Menantu Jokowi dan Airlangga Hartarto Dituding Terlibat Penyelundupan Nikel

Rabu, 14 Agustus 2024 - 07:56 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Menantu Jokowi dan Airlangga Hartarto Dituding Terlibat Penyelundupan Nikel

Foto Ilustrasi Pertambangan Bijih Nikel (Ist)

Zonafaktualnews.com – Nama Bobby Nasution, menantu Jokowi, dan Airlangga Hartarto dituding terlibat kasus penyelundupan bijih nikel.

Tuduhan ini pertama kali mencuat melalui pernyataan ekonom terkemuka, Faisal Basri, dalam sebuah podcast bersama Guru Gembul.

Dalam percakapan tersebut, Faisal Basri mengungkapkan bahwa ada petinggi negara yang diduga terlibat dalam praktik ilegal ekspor bijih nikel, meskipun pemerintah telah memberlakukan larangan ekspor komoditas tersebut sejak 2020.

“Jika ada larangan dan permintaan dari luar negeri tetap tinggi, pasti ada yang mencoba menyelundupkan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Immanuel Ebenezer Terseret OTT KPK, Kursi Wamenaker Terancam Goyang

Faisal secara eksplisit menyebut nama Airlangga Hartarto dan Bobby Nasution sebagai sosok yang diduga terlibat dalam praktik penyelundupan tersebut.

“Yang menyelundup itu petinggi-petinggi. Airlangga Hartarto misalnya. Menantunya Pak Jokowi, Bobby Nasution,” ungkapnya dalam podcast yang disiarkan di kanal YouTube Guru Gembul dikutip pada Rabu (14/8/2024).

Menurut Faisal, informasi mengenai keterlibatan kedua tokoh tersebut diperoleh langsung dari KPK.

“Nama itu saya dapatkan dari KPK,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa dirinya sering membantu KPK dalam berbagai investigasi.

Lebih lanjut, Faisal Basri mengungkapkan adanya ketidaksesuaian data ekspor bijih nikel antara Indonesia dan China.

BACA JUGA :  Skandal Hotel MaxOne Makassar, L-Kompleks Minta Polisi Segera Tetapkan Tersangka

Meski Indonesia melaporkan nol ekspor bijih nikel sejak 2020 hingga 2022, data dari International Trade Center (ITC) menunjukkan bahwa China telah mengimpor 5,3 juta ton biji nikel dari Indonesia dalam periode yang sama.

“China mengimpor bijih nikel dari Indonesia, ada ternyata. Indonesia yang tidak melaporkan, Indonesia bilang nol karena dilarang kan,” jelas Faisal.

Praktik penyelundupan ini diperkirakan telah merugikan negara hingga ratusan triliun rupiah.

BACA JUGA :  KPK Melempem Periksa Bobby, Mahfud: Ini Lembaga Boneka, Titipan Siapa?

Selain bijih nikel, Faisal juga mengindikasikan adanya penyelundupan komoditas lain oleh oknum pejabat, meskipun ia memilih untuk tidak menyebutkan detail lebih lanjut karena masih dalam tahap investigasi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Bobby Nasution maupun Airlangga Hartarto terkait tudingan tersebut.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Pengamat Peringatkan Risiko “People Power Di-Nepal-kan” Jika Gibran Tak Mundur
Minta Gibran Lengser, Rocky Bak Kerbau Dicocok Hidungnya Usai Disemprot Bakom
Putusan MK Gagal Puaskan Publik, Prof Henri Sentil Polemik Ijazah Jokowi
Mahfud MD Sebut Wantimpres Lembaga Tak Berguna, Ruang Bicara Terkekang
Diduga Terpengaruh Tekanan, 9 Hakim MK Diadukan Terkait Kasus Gibran
Sindir Putusan MK, F-KRB: Gibran Ukir Sejarah Jadi Wapres Pertama Tanpa Ijazah SMA
MK Dianggap “Cuci Tangan” Tolak Diskualifikasi Gibran, Bola Panas ke DPR?
Suket Gibran Disebut Hasil Manipulasi, Buni Yani Desak MK Diskualifikasi

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:24 WITA

Pengamat Peringatkan Risiko “People Power Di-Nepal-kan” Jika Gibran Tak Mundur

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:21 WITA

Minta Gibran Lengser, Rocky Bak Kerbau Dicocok Hidungnya Usai Disemprot Bakom

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:13 WITA

Putusan MK Gagal Puaskan Publik, Prof Henri Sentil Polemik Ijazah Jokowi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:34 WITA

Mahfud MD Sebut Wantimpres Lembaga Tak Berguna, Ruang Bicara Terkekang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 02:52 WITA

Diduga Terpengaruh Tekanan, 9 Hakim MK Diadukan Terkait Kasus Gibran

Berita Terbaru