Gelombang Panas “Neraka” Bocor, BMKG Buka Suara

Rabu, 8 Mei 2024 - 07:36 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Gelombang Panas “Neraka” Bocor, BMKG Buka Suara

Suar Matahari

Zonafaktualnews.com – Gelombang panas atau suar matahari bocor. Dan hal ini akan berdampak ke Indonesia sebagaimana seperti yang terjadi pada Bangladesh,  Myanmar, India, China, Thailand dan Laos .

Pada tanggal 2 Mei, semburan suar matahari paling kuat, diklasifikasikan sebagai X-flare, meletus dari AR3663.

Ledakan dahsyat ini menyebabkan pemadaman listrik di seluruh Australia, Jepang, China, dan Indonesia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa Badan Meteorologi di negara-negara Asia itu melaporkan suhu panas lebih dari 40°C yang terjadi dalam beberapa pekan ini.

Bahkan di Thailand misalnya, tercatat suhu maksimum di Negara Gajah Putih itu mencapai 52°C.

Pemerintah Thailand melaporkan sedikitnya 30 orang meninggal tahun ini akibat sengatan panas (heatstroke).

BACA JUGA :  Eropa Terpanggang Panas 40 Derajat, Ilmuwan Bunyikan Alarm Iklim di 8 Negara

Pada Kamis (25/4/2024) lalu, Thailand mengeluarkan peringatan akibat insiden tersebut.

Di Indonesia, suhu maksimum harian tercatat mencapai 37,2°C di stasiun pengamatan BMKG di Ciputat pada pekan lalu.

Meskipun secara umum suhu tertinggi yang tercatat di beberapa lokasi berada pada kisaran 34°C – 36°C hingga saat ini.

BMKG mengatakan gelombang panas dapat dijelaskan melalui dua penjelasan yang saling melengkapi

Pertama penjelasan secara karakteristik fenomena dan kedua penjelasan secara indikator statistik suhu kejadian.

“Secara karakteristik fenomena, gelombang panas terjadi pada wilayah yang terletak pada lintang menengah hingga lintang tinggi, di belahan bumi bagian utara maupun di belahan bumi bagian selatan,” kata BMKG dikutip dari keterangan resminya, Senin (6/5/2024).

BACA JUGA :  Eropa Terpanggang Panas 40 Derajat, Ilmuwan Bunyikan Alarm Iklim di 8 Negara

BMKG menjelaskan fenomena udara panas yang terjadi di Indonesia belakangan, jika ditinjau secara lebih mendalam dengan dua penjelasan di atas, tidak termasuk kedalam kategori gelombang panas

“Secara karakteristik fenomena, suhu panas yang terjadi di wilayah Indonesia merupakan fenomena akibat dari adanya gerak semu matahari yang merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun, sehingga potensi suhu udara panas seperti ini juga dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya,” kata BMKG.

Dan secara indikator statistik suhu kejadian, lonjakan suhu maksimum yang mencapai 37,2°C melalui pengamatan stasiun BMKG di Ciputat beberapa saat lalu hanya terjadi satu hari tepatnya pada tanggal 17 April 2023.

BACA JUGA :  Eropa Terpanggang Panas 40 Derajat, Ilmuwan Bunyikan Alarm Iklim di 8 Negara

Suhu tinggi tersebut sudah turun dan kini suhu maksimum teramati berada dalam kisaran 34 hingga 36°C di beberapa lokasi.

Sebelumnya, beberapa suar matahari terkuat yang pernah tercatat telah meletus dari Matahari kita dalam beberapa hari terakhir, dan semuanya diarahkan tepat ke Bumi.

Ledakan ini, yang diklasifikasikan sebagai X1.3 dan X1.2, terjadi dari wilayah aktif matahari yang dikenal sebagai AR 3663 pada tanggal 5 Mei 2024, masing-masing pada pukul 06:01 dan 11:54 UTC, menurut Pusat Prediksi Cuaca Luar Angkasa NOAA.

 

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Kanit dan Penyidik “Dibuang” ke Polsek Usai Tangkap Politisi Gerindra Nyabu
Sentil Bahaya IPO Paksaan, Mintarsih Dukung Polri Sikat Penggoreng Saham
Pembalut Wanita “Dipalak” PPN 11 Persen, Pemerintah Diminta Kaji Ulang
Ekspor Gas Dibatasi, Politikus Singapura Ancam Potong Kabel Internet Indonesia
Jimly Usul Ijazah Capres Dihapus, Netizen Sindir Terapkan di Semua Lembaga
KPK Siap Terbitkan Surat Jemput Paksa Nusron Wahid yang Masih Ngumpet
KPK Tolak “Bisikan” Luhut ke Prabowo Soal Penghapusan Kerugian Negara
Letkol Arman Ditahan Buntut Rumah Dinas TNI di Cijantung Jadi Markas Judol