Diskusi Nasional Ricuh, Massa Bayaran Hancurkan Acara Din Syamsuddin dan Refly Harun

Sabtu, 28 September 2024 - 15:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Massa Bayaran bermasker merangsek masuk dan menghancurkan acara diskusi nasional Din Syamsuddin dan Refly Harun

Massa Bayaran bermasker merangsek masuk dan menghancurkan acara diskusi nasional Din Syamsuddin dan Refly Harun

Zonafaktualnews.com – Diskusi ‘Silaturahmi Kebangsaan Diaspora’ yang diadakan di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (28/9/2024), berubah menjadi ricuh usai belasan orang tak dikenal (OTK) bermasker merangsek masuk dan menghancurkan acara.

Massa yang diduga bayaran itu membubarkan diskusi yang dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, termasuk Din Syamsuddin dan pakar hukum tata negara Refly Harun.

Acara yang sejatinya berlangsung damai tiba-tiba berubah kacau ketika para OTK dengan perawakan tegap dan mengenakan masker memasuki ruangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tanpa basa-basi, mereka meneriakkan agar acara segera dibubarkan. Mereka pun dengan arogan menghancurkan beberapa alat pendukung acara, seperti spanduk, proyektor, dan perangkat lainnya.

Video aksi perusakan tersebut dengan cepat beredar di media sosial, menambah kemarahan publik atas insiden itu. Tak hanya merusak properti, massa tersebut juga mengintimidasi peserta diskusi, membuat situasi semakin tegang.

Refly Harun dan Din Syamsuddin Mengecam Keras

Refly Harun yang menjadi salah satu pembicara dalam acara tersebut, mengecam aksi premanisme ini.

BACA JUGA :  Din Syamsuddin Dukung Rocky Minta Moeldoko Tak Usah Tunjukkan Kekuasaan

Menurutnya, yang paling disayangkan adalah kehadiran aparat kepolisian yang hanya diam melihat peristiwa ini terjadi.

“Itu bukan delik aduan. Mereka melakukan itu di depan polisi, dan tidak ada tindakan pencegahan. Ini benar-benar aneh bin ajaib,” tegas Refly dalam konferensi pers usai kejadian.

Refly pun menegaskan bahwa pihaknya akan mendatangi kepolisian untuk meminta penjelasan terkait pembiaran yang terjadi.

Diskusi Nasional Ricuh, Massa Bayaran Hancurkan Acara Din Syamsuddin dan Refly Harun
Salah satu wajah massa bayaran bermasker yang menghancurkan acara diskusi nasional Din Syamsuddin dan Refly Harun

“Menurut saya, kita perlu ramai-ramai datang ke kantor polisi untuk menyampaikan hal ini. Jika tidak ada tindakan, ini bisa jadi preseden buruk bagi keamanan publik,” tambahnya.

Hal serupa disampaikan oleh Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, yang turut hadir sebagai pembicara. Ia menilai tindakan ini tidak hanya memalukan, tetapi juga sangat merusak kehidupan kebangsaan.

“Polisi, mohon maaf, saya ingin katakan terus terang, tidak berfungsi sebagai pelindung dan pengayom rakyat, sebagaimana yang menjadi slogan mereka.

Ternyata diam saja. Saya sungguh protes keras polisi yang berdiam diri bahkan membiarkan aksi-aksi anarkisme ini,” kata Din dengan nada kecewa.

Tanggung Jawab Aparat Dipertanyakan

BACA JUGA :  Refly Harun Sebut Demo Tolak Pemilu Curang Akan Terus Dilanjutkan

Din Syamsuddin juga menyoroti tanggung jawab aparat kepolisian yang seharusnya menjadi pelindung masyarakat.

“Ini bukan sekadar masalah keamanan acara, tapi sudah menyentuh soal tanggung jawab negara dalam melindungi warga negaranya,” tegas Din.

Diskusi Nasional Ricuh, Massa Bayaran Hancurkan Acara Din Syamsuddin dan Refly Harun
Massa bayaran bermasker memukul peserta acara diskusi nasional di depan polisi

Kejadian ini menambah panjang daftar kasus premanisme yang terjadi di ruang publik, di mana massa bayaran kerap digunakan untuk mengintimidasi dan membungkam diskusi kritis.

Kedua tokoh nasional ini sepakat bahwa tindakan tegas harus diambil oleh aparat keamanan.

Jika tidak, publik bisa kehilangan kepercayaan terhadap institusi kepolisian yang seharusnya mengayomi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait insiden tersebut, namun publik menantikan adanya tindakan hukum atas aksi premanisme yang terang-terangan dilakukan di depan penegak hukum.

BACA JUGA :  Refly Harun Sindir Kerusakan Jokowi yang Harus Diperbaiki Prabowo

Aksi Massa Bayaran Ini Bisa Jadi Preseden Buruk

Penggunaan massa bayaran untuk membubarkan acara-acara publik yang kritis terhadap pemerintah atau kebijakan tertentu bukan kali pertama terjadi.

Namun, kejadian ini menggarisbawahi bahwa ketika aparat penegak hukum tak bertindak, ancaman terhadap kebebasan berkumpul dan berpendapat semakin nyata.

Dengan situasi yang semakin memanas, Refly Harun dan Din Syamsuddin meminta publik untuk tetap tenang, namun juga siap untuk bersikap kritis terhadap segala bentuk tindakan premanisme yang merusak tatanan demokrasi.

“Ini adalah panggilan untuk seluruh rakyat, bahwa kita harus bersatu melawan segala bentuk kekerasan dan pembiaran terhadap aksi-aksi yang merugikan kepentingan bangsa dan negara,” pungkas Din Syamsuddin.

Acara yang sedianya bertujuan untuk membahas isu-isu kebangsaan ini berubah menjadi sorotan nasional karena tindakan brutal yang terjadi, dan masyarakat kini menunggu langkah selanjutnya dari pihak berwenang.

 

(Id Amor)
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Rugikan Negara Rp223,6 Miliar, KPK Jebloskan 4 Tersangka Iklan Bank BJB
Usai Bebas, Jessica “Kopi Sianida” Tegaskan: Saya Bukan Pembunuh Mirna
Habib Rizieq Sentil Mahfud: “Lu yang Bubarin FPI, Sekarang Teriak Amar Ma’ruf”
Tujuh Tahun Pimpin Bank Indonesia, Perry Warjiyo Pilih Mundur Lebih Awal
Prabowo Didesak Minta Maaf, 6 Organisasi Pers Kecam Sebutan “Londo Ireng”
Jantung Bermasalah, Nanik Sudaryati Deyang Pamit Mundur dari Kepala BGN
Prabowo Rombak Kesejahteraan Hakim Naik 300 Persen Agar Tak Bisa Disogok
Eks Wakapolri Oegroseno Marah Sebut Tindakan Kortastipidkor Sarat Kriminalisasi

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:25 WITA

Usai Bebas, Jessica “Kopi Sianida” Tegaskan: Saya Bukan Pembunuh Mirna

Rabu, 29 Juli 2026 - 01:59 WITA

Habib Rizieq Sentil Mahfud: “Lu yang Bubarin FPI, Sekarang Teriak Amar Ma’ruf”

Senin, 27 Juli 2026 - 13:19 WITA

Tujuh Tahun Pimpin Bank Indonesia, Perry Warjiyo Pilih Mundur Lebih Awal

Senin, 27 Juli 2026 - 01:20 WITA

Prabowo Didesak Minta Maaf, 6 Organisasi Pers Kecam Sebutan “Londo Ireng”

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:08 WITA

Jantung Bermasalah, Nanik Sudaryati Deyang Pamit Mundur dari Kepala BGN

Berita Terbaru

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Dg Beddu Apes! Minta 5+5=10, Dikasih Jalan 6×2+10-2-11+1=10

Kamis, 13 Agu 2026 - 12:31 WITA