Biadab, Israel Kembali Bombardir Puluhan Warga Gaza dengan Jet Tempur

Jumat, 1 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Biadab, Israel Kembali Bombardir Puluhan Warga Gaza dengan Jet Tempur

Biadab, Israel Kembali Bombardir Puluhan Warga Gaza dengan Jet Tempur

Zonafaktualnews.com – Israel benar-benar bangsa bengis dan biadab. Puluhan warga Gaza tewas digempur dengan serangan Jet udara.

Hanya berselang kurang dari 2 jam setelah gencatan senjata berakhir, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan 32 orang telah tewas dari serangan udara jet-jet tempur Israel, Jumat (1/12/2023).

Warga Gaza yang tewas tersebut antara lain berasal dari Khan Younis yang beberapa saat sebelumnya disuruh oleh militer Israel agar segera mengungsi ke Rafah, di perbatasan Gaza dengan Mesir di bagian selatan dengan alasan akan menggelar operasi militer di wilayah Khan Younis.

Warga yang sedang berbondong-bondong mengungsi tersebut rupanya hanya menjadi korban tipu muslihat militer Israel. Jet-jet tempur Israel langsung membombardir mereka melalui udara.

Serangan jetjet tempur Israel yang mendadak ini membuat warga sipil Palestina ketakutan dan mencoba menyelamatkan diri mencari tempat perlindungan.

Suara sirene roket terdengar di Israel bagian selatan sepanjang Jumat tadi hanya berselang beberapa jam setelah gencatan senjata yang berlangsung sepekan berakhir dan gagal diperpanjang.

Militer Israel mengumumkan telah melanjutkan operasi tempur di Gaza. Mereka menuduh Hamas melanggar gencatan senjata dengan menembakkan roket.

BACA JUGA :  Puluhan Roket Gaza Bombardir Israel, Satu Orang Tewas

Militer Israel berdalih serangan bom jet-jet tempurnya menyasar wilayah yang menjadi kantong pejuang Hamas.

Menurut Hamas, Israel menolak semua tawaran untuk membebaskan lebih banyak sandera yang ditahan di daerah kantong tersebut.

Terkait dengan kekejian tentara Israel ini, kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeluarkan pernyataan terbaru bahwa operasi militer di Gaza akan terus dilanjutkan demi melenyapkan para pejuang Hamas.

“Dengan dimulainya kembali pertempuran, kami menekankan bahwa Pemerintah Israel berkomitmen mencapai tujuan perang membebaskan sandera kami, melenyapkan Hamas, dan memastikan bahwa Gaza tidak akan pernah menjadi ancaman bagi penduduk Israel,” sebut kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

BACA JUGA :  Tentara Israel Banci, Wanita dan Anak di Gaza Dibunuh Saat Antre Roti

Hamas sendiri menegaskan Israel tidak akan mampu menguasai Gaza setelah 50 hari melakukan operasi militer di Gaza, Israel gagal melumpuhkan Hamas.

“Apa yang tidak dicapai Israel selama lima puluh hari sebelum gencatan senjata, tidak akan bisa dicapai dengan melanjutkan agresinya setelah gencatan senjata,” ungkap Ezzat El Rashq, anggota biro politik Hamas di situs resmi Hamas

 

 

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Trump Cabut Postingan Mirip Yesus, Klaim Hanya Dokter Sedang Menyembuhkan
Nasib Pilu Bocah Palestina Diduga Diperkosa 10 Tentara Wanita Israel Saat Ditahan
Efek Domino Konflik Iran, Publik AS Ramai-ramai Dorong Pemakzulan Trump
AS dan Iran Deal Gencatan Senjata, Netanyahu Ngotot Perang Tetap Dilanjutkan
3 Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL, Rusia Tuduh AS-Israel Biang Kerok Konflik Lebanon
Menyeramkan! Langit di Australia Barat Tiba-tiba Memerah Seperti Darah
Donald Trump Murka, Sebut NATO “Macan Kertas” di Tengah Perang Iran
Iran Hantam Fasilitas Nuklir Israel dengan Rudal, Timur Tengah Memanas

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 08:44 WITA

Trump Cabut Postingan Mirip Yesus, Klaim Hanya Dokter Sedang Menyembuhkan

Sabtu, 11 April 2026 - 01:43 WITA

Nasib Pilu Bocah Palestina Diduga Diperkosa 10 Tentara Wanita Israel Saat Ditahan

Jumat, 10 April 2026 - 11:01 WITA

Efek Domino Konflik Iran, Publik AS Ramai-ramai Dorong Pemakzulan Trump

Kamis, 9 April 2026 - 10:47 WITA

AS dan Iran Deal Gencatan Senjata, Netanyahu Ngotot Perang Tetap Dilanjutkan

Rabu, 1 April 2026 - 17:06 WITA

3 Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL, Rusia Tuduh AS-Israel Biang Kerok Konflik Lebanon

Berita Terbaru