Rupiah Anjlok hingga Tembus Level Terburuk Sepanjang Sejarah, Ini Penyebabnya

Selasa, 5 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Visual dibuat dengan AI Google Opal

Visual dibuat dengan AI Google Opal

Zonafaktualnews.com – Tekanan terhadap rupiah masih belum mereda pada perdagangan Selasa, 5 Mei 2026.

Rupiah bahkan sempat berada di level Rp17.420 terhadap dolar Amerika Serikat (AS), yang disebut menjadi titik terendah sejak mata uang tersebut diperdagangkan secara modern.

Data Bloomberg menunjukkan kurs rupiah pada awal perdagangan terkoreksi sekitar 0,23 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski sempat mengalami perbaikan tipis, hingga pukul 09.28 WIB nilainya masih berada di kisaran Rp17.407 per dolar AS.

Kondisi tersebut turut memengaruhi pasar saham domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat bergerak di zona merah pada sesi pagi seiring meningkatnya tekanan di pasar keuangan.

BACA JUGA :  BI Catat Penukaran Uang Jelang Lebaran Capai Rp 157,96 Triliun

Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia juga menunjukkan mayoritas saham berada di jalur pelemahan dibandingkan penguatan.

Analis pasar menilai tekanan terhadap rupiah terjadi akibat meningkatnya ketidakpastian ekonomi global yang membuat investor cenderung memburu dolar AS sebagai aset aman.

Situasi geopolitik internasional, khususnya konflik di kawasan Timur Tengah, disebut ikut memperbesar tekanan terhadap mata uang negara berkembang.

Di saat yang sama, sikap bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve yang masih mempertahankan kebijakan suku bunga ketat turut memperkuat posisi dolar AS di pasar global.

BACA JUGA :  BBCA Nyungsep Rp225 Disapu "Tsunami", Isu Patgulipat Akuisisi Djarum Group

“Rupiah kemungkinan masih akan terdepresiasi,” ujar analis pasar uang Valbury Sekuritas, Fikri C. Permana.

Faktor domestik juga dinilai memberi pengaruh terhadap pelemahan rupiah. Pelaku pasar disebut mencermati kondisi fiskal nasional, tingginya kebutuhan valuta asing untuk impor dan pembayaran korporasi, hingga keluarnya sebagian dana investor asing dari pasar keuangan Indonesia.

Selain itu, perlambatan ekspor dan belum kuatnya sentimen positif di pasar turut membuat ruang penguatan rupiah menjadi terbatas dalam jangka pendek.

BACA JUGA :  Modal Asing Kabur Rp14,24 Triliun Usai Prabowo Ganti Menkeu Sri Mulyani

Mayoritas mata uang Asia pada perdagangan pagi juga tercatat melemah terhadap dolar AS, termasuk ringgit Malaysia, peso Filipina, dan baht Thailand.

Kendati demikian, tekanan terhadap rupiah dinilai berasal dari gabungan sentimen eksternal dan internal.

Penguatan dolar AS akibat kondisi global, meningkatnya kebutuhan valas di dalam negeri, serta kekhawatiran investor terhadap stabilitas fiskal dan efektivitas kebijakan moneter menjadi faktor yang terus membebani pergerakan rupiah.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Diduga Biang Kerok Video JK, Ade Armando dan Abu Janda Dilaporkan ke Polisi
Heboh! Wanita Diduga Asal Sidrap Pamer “Susu” Saat Live di TikTok, Polisi Selidiki
Tak Bisa Diakses Lagi, Komdigi Takedown Video Amien Rais soal ‘Skandal Istana’
Mantan Presiden BEM UNM Kecam Tindakan Intimidatif Anggota Polda Sulsel
AS Tak Berdaya Hadapi Iran, Trump Frustrasi hingga Dipermalukan Dunia
Heboh Video Amien Rais soal Prabowo dan Teddy, Komdigi Sebut Fitnah
Kocak! Buruh Bersorak di Panggung May Day, Prabowo Joget-joget dan Buka Baju
Kasus Pengrusakan Pohon Terkesan ‘Tidur’, Polsek Barombong Terlihat Tak Bernyali?

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:44 WITA

Rupiah Anjlok hingga Tembus Level Terburuk Sepanjang Sejarah, Ini Penyebabnya

Selasa, 5 Mei 2026 - 00:56 WITA

Diduga Biang Kerok Video JK, Ade Armando dan Abu Janda Dilaporkan ke Polisi

Senin, 4 Mei 2026 - 16:02 WITA

Heboh! Wanita Diduga Asal Sidrap Pamer “Susu” Saat Live di TikTok, Polisi Selidiki

Senin, 4 Mei 2026 - 01:25 WITA

Tak Bisa Diakses Lagi, Komdigi Takedown Video Amien Rais soal ‘Skandal Istana’

Minggu, 3 Mei 2026 - 02:30 WITA

Mantan Presiden BEM UNM Kecam Tindakan Intimidatif Anggota Polda Sulsel

Berita Terbaru