Indonesia Terancam Ekspansi E-Commerce China, Ini Taktiknya

Kamis, 20 Juni 2024 - 04:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

China menjajah pasar global termasuk Indonesia (Ilustrasi)

China menjajah pasar global termasuk Indonesia (Ilustrasi)

Zonafaktualnews.com – China semakin intensif dalam mengembangkan strategi ekspansi global melalui industri e-commerce.

Terbaru, Negeri Tirai Bambu tersebut merilis rancangan peraturan yang mendorong pembangunan gudang di luar negeri dan memperluas bisnis e-commerce lintas batas atau ‘cross-border’.

Langkah ini dinilai sebagai upaya China untuk menjajah pasar global, termasuk Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Kementerian Perdagangan China, industri e-commerce kini menjadi pilar penting bagi sektor perdagangan luar negeri mereka.

Di Indonesia, e-commerce asal China semakin diminati masyarakat. Misalnya, TikTok Shop, bagian dari ByteDance, telah meraih popularitas tinggi.

Selain itu, aplikasi Temu dari PDD Holdings dengan cepat mendulang sukses di pasar internasional, termasuk Indonesia, dengan lebih dari 100 juta unduhan di Google Play Store sejak tahun 2023.

BACA JUGA :  China Diterjang Topan dan Banjir Dahsyat, 1,54 Juta Orang Dievakuasi

Reuters melaporkan beberapa layanan asal China seperti Shein, Temu, dan AliExpress semakin agresif memperluas sayapnya di pasar internasional.

Mereka menjual produk-produk buatan China dengan harga sangat murah, memanfaatkan model bisnis cross-border untuk menekan biaya dan menarik konsumen global.

Pertumbuhan layanan ini diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.

Strategi ekspansi global ini tidak hanya melibatkan pembangunan gudang dan fasilitas di luar negeri, tetapi juga peningkatan manajemen data lintas batas serta optimalisasi jalur ekspor cross-border.

Langkah ini bertujuan untuk menciptakan sumber pendapatan baru bagi perusahaan-perusahaan China yang sebelumnya fokus pada pasar domestik.

BACA JUGA :  Kakek di Luwu Nikahi Gadis SMA, Lansia Tajir di China Wafat, Istri Muda Warisi Rp731 M

Aturan Baru untuk E-commerce Cross-Border di Indonesia

Untuk menanggulangi gempuran produk cross-border dari China yang bisa mematikan bisnis lokal, Kementerian Perdagangan Indonesia telah mengeluarkan kebijakan baru mengenai batas harga minimum barang impor yang dijual di platform e-commerce.

Kebijakan ini diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 31/2023 tentang Perizinan Berusaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik, yang mulai berlaku pada 26 September 2023.

Salah satu poin penting dalam peraturan tersebut adalah ketentuan harga barang minimum untuk perdagangan cross-border sebesar US$ 100 atau setara Rp 1,6 juta.

Jika harga barang dalam mata uang selain dolar AS, konversi dilakukan menggunakan nilai kurs yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan.

BACA JUGA :  Terungkap! 'Diam-Diam' Tetangga RI Genjot Persediaan Senjata Nuklir

Dampak dan Tantangan

Gempuran produk e-commerce China dengan harga murah ini membawa tantangan besar bagi pelaku bisnis lokal di Indonesia.

Kebijakan baru dari Kementerian Perdagangan diharapkan dapat melindungi industri lokal dari persaingan tidak sehat dan memastikan ekosistem e-commerce yang lebih adil.

Namun, implementasi dan efektivitas kebijakan ini masih perlu terus dipantau untuk memastikan tujuan perlindungan pasar domestik tercapai.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Media Belanda Gulirkan Isu Indonesia Bangkrut, Prabowo Singgung “Londo Ireng”
Pertamina Pangkas Harga BBM Juli 2026, Ini Daftar Terbaru di Seluruh Provinsi
Bukan Prank! Pertamax Tembus Rp16.250, Pertalite dan Biosolar Belum Ikut Gila
Nilai Tukar Rupiah Jeblok ke Rp17.730, Menkeu Purbaya Pasang Badan Kejar Target
Rupiah Makin Meriang, Klaim Ekonomi Kuat Prabowo Digilas Dolar yang Menggila
Rupiah Anjlok hingga Tembus Level Terburuk Sepanjang Sejarah, Ini Penyebabnya
Harga Minyakita Dibayangi Sinyal Kenaikan, Zulhas Jadi Bulan-bulanan Warganet
Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex Naik, Pertalite-Biosolar Tetap

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:51 WITA

Media Belanda Gulirkan Isu Indonesia Bangkrut, Prabowo Singgung “Londo Ireng”

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:34 WITA

Pertamina Pangkas Harga BBM Juli 2026, Ini Daftar Terbaru di Seluruh Provinsi

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:55 WITA

Bukan Prank! Pertamax Tembus Rp16.250, Pertalite dan Biosolar Belum Ikut Gila

Selasa, 26 Mei 2026 - 01:52 WITA

Nilai Tukar Rupiah Jeblok ke Rp17.730, Menkeu Purbaya Pasang Badan Kejar Target

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:41 WITA

Rupiah Makin Meriang, Klaim Ekonomi Kuat Prabowo Digilas Dolar yang Menggila

Berita Terbaru

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Dg Beddu Apes! Minta 5+5=10, Dikasih Jalan 6×2+10-2-11+1=10

Kamis, 13 Agu 2026 - 12:31 WITA