Warga Makassar Siap-siap “Puasa” Air! Bili-Bili Direhab 3 Hari, Cepat Isi Tandon

Selasa, 15 September 2026 - 17:21 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Warga Makassar Siap-siap “Puasa” Air! Bili-Bili Direhab 3 Hari, Cepat Isi Tandon

Ilustrasi air bersih ngadat imbas Bili-Bili direhab (Visual AI)

Ringkasan

Warga Kota Makassar diimbau mengantisipasi penurunan pasokan air bersih pada 14–16 September 2026. Gangguan ini dipicu oleh penutupan sementara pintu air Daerah Irigasi Bili-Bili untuk kegiatan survei dan rehabilitasi jaringan irigasi oleh Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang.

Penutupan tersebut berdampak pada distribusi air di delapan kecamatan di Makassar. Perumda Air Minum Kota Makassar meminta pelanggan mengisi tempat penyimpanan air lebih awal dan menggunakan air secara bijak selama pekerjaan berlangsung hingga pasokan air baku kembali normal.

Zonafaktualnews.com – Warga Kota Makassar diminta bersiap menghadapi potensi “puasa” air bersih selama tiga hari ke depan.

Imbauan tersebut muncul menyusul penutupan sementara pintu air di Daerah Irigasi Bili-Bili, Kabupaten Gowa, yang dilakukan untuk mendukung pekerjaan survei, inventarisasi, dan pengukuran jaringan irigasi.

Pekerjaan yang dilaksanakan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang itu dijadwalkan berlangsung pada 14–16 September 2026, mulai pukul 08.00 WITA hingga selesai.

BACA JUGA :  Kanal Batua Raya Makin "Brewok" Eceng Gondok, Warga Desak BBWS Bertindak

Penutupan pintu air Bili-Bili berpotensi memengaruhi pasokan air baku yang masuk ke sistem pengolahan Perumda Air Minum Kota Makassar.

Akibatnya, tekanan air di sejumlah wilayah pelanggan berpotensi menurun. Dalam kondisi tertentu, distribusi air juga dapat mengalami gangguan selama pekerjaan berlangsung.

Perumda Air Minum Kota Makassar mencatat terdapat delapan wilayah yang berpotensi terdampak, yakni Kecamatan Bontoala, Ujung Tanah, Tallo, Tamalanrea, dan Biringkanaya.

Dampak serupa juga berpotensi dirasakan pelanggan di sebagian Kecamatan Manggala, Panakkukang, serta Makassar.

BACA JUGA :  Proyek Bendungan Pamukkulu Picu Jalan Rusak dan "Main" BBM Subsidi?

Karena itu, pelanggan di wilayah tersebut diminta tidak menunggu sampai keran mulai seret.

Menyiapkan persediaan air atau mengisi tandon lebih awal menjadi langkah antisipasi yang dianjurkan selama pekerjaan berlangsung.

Perumda Air Minum Kota Makassar juga mengingatkan pelanggan agar menggunakan air secara bijak dan tidak berlebihan.

Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga ketersediaan air selama pasokan air baku berpotensi mengalami penurunan.

Penutupan pintu air Bili-Bili sendiri merupakan bagian dari pekerjaan untuk mendukung rencana peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi di Daerah Irigasi Bili-Bili.

Survei, inventarisasi, dan pengukuran dilakukan untuk mengetahui kondisi jaringan irigasi sebagai bagian dari persiapan peningkatan infrastruktur pengairan.

Di sisi lain, pekerjaan tersebut berdampak terhadap pasokan air baku yang menjadi sumber pengolahan air bagi pelanggan Perumda Air Minum Kota Makassar.

BACA JUGA :  Kanal Batua Raya Makin "Brewok" Eceng Gondok, Warga Desak BBWS Bertindak

Perumda Air Minum Kota Makassar menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang mengalami dampak selama pekerjaan berlangsung.

“Mohon maaf atas ketidaknyamanan pelanggan yang terkena dampak,” demikian imbauan yang disampaikan Perumda Air Minum Kota Makassar dalam informasi resminya.

Pelanggan yang mengalami gangguan distribusi diharapkan mengikuti informasi resmi Perumda Air Minum Kota Makassar terkait perkembangan pekerjaan dan kondisi pasokan air.

Masyarakat juga diminta tidak panik dan tetap menggunakan air secara efisien hingga pekerjaan selesai.

Setelah penutupan berakhir, distribusi air akan disesuaikan dengan kondisi jaringan serta ketersediaan dan pemulihan pasokan air baku. Jadi, sebelum keran benar-benar seret, lebih baik tandon sudah aman terisi.

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Ngotot Tantang UAS-UAH, Herri Pras Ditendang Petarung MMA Tanpa Melawan
Ditinggal Istri Jual Ikan, Ayah Tiri Penyabu di Mamuju Hamili Gadis 13 Tahun
Kanit dan Penyidik “Dibuang” ke Polsek Usai Tangkap Politisi Gerindra Nyabu
Sentil Bahaya IPO Paksaan, Mintarsih Dukung Polri Sikat Penggoreng Saham
Motor Emak Diembat Buat Biayai Pacar, Wanita Bucin di Bone Dicokok Polisi
Jambret Sial, Niat Rampas HP Malah Tumbang Ditendang Wanita Silat di Mamuju
Pembalut Wanita “Dipalak” PPN 11 Persen, Pemerintah Diminta Kaji Ulang
Binance Kena Hack Rp114 Triliun, Laptop Karyawan Jadi Celah Masuk Hacker