Dir CBA Desak Kejagung Usut Kerja Sama PT KAI Logistik dan PT SLS

Selasa, 24 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAI Logistik

KAI Logistik

Zonafaktualnews.com – Mata publik tertuju pada proyek pembangunan terminal batu bara di Stasiun Kramasan, Sumatera Selatan.

Di balik kemitraan antara PT KAI Logistik dan PT Sentosa Laju Sejahtera (SLS), nama kontroversial Tan Paulin kembali mencuat.

Perempuan pengusaha ini diduga menjadi aktor penting di balik SLS, perusahaan yang dipilih sebagai mitra oleh anak usaha PT KAI (Persero).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, menilai KAI Logistik lalai dan sembrono dalam memilih mitra kerja dan kasus berkaitan ini diharapkan dapat melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Tan Paulin pernah diperiksa KPK dan disebut-sebut dalam kasus pencucian uang. Bagaimana mungkin perusahaan miliknya dipilih untuk mengelola proyek strategis di sektor logistik milik negara?” kata Uchok, Senin, 23 Juni 2025.

BACA JUGA :  Terendus Kasus Suap, Bupati dan Istri Dibekuk KPK

Diungkap Uchok Kejagung yang nampak terus melakukan aksi bersih-bersih juga harus segera memanggil para pihak terkait.

Dari Irwantono Sentosa (Komisaris Utama SLS), Dian Sanjaya (Direktur SLS), hingga jajaran direksi KAI Logistik.

Uchok menyebut bahwa proses kemitraan antara KAI Logistik dan SLS sejak awal memang menyimpan tanda tanya besar.

Term sheet ditandatangani pada Juli 2023, sedangkan perjanjian resmi baru diteken Maret 2024. Namun tak pernah ada penjelasan ke publik mengenai proses seleksi mitra.

“Apakah ada tender? Kalau tidak ada, penunjukan langsungnya pakai dasar apa? Ini bukan proyek kecil. Ini pemanfaatan aset negara,” kata Uchok.

Ia juga mendesak Kejaksaan Agung segera turun tangan untuk menyelidiki kemungkinan adanya pelanggaran hukum dan konflik kepentingan.

Keterlibatan SLS dalam proyek ini dinilai mencerminkan lemahnya sistem due diligence di tubuh BUMN.

BACA JUGA :  KPK Bongkar Awal Dugaan Korupsi Tambang di Kawasan Geopark Raja Ampat

Uchok menilai, KAI Logistik sebagai bagian dari ekosistem BUMN, semestinya memiliki sistem penyaringan mitra yang ketat, terutama untuk proyek yang menyangkut kepentingan publik dan lingkungan hidup.

Pengamat intelijen Sri Radjasa Chandra ikut menggarisbawahi bahwa nama Tan Paulin sudah terlalu sering muncul dalam pusaran kasus hukum yang belum tuntas.

“Kalau KPK pernah panggil dia, dan jejaknya terkait dengan gratifikasi dan korupsi daerah, kenapa tidak ada filter dari pihak BUMN? Ini bentuk pembiaran,” tegasnya.

Sri menilai kerja sama KAI Logistik dan SLS bukan sekadar persoalan bisnis, tetapi mencerminkan potensi lemahnya tata kelola perusahaan negara.

“Di mana kontrol publik? Siapa yang mengawasi KAI Logistik? Jangan sampai BUMN jadi lahan permainan kelompok tertentu yang lihai mengatur dari balik layar,” katanya.

BACA JUGA :  PPATK Blokir Rekening Pemprov Papua

Uchok dan Sri artinya sama-sama menekankan pentingnya transparansi. Mereka meminta KAI Logistik membuka ke publik dokumen kerja sama dan proses seleksi mitra, agar tidak ada kesan bahwa proyek ini dikendalikan oleh jaringan elite bisnis bermasalah.

“Kalau semuanya bersih, kenapa harus ditutup-tutupi? Tapi kalau memang ada kongkalikong, Kejagung harus bertindak cepat. Jangan tunggu sampai proyek ini selesai dan baru kita tahu ada kerugian negara,” kata Uchok.

Kemunculan kembali nama Tan Paulin dalam proyek-proyek negara seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah dan publik.

Jika perusahaan milik figur dengan rekam jejak kontroversial bisa lolos menjadi mitra BUMN, maka pengawasan sistemik perlu segera dievaluasi secara ketat.

(MD/ID)
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Gaet 24 Kreator, Hasil Payah! Diskominfo Sulsel Disindir Netizen “Palabusi Doe”
Status Ijazah Jokowi Belum Diputus, Hakim Tak Pernah Nyatakan Keaslian
Isu Pemakzulan Prabowo Subianto Disebut Dirancang, Pengamat Soroti Gibran
Samin Tan dan Purnomo Pernah Masuk Forbes, Mintarsih Ungkap Fakta Baru
Menu MBG di SMKN 2 Bone Ditemukan Ulat, Siswa Mengeluh Sakit Perut
Kecewa, Budiman S Sebut PT Makassar “Bukan Lagi Wakil Tuhan, Tapi Wakil Iblis”
Efisiensi Anggaran Dipertanyakan, Motor MBG Diduga Di-markup Fantastis
Trump Cabut Postingan Mirip Yesus, Klaim Hanya Dokter Sedang Menyembuhkan

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 11:28 WITA

Gaet 24 Kreator, Hasil Payah! Diskominfo Sulsel Disindir Netizen “Palabusi Doe”

Jumat, 17 April 2026 - 02:23 WITA

Status Ijazah Jokowi Belum Diputus, Hakim Tak Pernah Nyatakan Keaslian

Jumat, 17 April 2026 - 01:30 WITA

Isu Pemakzulan Prabowo Subianto Disebut Dirancang, Pengamat Soroti Gibran

Kamis, 16 April 2026 - 23:45 WITA

Samin Tan dan Purnomo Pernah Masuk Forbes, Mintarsih Ungkap Fakta Baru

Kamis, 16 April 2026 - 09:28 WITA

Menu MBG di SMKN 2 Bone Ditemukan Ulat, Siswa Mengeluh Sakit Perut

Berita Terbaru