Pakar IT Yovangga Anandhika Soroti Proyek Rp 2 M PPDB Sulsel yang Tak Becus

Senin, 26 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pakar IT Smart City, Yovangga Anandhika. Oganization Riset Teknologi

Pakar IT Smart City, Yovangga Anandhika. Oganization Riset Teknologi

Zonafaktualnews.com – Proyek anggaran senilai Rp 2 miliar yang dialokasikan pada Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) di Sulawesi Selatan (Sulsel) tahun 2023 menuai sorotan.

PPDB Sulsel yang bekerja sama dengan Telkom dan Tim Leader Proyek dari PT Karya Labkraf Indonesia itu pun bermasalah dan tidak becus, disinyalir dikorupsi.

Beberapa masalah dalam PPDB Sulsel yang dikeluhkan meliputi server yang down saat pendaftaran dilakukan dan perubahan pengumuman hasil PPDB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pasalnya, pada Pra PPDB Sulsel sudah bermasalah, dimana pendaftaran awal saja melalui akun perantara email dirubah menjadi via pesan WhatsApp. Bahkan email pendaftar juga diganti dengan melampirkan nomor NISN.

Menurut pihak penyelenggara, masalah tersebut disebabkan oleh tingginya trafik, dengan banyaknya calon peserta didik baru yang mendaftar secara anonim dan mengakses secara bersamaan, sehingga menyebabkan sistem menjadi down.

Kendati demikian, proyek yang menelan anggaran Rp 2 miliar itu diduga dikorupsi, tidak sesuai spesifikasi, kelayakan dan standarisasi mutu dan kualitas pemanfaatan yang tidak berbanding lurus dengan anggaran yang dihabiskan.

BACA JUGA :  Terdakwa Kasus Suap Auditor BPK Rp 2,9 M Ngaku Ikut Perintah

Tak bisa dipungkiri, proyek dengan anggaran Rp 2 miliar itu dinilai kacau dan tidak beres dari berbagi pihak bahkan menuai sorotan dari sejumlah orangtua siswa. Kadisdik Sulsel pun kalang kabut.

Yovangga Anandhika

Menanggapi down PPDB Sulsel tersebut, Pakar IT Smart City, Yovangga Anandhika. Oganization Riset Teknologi mengatakan bahwa ada beberapa hal yang perlu dibenahi dari segi development dan arsitektural aplikasi.

Yang dimana dengan anggaran yang dimaksud harusnya sudah sangat mencukupi untuk kebetuhan request per koneksi dan request persecond-nya.

Perlunya pembaharuan ini harus dilaksanakan dengan baik. Mulai dalam memilih backend server yang efisien menerapkan teknik fail over dan load balancing

Tujuannya agar menghindari down time yang notabenenya adalah sebuah aplikasi yang sangat riskan jika harus mengalami Downtime.

Sangat disayangkan anggaran Rp 2 M untuk mengadaan server dan perancangan aplikasi berbasis data sangat tidak mencukupi.

BACA JUGA :  Polri Dipermalukan, 2 Gadis Ini Joget Ngejek dengan Seragam Polisi

“Kita sudah memasuki era industry dan teknologi 4.0 tapi implementasi di lapangan tidak seperti yang terjadi,

Mulai dari development yang menggunakan bahasa program yang usang (kadaluarsa) dan tidak cocok untuk big request data atau dengan architectural database yang standar,

Tapi paling sering terjadi karena pemangkasan anggaran untuk infrastruktur terutama untuk perangkat keras dan available internet untuk mendukung keberlangsungan layanan” ujar Yovangga Anandhika kepada media ini, Senin (26/6/2023)

Yovangga Anandhika mengatakan Resource Server terutama RAM, Prosessor dan penyimpanan harus lebih dilakukan Cek oleh Badan Penyelidikan Keuangan.

“Dari segi teknikalnya saja kita sudah melihat bahwa untuk mengeluarkan anggaran Rp 2 M untuk kebutuhan aplikasi sudah lebih dari cukup,

Ini pengadaan yang tanpa riset terlebih dahulu menurut pendapat saya,

Dan saya anggap ini adalah masalah serius jika berkaitan kepada masyarakat apalagi tujuannya untuk pelayanan cepat,

Lantas kenapa teknologi mempersulit bukannya mempermudah ?” ungkap Yovangga Anandhika.

Yovangga menekankan bahwa ini lebih ke penentuan spesifikasi server, Arsitektural aplikasi dan database yang tidak efisien, dan tidak adanya failover atau cluster server (server lebih dari 1) untuk menangani kebutuhan layanan PPDB.

BACA JUGA :  Siswi SMA yang Dianiaya Patah Tulang, Briptu AD Sangka Korban Pria

“Ini jelas bukan tenaga yang ahli dalam menangani hal seperti ini. Perlu riset, dan keahlian yang mendalam untuk permasalahan microserver untuk calon siswa.” pungkasnya mengakhiri

 

Laporan : Oda | Editor : Isal
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Mahasiswi Perantau di Makassar Disekap dan Diperkosa Modus Loker Palsu
Kronologi Penemuan Mahasiswi Asal Torut Tewas di Kamar Kos Tidung Makassar
Prabowo Didesak Copot Karutan Masamba, Kepala BNNP Sulsel, Serta Evaluasi Kejati
Jukir Liar di CFD Boulevard Ogah Tanggung Jawab Usai Barang Milik Warga Hilang
DPR RI Didesak RDPU, Telanjangi Mafia Narkotika Kasus Jalur Medan–Makassar
Tambang Emas Ilegal Menggurita di Ulu Rawas, Negara Dinilai Kehilangan Wibawa
Mantan Presiden BEM UNM Kecam Tindakan Intimidatif Anggota Polda Sulsel
Kasus Pengrusakan Pohon Terkesan ‘Tidur’, Polsek Barombong Terlihat Tak Bernyali?

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 00:28 WITA

Mahasiswi Perantau di Makassar Disekap dan Diperkosa Modus Loker Palsu

Selasa, 12 Mei 2026 - 01:49 WITA

Prabowo Didesak Copot Karutan Masamba, Kepala BNNP Sulsel, Serta Evaluasi Kejati

Senin, 11 Mei 2026 - 01:41 WITA

Jukir Liar di CFD Boulevard Ogah Tanggung Jawab Usai Barang Milik Warga Hilang

Minggu, 10 Mei 2026 - 01:29 WITA

DPR RI Didesak RDPU, Telanjangi Mafia Narkotika Kasus Jalur Medan–Makassar

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:27 WITA

Tambang Emas Ilegal Menggurita di Ulu Rawas, Negara Dinilai Kehilangan Wibawa

Berita Terbaru