Turki Geram! Erdogan Ancam Israel Bayar Mahal Jika Gaza Kembali Berdarah

Sabtu, 11 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (Ist)

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (Ist)

Zonafaktualnews.com – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melontarkan peringatan keras kepada Israel menyusul kesepakatan gencatan senjata terbaru di Gaza.

Erdogan menegaskan, jika kekejaman dan genosida terhadap warga Palestina terulang, maka Israel akan menanggung konsekuensi yang sangat berat.

“Dunia telah cukup menyaksikan penderitaan Gaza. Jika darah kembali tumpah, Israel akan membayar dengan harga yang sangat mahal,” tegas Erdogan dalam pidato resminya di Ankara, Sabtu (11/10/2025), dikutip dari Anadolu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan tegas Erdogan itu muncul setelah Israel dan Hamas menyetujui gencatan senjata yang menjadi tahap awal dari rencana perdamaian usulan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

BACA JUGA :  Israel Bom RS Gaza Kristen, 500 Orang Terbunuh dalam Kondisi Hancur

Rencana tersebut mencakup penghentian serangan, pertukaran sandera dan tahanan, penarikan pasukan Israel, serta pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Turki, kata Erdogan, akan mengambil peran aktif untuk memastikan kesepakatan itu benar-benar dijalankan di lapangan. Ia menilai, langkah menuju perdamaian ini tak boleh diganggu oleh pihak mana pun.

“Yang terpenting sekarang adalah memastikan perjanjian itu dijalankan sepenuhnya tanpa sabotase,” ujarnya.

Menurutnya, Gaza telah terlalu lama hidup dalam bayang-bayang kehancuran dan air mata. Setiap hari, dunia menyaksikan anak-anak, perempuan, dan warga sipil menjadi korban kekerasan yang tiada henti.

BACA JUGA :  Gencatan Senjata Pecah di Gaza, 82 Tewas dan 200 Tahanan Dibebaskan Israel

“Sudah saatnya perdamaian diberi kesempatan. Pintu menuju kedamaian abadi di Gaza telah terbuka,” tambahnya.

Sementara itu, Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, mengumumkan tenggat waktu 72 jam bagi Hamas untuk membebaskan para sandera Israel setelah gencatan senjata mulai berlaku Jumat (10/10/2025) siang waktu setempat.

Komando Pusat (CENTCOM) AS mengonfirmasi bahwa Israel telah menarik pasukannya dari wilayah yang disepakati dalam tahap pertama perjanjian.

BACA JUGA :  Aksi Boikot Israel, Saham McDonalds, KFC, Starbucks hingga Netflix Anjlok 

Sebagai gantinya, Hamas akan membebaskan 20 sandera hidup dan 28 jenazah warga Israel secara bertahap.

Sebagai bagian dari kesepakatan, Israel juga diwajibkan membebaskan lebih dari 1.900 tahanan Palestina, termasuk 250 orang yang sebelumnya dijatuhi hukuman seumur hidup.

Langkah ini, menurut Erdogan, adalah peluang bersejarah untuk mengakhiri lingkaran kekerasan di Gaza.

“Kita harus menjaga momentum ini. Perdamaian harus menjadi warisan bagi generasi berikutnya,” pungkasnya.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Mengusik Kenyamanan Penguasa, Ini Fakta di Balik Film Dokumenter Pesta Babi
Mahasiswi Perantau di Makassar Disekap dan Diperkosa Modus Loker Palsu
Fasilitas Tahanan Rumah Terdakwa Korupsi Nadiem Makarim Dinilai Cederai Keadilan
Ironi Perundungan Berdalih Artikulasi, LCC Bukan Tempat Menghakimi Anak Didik
Matinya Nalar di Panggung Pilar, Ketika Jawaban Benar Siswa Dihukum Minus 5
Kronologi Penemuan Mahasiswi Asal Torut Tewas di Kamar Kos Tidung Makassar
Prahara “Si Paling Artikulasi”, Juri LCC MPR RI Dihujat Usai Begal Nilai Siswa
Warga Tidung Makassar Geger, Mahasiswi Asal Torut Ditemukan Tewas di Kamar Kos

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 01:35 WITA

Mengusik Kenyamanan Penguasa, Ini Fakta di Balik Film Dokumenter Pesta Babi

Sabtu, 16 Mei 2026 - 00:28 WITA

Mahasiswi Perantau di Makassar Disekap dan Diperkosa Modus Loker Palsu

Jumat, 15 Mei 2026 - 16:32 WITA

Fasilitas Tahanan Rumah Terdakwa Korupsi Nadiem Makarim Dinilai Cederai Keadilan

Jumat, 15 Mei 2026 - 00:47 WITA

Ironi Perundungan Berdalih Artikulasi, LCC Bukan Tempat Menghakimi Anak Didik

Jumat, 15 Mei 2026 - 00:40 WITA

Matinya Nalar di Panggung Pilar, Ketika Jawaban Benar Siswa Dihukum Minus 5

Berita Terbaru