Prahara “Si Paling Artikulasi”, Juri LCC MPR RI Dihujat Usai Begal Nilai Siswa

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Momen perdebatan antara dewan juri dan peserta SMAN 1 Pontianak dalam final LCC Empat Pilar MPR RI Kalimantan Barat yang viral di media sosial usai polemik penilaian jawaban peserta. (Foto kolase)

Momen perdebatan antara dewan juri dan peserta SMAN 1 Pontianak dalam final LCC Empat Pilar MPR RI Kalimantan Barat yang viral di media sosial usai polemik penilaian jawaban peserta. (Foto kolase)

Zonafaktualnews.com – Jagat maya mendadak meledak usai sebuah video perdebatan panas dalam Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat, Sabtu (9/5/2026), viral.

Bukan karena prestasi gemilang, melainkan dugaan ketidakadilan juri yang dianggap “membegal” nilai peserta secara terang-terangan.

Ajang yang digelar di Kota Pontianak ini berubah menjadi panggung drama saat Regu C dari SMAN 1 Pontianak harus menelan pil pahit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam babak rebutan, mereka menjawab pertanyaan tentang mekanisme pemilihan anggota BPK dengan lugas.

“Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden,” tegas peserta dari SMAN 1 Pontianak.

Ajaibnya, jawaban yang secara substansi sempurna itu justru divonis salah oleh Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI, Dyastasita WB.

BACA JUGA :  Firdaus Oiwobo Ngamuk dengan Pengacara, Netizen: Umur Segini Lagi Lucu-lucunya

“Nilai -5,” vonisnya dingin.

Drama “Copy-Paste” yang Direstui

Ketegangan memuncak saat pertanyaan yang sama dilempar kembali. Regu B dari SMAN 1 Sambas menyambar kesempatan dengan jawaban yang identik, bahkan terdengar seperti salinan persis dari jawaban sebelumnya.

Ironisnya, juri justru memberikan lampu hijau.

“Iya, inti jawabannya sudah benar. Nilai 10 poin,” ujar juri tanpa ragu.

Keputusan ini sontak memicu protes keras dari SMAN 1 Pontianak yang merasa dikurangi nilainya secara tidak adil.

Dyastasita berkilah bahwa Regu C tidak menyebutkan kata “DPD” dengan jelas.

“Tadi disebutkan regu C itu pertimbangan dari DPD-nya tidak ada. DPR tadi,” dalihnya, meski peserta telah meminta konfirmasi audiens yang mendengar dengan jelas ucapan mereka.

Tameng Artikulasi dan Gaslighting MC

Alih-alih meninjau ulang, Indri Wahyuni, juri lainnya yang menjabat Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI, justru melontarkan pembelaan yang kini dijuluki netizen sebagai jurus “Si Paling Artikulasi”.

BACA JUGA :  AI LISA UGM Jadi “Tahanan” Usai Senggol Jokowi, Netizen: Robot pun Dikriminalisasi Hehe

“Begini ya, kan sudah diingatkan dari awal, artikulasi itu penting… itu artinya dewan juri berhak memberikan nilai minus lima,” cetus Indri di hadapan peserta yang terpukul.

Suasana kian keruh saat MC perlombaan justru mengeluarkan pernyataan yang dianggap melakukan gaslighting terhadap mental siswa.

“Mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja,” ujar sang MC, meminta peserta pasrah pada keputusan “mutlak” juri yang diklaim kompeten.

Netizen “Rujak” Akun MPR RI

Kericuhan di atas panggung ini memicu gelombang kemarahan di media sosial. Akun Instagram resmi MPR RI pun “digempur” komentar pedas publik yang tak terima melihat sportivitas diinjak-injak.

“Juri si paling artikulasi nih, beginilah jadinya kalau telinga budek, jadinya yang regu B dianggap benar padahal jawabannya hanya modal copy paste dari regu C,” tulis salah satu netizen dengan geram.

BACA JUGA :  Heboh, Video Opa Ambon dengan Wanita Muda Diburu Netizen

Komentar lain menyoroti kekompakan juri dan MC dalam menekan peserta.

“Juri dan MC LCC sepertinya kompak mereka… jawaban seperti ‘mungkin perasaan adik-adik saja’ buat publik geram, ini jelas-jelas kecurangan yang sistematis,” timpal netizen lainnya.

Bahkan, label “begal” mulai melekat pada insiden ini.

“Parah juri ini, begal nilai siswa, dasar juri arogan dzolimi anak bangsa,” timpal netizen lainnya.

Masifnya tekanan publik akhirnya memaksa Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, turun tangan dan menyampaikan permohonan maaf resmi secara terbuka atas kegaduhan yang mencederai semangat pendidikan tersebut.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Dg Beddu Apes! Minta 5+5=10, Dikasih Jalan 6×2+10-2-11+1=10
Kejari Ekspose Kasus Korupsi Jalan Beton PUPR Parepare 2025
Anak Jahanam di Kuningan Bunuh Ibu Kandung hanya karena Dibangunkan Salat
Rugikan Negara Rp223,6 Miliar, KPK Jebloskan 4 Tersangka Iklan Bank BJB
Asyik Berdua Saat Suami Kerja, Istri di Bone dan Selingkuhan Digerebek Warga
Sultan Brunei Lucuti Gelar Kebangsawanan Istri Pangeran Abdul Malik
2 Tahun Hilang, Gadis Wajo Ternyata Dibunuh Sopir Travel Pakai Kunci Roda
Dg Kuttu Tertipu Janda Glowing, Wajah Putih, Leher Hitam

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:31 WITA

Dg Beddu Apes! Minta 5+5=10, Dikasih Jalan 6×2+10-2-11+1=10

Kamis, 13 Agustus 2026 - 00:12 WITA

Kejari Ekspose Kasus Korupsi Jalan Beton PUPR Parepare 2025

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:41 WITA

Anak Jahanam di Kuningan Bunuh Ibu Kandung hanya karena Dibangunkan Salat

Rabu, 12 Agustus 2026 - 00:04 WITA

Rugikan Negara Rp223,6 Miliar, KPK Jebloskan 4 Tersangka Iklan Bank BJB

Rabu, 12 Agustus 2026 - 00:03 WITA

Asyik Berdua Saat Suami Kerja, Istri di Bone dan Selingkuhan Digerebek Warga

Berita Terbaru

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Dg Beddu Apes! Minta 5+5=10, Dikasih Jalan 6×2+10-2-11+1=10

Kamis, 13 Agu 2026 - 12:31 WITA