Kacau Nih, Jokowi Sebut Presiden Boleh Kampanye, Boleh Memihak

Rabu, 24 Januari 2024 - 06:27 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Kacau Nih, Jokowi Sebut Presiden Boleh Kampanye, Boleh Memihak

Kacau Nih, Jokowi Sebut Presiden Boleh Kampanye, Boleh Memihak

Zonafaktualnews.com – Jokowi menegaskan seorang Presiden juga diperbolehkan melakukan kampanye saat pemilu berlangsung.

Selain itu, Jokowi menyebut seorang Presiden juga boleh memihak pasangan calon tertentu.

“Yang penting, presiden itu boleh loh kampanye. Presiden itu boleh loh memihak. Boleh,” kata Jokowi di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (24/1/2024).

Selain merupakan pejabat publik, kata dia, presiden juga merupakan pejabat politik.

Kendati demikian, Jokowi menegaskan dalam berkampanye, Presiden tidak boleh menggunakan fasilitas negara.

“Kita ini kan pejabat publik sekaligus pejabat politik. Masak gini nggak boleh, berpolitik nggak boleh, Boleh. Menteri juga boleh,” kata Jokowi.

BACA JUGA :  Jokowi Buka Suara Soal Komplain dan Isu Pembatalan Anies

Untuk memastikan tidak ada konflik kepentingan, Jokowi pun menekankan agar dalam berkampanye tidak menggunakan fasilitas negara.

Saat ditanya apakah ia akan menggunakan kesempatan berkampanye itu, Jokowi tidak menjawab jelas.

“Ya boleh saja saya kampenye tapi yang penting tidak gunakan fasilitas negara,” kata dia.

Ia hanya mengatakan akan melihat waktu yang tepat untuk berkampanye. “Ya nanti dilihat,” ujarnya.

Jokowi juga sempat ditanya apakah dirinya sudah memihak kepada satu paslon tertentu. Namun ia justru bertanya balik kepada awak media.

BACA JUGA :  30 Kades di Maluku Terancam Dipenjara Buntut Dukungan ke Gibran

“Itu yang saya mau tanya, memihak ndak,” kata Jokowi sambil tertawa kecil.

Seperti diketahui, Jokowi sebelumnya mengatakan netral dalam pemilu 2024, bahkan tidak ikut campur.

Juga disampaikan oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Moeldoko memastikan Jokowi bersikap netral dalam Pemilu 2024.

“Ya beliau selalu berbicara dengan kita netral,” kata Moeldoko

Buktinya, kata dia, Presiden Jokowi tidak mengesampingkan pihak manapun, baik pihak paslon nomor urut 1, 2, atau 3 selama pemilu diselenggarakan.

BACA JUGA :  Rocky Ungkap SBY Pikirkan Siasat Usai Keluar dari Koalisi Anies

Bahkan pelayanan publik juga tetap diberikan pemerintah kepada seluruh masyarakat tanpa memandang bagian dari kelompok politik yang lain.

“Apakah ada pelayanan publik yang tidak netral. Mari kita lihat jernih lah. Ada nggak perlakuan fungsi-fungsi administrasi, fungsi-fungsi PSO dijalankan tidak netral. Itu baru wah ini pak Presiden tidak netral. Gak ada itu,” ujar Moeldoko.

 

 

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Kebijakan Tidak Jalan! Gerindra Sebut Tiga Menteri Layak Diberi “Rapor Merah”
AHY Berpeluang Besar Menggantikan Wapres Gibran Bila Tergeser dari Istana
Husniah Talenrang Lengser, Darmawangsyah Muin Pegang Kemudi Plt Bupati Gowa
Simulasi Pemakzulan Beredar di Medsos, DPR Ditantang Lengserkan Gibran
Putusan MK Buka Jalan Pemakzulan, Denny Dorong DPR Impeachment Gibran
PDIP Diminta Tebus Dosa Politik, Segera Eksekusi Gibran Mundur Lewat DPR
Prabowo Cueki Jokowi di HUT TNI, Netizen: Mantap, Jangan Mau Disetir Lagi
Klaim 2015 Gibran “Kuliah di Singapura, Bukan Australia” Bentrok Data KPU