Eks Projo Tuding Jokowi Otak di Balik Ucapan Liar Budi Arie Soal Prabowo

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:16 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Tangkapan layar video Eks Wakil Ketua Umum Relawan Pro Jokowi (Projo), Budianto Tarigan di kanal YouTube Forum Keadilan Madilog.

Tangkapan layar video Eks Wakil Ketua Umum Relawan Pro Jokowi (Projo), Budianto Tarigan di kanal YouTube Forum Keadilan Madilog.

Ringkasan

Mantan Wakil Ketua Umum Projo, Budianto Tarigan, menuding mantan Presiden Joko Widodo sebagai dalang di balik pernyataan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, mengenai kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Budianto menilai Budi Arie bertindak demi menjaga kepentingan politik jangka panjang Jokowi dan kelangsungan dinasti politik keluarganya.

Menurut Budianto, terdapat upaya manuver politik untuk menciptakan instabilitas nasional sebelum 2029. Wacana percepatan pergantian kepemimpinan tersebut dipandang sebagai bentuk proteksi diri kelompok kekuasaan lama untuk memperoleh jaminan keamanan serta perlindungan dari rezim yang saat ini memimpin.

Zonafaktualnews.com – Peta perpolitikan nasional kembali memanas. Eks Wakil Ketua Umum Relawan Pro Jokowi (Projo), Budianto Tarigan, melayangkan tudingan tajam terhadap sang mantan presiden.

Budianto menyebut manuver Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi bukan isapan jempol belaka.

Ia meyakini ada sutradara besar di balik narasi liar yang menyerang masa depan kekuasaan Presiden Prabowo Subianto.

Budianto menilai Budi Arie masih menjadi corong utama kepentingan politik Jokowi. Ia bahkan menduga Jokowi menikmati setiap polemik yang dilempar mantan anak buahnya itu ke ruang publik.

BACA JUGA :  Doyan Hina Anies, Pendukung 02 Nikita Mirzani Dikucilkan Prabowo

“Saya percaya Mas Jokowi menikmati apa yang dikatakan Budi Arie yang menyebut kekuasaan Prabowo tidak sampai 2029. Jokowi dalang, benar ini. Pemain watak,” ujar Budianto lewat kanal YouTube Forum Keadilan Madilog, Sabtu (29/8/2029).

Menurutnya, pernyataan kontroversial Budi Arie tidak bisa dipisahkan dari rantai relasi kuasa keluarga Solo.

Posisi Budi Arie di dalam tubuh relawan dibaca sebagai representasi kepentingan jangka panjang Jokowi.

“Budi Arie itu kalau bicara, tetap dia representasi Jokowi dalam organ. Seakan-akan dosa ini dosa Prabowo sendiri. Padahal kondisi hari ini enggak terlepas dari 10 tahun Bapak Jokowi,” ucapnya.

Budianto lantas menarik akar masalah ke belakang, yakni ketakutan kubu pendukung Jokowi pasca-Pilpres 2024. Keberlanjutan dinasti politik menjadi harga mati bagi mereka.

BACA JUGA :  Jokowi Klaim IKN Terhijau, NASA Tunjukkan Kerusakan Ekosistem

Ia mengingatkan kembali pengakuan Budi Arie soal rasa panik jika kubu mereka kehilangan kendali kekuasaan.

Kegelisahan itu yang dinilai masih menghantui Jokowi hingga detik ini.

“Kalau Pak Jokowi tidak berhasil menjaga anaknya untuk tetap berkuasa, maka kalau 2024 kemarin kita tidak menang, kata Budi Arie kan ke penjara semua. Mau apa lagi? Itu yang membuat Pak Jokowi hari ini gelisah,” tegasnya.

Lebih lanjut, wacana percepatan transisi kekuasaan sebelum 2029 dipandang bukan sekadar gertakan kosong. Benih-benih turbulensi politik dinilai sudah mulai disemai.

“Percepatan pergantian kepemimpinan nasional sebelum 2029 itu sesuatu hal yang serius. Benih, embrio mungkin sudah ada,” ungkap Budianto.

Ia menduga ada skenario busuk yang sengaja diciptakan untuk memantik instabilitas nasional. Tujuannya jelas, mengubah konstelasi pucuk pimpinan negara lewat jalan pintas.

“Mereka berharap ketika ada huru-hara politik, nomor satu turun, nomor dua naik,” tambahnya.

BACA JUGA :  Begini Hasil “Ngopi Darat” Jokowi dengan Biden Soal Palestina

Budianto juga meminta Istana membaca jeli agenda senyap pertemuan politik pada 24 Agustus 2026. Fokus pembacaan intelijen politik Prabowo diminta tidak berhenti pada figur Budi Arie semata.

“Setelah kejadian itu, pertemuan 24 Agustus yang dibaca Pak Prabowo bukan Budi Arie. Langkah Pak Jokowi,” katanya.

Kelangsungan masa depan politik keluarga Solo kini berada di ujung tanduk. Ketika kartu truf utama dinilai mulai melemah, benteng pertahanan terakhir pun dipertanyakan.

“Kalau misalnya nanti terjadi situasi yang tidak menguntungkan bagi keluarga Solo, Gibran tidak bisa diharapkan, apa yang menjadi penjaga terakhir dari Dinasti Solo ini?” ulasnya.

Ujung dari seluruh skenario tersebut terbaca sebagai bentuk proteksi diri. Kelompok kekuasaan lama dituding sedang mengemis garansi keselamatan kepada rezim yang sedang berjalan.

“Dia minta balas budi dari Prabowo. Mohon keluarga dijamin, dijaga, dijaga. Pertahanan dia bisa di situ,” pungkas Budianto.

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Rumor Aksi September Hitam Diprediksi Akan Ricuh Tanggal 24 Mendatang
Truk Dilarang Isi BBM Siang Hari di Makassar, Satgas BBM Diminta Sikat Bila Langgar
Kebijakan Pengisian BBM di Makassar Berlaku, Plat Nomor Ganjil Genap Diatur
Irigasi Bungadidi di Lutra Jebol Lagi, Proyek Rp16,2 Miliar Menguap Sia-sia
Sulsel Dilanda Kelangkaan Solar, GRH Sebut Ini Kejahatan Ekonomi Terorganisir
Antrean BBM Tak Surut di Makassar, Warga Bertahan hingga Waktu Subuh
BBM Langka, Disdik Makassar Alihkan Pembelajaran TK, SD-SMP Jadi Daring
Berawal dari Senggol Nama Ortu, 2 Pengantre BBM di Bone Saling Sabet Badik

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 01:58 WITA

Rumor Aksi September Hitam Diprediksi Akan Ricuh Tanggal 24 Mendatang

Minggu, 13 September 2026 - 22:03 WITA

Truk Dilarang Isi BBM Siang Hari di Makassar, Satgas BBM Diminta Sikat Bila Langgar

Minggu, 13 September 2026 - 17:39 WITA

Kebijakan Pengisian BBM di Makassar Berlaku, Plat Nomor Ganjil Genap Diatur

Minggu, 13 September 2026 - 16:26 WITA

Irigasi Bungadidi di Lutra Jebol Lagi, Proyek Rp16,2 Miliar Menguap Sia-sia

Sabtu, 12 September 2026 - 07:57 WITA

Sulsel Dilanda Kelangkaan Solar, GRH Sebut Ini Kejahatan Ekonomi Terorganisir

Berita Terbaru