Geger di Bandara Bourget, Pavel Durov Pendiri Telegram Ditangkap

Minggu, 25 Agustus 2024 - 12:59 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Pavel Durov Pendiri Telegram (Foto Instagram)

Pavel Durov Pendiri Telegram (Foto Instagram)

Zonafaktualnews.com – Dunia digital diguncang berita mengejutkan pada Sabtu malam (24/8/2024) ketika Pavel Durov, pendiri dan CEO aplikasi Telegram, ditangkap di Bandara Bourget, Prancis.

Penangkapan ini menimbulkan spekulasi luas dan kekhawatiran tentang masa depan salah satu platform media sosial yang paling berpengaruh di dunia.

Menurut laporan dari TF1 TV dan BFM TV, penangkapan Durov dilakukan oleh pihak kepolisian Prancis yang menganggap aktivitas kriminal dapat terus berkembang di Telegram tanpa adanya kontrol yang memadai.

Telegram, yang dikenal karena fitur keamanannya dan kurangnya sensor, telah menjadi platform utama untuk berbagai jenis konten, termasuk yang sering kali kontroversial dan tidak terfilter.

BACA JUGA :  Niat Mengocok Janda, Duda Sangkalaroa Malah Dikocok Montir Las

Telegram, yang didirikan oleh Durov pada tahun 2014 setelah ia meninggalkan VK, telah meraih popularitas global dan diperkirakan akan mencapai 1 miliar pengguna pada tahun depan.

Aplikasi ini sangat berpengaruh di Rusia, Ukraina, dan negara-negara bekas Uni Soviet, serta telah digunakan secara intensif oleh berbagai pihak, termasuk Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dan Kremlin.

Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, Telegram telah menjadi saluran utama untuk informasi yang tidak tersensor, yang sering kali mencakup konten vulgar dan menyesatkan dari kedua belah pihak mengenai konflik dan politik.

BACA JUGA :  Polemik Fufufafa Guncang Medsos, Seruan Tak Pasang Foto Wapres Bergema

Keberadaan Telegram sebagai platform komunikasi yang tidak terkontrol menambah kekhawatiran otoritas tentang potensi penyebaran aktivitas kriminal.

Penangkapan Durov memicu spekulasi di media sosial mengenai kemungkinan dampaknya terhadap masa depan Telegram.

Beberapa pengguna telah mulai membuat cadangan data mereka sebagai tindakan pencegahan, mengingat ketidakpastian yang kini menyelimuti aplikasi ini.

Sampai saat ini, Telegram belum memberikan tanggapan resmi mengenai penangkapan ini, dan Kementerian Dalam Negeri Prancis serta kepolisian juga belum mengeluarkan pernyataan resmi.

Dengan situasi yang terus berkembang, perhatian dunia digital kini tertuju pada langkah selanjutnya yang akan diambil terhadap Pavel Durov dan masa depan Telegram.

BACA JUGA :  Janda "Londo Ireng"

Sementara itu, para pengamat industri media sosial dan pengguna Telegram di seluruh dunia menunggu dengan cemas untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai kasus ini dan dampaknya terhadap platform yang telah menjadi sarana komunikasi vital di era digital ini.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

384 Wisatawan Hilang Disapu Banjir Bandang Dahsyat di Nepal dan China
Sultan Brunei Lucuti Gelar Kebangsawanan Istri Pangeran Abdul Malik
Patung “Wanita Biru” di Gurun Madinah Bikin Heboh, Karya Yahudi Dikritik
Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel London Usai Konsumsi Alkohol dan Narkoba
Iran Gempur Gudang Amunisi dan Menara Pengawas Armada Kelima AS
Balas Gempuran AS, Iran Serang Markas Jet Tempur F-18 di Pangkalan Yordania
Israel Tolak Melunak, Dua Pejabat Tinggi Iran Jadi Target Pembunuhan Utama
Eropa Terpanggang Panas 40 Derajat, Ilmuwan Bunyikan Alarm Iklim di 8 Negara

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 00:53 WITA

384 Wisatawan Hilang Disapu Banjir Bandang Dahsyat di Nepal dan China

Selasa, 11 Agustus 2026 - 01:44 WITA

Sultan Brunei Lucuti Gelar Kebangsawanan Istri Pangeran Abdul Malik

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:00 WITA

Patung “Wanita Biru” di Gurun Madinah Bikin Heboh, Karya Yahudi Dikritik

Rabu, 29 Juli 2026 - 01:18 WITA

Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel London Usai Konsumsi Alkohol dan Narkoba

Minggu, 26 Juli 2026 - 00:56 WITA

Iran Gempur Gudang Amunisi dan Menara Pengawas Armada Kelima AS

Berita Terbaru