

Kondisi ini dinilai masih menahan pergerakan harga nikel dalam jangka pendek, termasuk bagi Saham Raja Nikel.

Meski demikian, dalam jangka panjang Yuanta menilai pengetatan investasi smelter merupakan langkah tepat untuk mengurangi kelebihan pasokan nikel di pasar global.

BACA JUGA :  Rupiah Anjlok hingga Tembus Level Terburuk Sepanjang Sejarah, Ini Penyebabnya

“Langkah ini berpotensi mendukung pemulihan harga nikel, terutama MHP yang digunakan sebagai bahan baku precursor baterai kendaraan listrik,” tulis Yuanta.

Selain itu, pemerintah juga disebut berencana membatasi produksi bijih nikel. Kebijakan ini diyakini akan menjaga harga bijih nikel tetap berada di level premium, dengan kisaran harga diperkirakan mencapai US$ 20 per ton, sehingga memperkuat prospek Saham Raja Nikel ke depan.

Yuanta mencatat, meski harga nikel global masih terkoreksi sekitar 3%, saham-saham nikel di Bursa Efek Indonesia tetap menarik untuk dicermati.

MBMA dipilih sebagai top pick sektor nikel karena dinilai memiliki kombinasi risiko dan peluang yang menarik serta potensi pembalikan kinerja keuangan.

BACA JUGA :  BBCA Nyungsep Rp225 Disapu "Tsunami", Isu Patgulipat Akuisisi Djarum Group

“Rekomendasi kami untuk MBMA adalah buy dengan target harga Rp 750, mencerminkan potensi kenaikan sekitar 40%,” tulis Yuanta.

Sementara itu, saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel juga direkomendasikan beli dengan target harga Rp 1.500.

Yuanta menilai NCKL relatif lebih defensif di tengah volatilitas harga nikel karena merupakan salah satu pionir industri pengolahan nikel di Indonesia, sekaligus memperkuat daya tarik Saham Raja Nikel di pasar.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Massa Tak Dikenal Merangsek, Sesi Diskusi 3 Pejabat di UGM Berakhir Ricuh
PERMAHI Kritisi Krisis Air Bersih di Tallo, Sebut Pelayanan Publik Amburadul
Polisi Dalami Kasus Kematian Pegawai SPPG di Kos Makassar, Motif Masih Misterius
Reformasi Jilid II Meledak, Mahasiswa Desak Prabowo-Gibran Lengser dari Jabatan
Disdik Cuci Tangan, Kepsek-Panitia SPMB SMAN 1 Parepare Gagal Jelaskan Skor
2 Lurah di Kendari Terciduk Pesta Miras dan Open BO, Kantor Dijadikan Lokalisasi
Usai Jadi Tersangka MBG, Sony Sonjaya Sebut Nanik S Deyang Pemain Utama
Viral, Tangis Ibu Lansia di RS Balai Paru : “Rita, Sakit’ka Nak, Tidak Ada yang Lihat’ka”

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 02:23 WITA

Massa Tak Dikenal Merangsek, Sesi Diskusi 3 Pejabat di UGM Berakhir Ricuh

Rabu, 17 Juni 2026 - 01:29 WITA

PERMAHI Kritisi Krisis Air Bersih di Tallo, Sebut Pelayanan Publik Amburadul

Rabu, 17 Juni 2026 - 00:33 WITA

Polisi Dalami Kasus Kematian Pegawai SPPG di Kos Makassar, Motif Masih Misterius

Selasa, 16 Juni 2026 - 01:51 WITA

Reformasi Jilid II Meledak, Mahasiswa Desak Prabowo-Gibran Lengser dari Jabatan

Senin, 15 Juni 2026 - 16:38 WITA

Disdik Cuci Tangan, Kepsek-Panitia SPMB SMAN 1 Parepare Gagal Jelaskan Skor

Berita Terbaru