Pria Lansia Tewas di Kanal Batua Raya, Eceng Gondok Jadi Biang Kerok Pencarian

Selasa, 15 September 2026 - 01:06 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Proses evakuasi pria lansia berinisial RDS (67) yang ditemukan tewas di Kanal Batua Raya, Makassar. Pencarian dan evakuasi korban sempat terkendala rimbunan eceng gondok serta tanaman liar yang memenuhi kanal. (Foto : Zonafaktualnews.com)

Proses evakuasi pria lansia berinisial RDS (67) yang ditemukan tewas di Kanal Batua Raya, Makassar. Pencarian dan evakuasi korban sempat terkendala rimbunan eceng gondok serta tanaman liar yang memenuhi kanal. (Foto : Zonafaktualnews.com)

Ringkasan

Seorang pria lansia berinisial RDS ditemukan tewas tenggelam di Kanal Batua Raya, Kecamatan Panakkukang, Makassar. Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jasad korban setelah melakukan penyisiran, meski sempat terkendala oleh pekatnya eceng gondok dan tanaman liar di lokasi tersebut.

Korban diduga terjatuh ke dalam kanal setelah mengonsumsi minuman keras. Peristiwa ini memicu sorotan warga setempat yang meminta pembersihan kanal dilakukan secara rutin, karena tumpukan eceng gondok dinilai membahayakan keselamatan dan menyulitkan proses evakuasi saat terjadi musibah.

Zonafaktualnews.com – Pria lansia berinisial RDS (67) ditemukan tewas tenggelam di Kanal Batua Raya, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Proses pencarian korban sempat terkendala kondisi kanal yang dipenuhi eceng gondok dan tanaman liar.

RDS sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarganya setelah sandal miliknya ditemukan terapung di sekitar kanal.

“Setelah dilakukan pencarian sekitar 30 menit, akhirnya mayat berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan,” ujar Kepala BPBD Makassar, Fadli, kepada wartawan, Senin (14/9/2026).

BACA JUGA :  Kanal Batua Raya Makin "Brewok" Eceng Gondok, Warga Desak BBWS Bertindak

Fadli mengatakan, informasi awal yang diterima pihaknya menyebutkan adanya warga yang diduga tenggelam di Kanal Batua Raya.

Peristiwa itu diperkirakan terjadi pada Minggu (13/9/2026) petang saat korban melintas di sekitar lokasi.

Tim SAR gabungan kemudian melakukan penyisiran di sepanjang kanal untuk mencari keberadaan korban.

Medan yang dipenuhi eceng gondok dan tanaman liar membuat proses pencarian tidak bisa dilakukan dengan mudah.

“Setelah melakukan penyisiran, akhirnya ditemukan walaupun medannya agak berat karena banyak eceng gondok dan tanaman-tanaman liar. Untuk mengakses ke sana butuh waktu beberapa lama,” katanya.

Fadli menyebut, berdasarkan informasi yang diterima dari warga, korban diduga sempat mengonsumsi minuman keras sebelum peristiwa tersebut.

Meski demikian, pihaknya menegaskan belum menerima hasil asesmen yang dapat memastikan penyebab korban terjatuh ke kanal.

“Kalau asesmennya belum ada yang kami terima. Tetapi menurut informasi warga, waktu kemarin dia pulang setelah minum minuman keras. Akhirnya dia terjatuh dan sampai tadi sore baru diketahui dia tidak kembali ke rumah setelah beberapa kali dilakukan pencarian oleh keluarganya,” jelasnya.

BACA JUGA :  Penampakan Eceng Gondok di Kanal Batua Raya Sebelum dan Sesudah

Petugas juga menyebut kedalaman kanal mencapai lebih dari satu meter. Kondisi kanal yang dipenuhi eceng gondok dinilai semakin menyulitkan pencarian karena menghambat pergerakan petugas di permukaan air.

“Korban tadi ditemukan di dasar kanal karena dia susah naik karena terhalang oleh eceng gondok. Tadi korban langsung dibawa ke rumah duka,” tutupnya.

BACA JUGA :  Balai Pompengan Tak Becus, Kanal di Batua Raya Diselimuti Eceng Gondok

Di sisi lain, kondisi kanal yang dipenuhi eceng gondok turut menjadi sorotan warga setempat.

Warga menilai rimbunan tanaman tersebut perlu mendapat perhatian karena selain mengganggu kondisi kanal, juga dapat menyulitkan proses pencarian ketika terjadi insiden.

“Beginilah akibatnya kalau tidak dibersihkan. Kalau ada orang mabuk jatuh, tidak bisa dilihat. Jadi, eceng gondok ini menjadi biang kerok dalam mempersulit tim SAR melakukan evakuasi dan pencarian,” ujar salah satu warga setempat.

Keluhan serupa disampaikan seorang warga perempuan. Ia berharap pembersihan kanal dilakukan secara rutin agar eceng gondok tidak kembali memenuhi permukaan air.

“Kalau rutin dibersihkan tentu tidak akan separah ini. Kami hanya ingin kanal berfungsi normal dan tidak menjadi kekhawatiran setiap kali musim hujan datang,” tuturnya.

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Tower 2 RS HAH Dibangun Rp6 Miliar, Benarkah Masih Pakai AMDAL Lama?
Kasus Pengancaman Dosen UIN Alauddin Makassar, LKBHMI Ambil Sikap Tegas
Owner Arashi Cosmetindo Bagi-bagi Coffee Gratis di Antrean BBM Makassar
Aturan Pemprov Sulsel-Pertamina Diinjak-injak, Sopir Truk Tetap Isi BBM Siang
Rumor Aksi September Hitam Diprediksi Akan Ricuh Tanggal 24 Mendatang
Truk Dilarang Isi BBM Siang Hari di Makassar, Satgas BBM Diminta Sikat Bila Langgar
Kebijakan Pengisian BBM di Makassar Berlaku, Plat Nomor Ganjil Genap Diatur
Irigasi Bungadidi di Lutra Jebol Lagi, Proyek Rp16,2 Miliar Menguap Sia-sia

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 01:28 WITA

Tower 2 RS HAH Dibangun Rp6 Miliar, Benarkah Masih Pakai AMDAL Lama?

Selasa, 15 September 2026 - 00:12 WITA

Kasus Pengancaman Dosen UIN Alauddin Makassar, LKBHMI Ambil Sikap Tegas

Senin, 14 September 2026 - 23:52 WITA

Owner Arashi Cosmetindo Bagi-bagi Coffee Gratis di Antrean BBM Makassar

Senin, 14 September 2026 - 15:00 WITA

Aturan Pemprov Sulsel-Pertamina Diinjak-injak, Sopir Truk Tetap Isi BBM Siang

Senin, 14 September 2026 - 01:58 WITA

Rumor Aksi September Hitam Diprediksi Akan Ricuh Tanggal 24 Mendatang

Berita Terbaru