Timnas AMIN Kasihan pada Pelapor Anies yang Salah Data

Selasa, 9 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Timnas AMIN Kasihan pada Pelapor Anies yang Salah Data

Timnas AMIN Kasihan pada Pelapor Anies yang Salah Data

Zonafaktualnews.com – Pelaporan PHPB ke Bawaslu RI yang ditujukan ke Anies Baswedan ditanggapi oleh Timnas AMIN.

Juru Bicara Tim Nasional pemenangan Anies-Muhaimin (Timnas AMIN) Usamah Abdul Aziz mengaku kasihan dengan pelapor.

Menurutnya, terkait soal data keliru kepemilikan lahan Prabowo Subianto yang disebut Anies dalam debat Pilpres ketiga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Usamah mengatakan bahwa data kepemilikan tanah milik Prabowo Subianto itu ternyata lebih besar dari yang disebutkan Anies sebelumnya, yaitu 340 ribu hektare.

“Saya baca Pak Prabowo sudah jawab untuk klarifikasi soal data tanah. Ternyata jumlahnya lebih besar lagi, hampir 500.000 (hektare),” kata Usaman yang dilangsir dari JawaPos.com, Selasa (9/1/2023).

BACA JUGA :  JK Gelar Open House, Anies hingga Koalisi Perubahan Ikut Hadir

Usamah memandang bahwa tak ada alasan yang masuk akal untuk melaporkan Anies ke Bawaslu soal salah data kepemilikan tanah milik Prabowo.

“Kasihan betul itu yang melaporkan ke Bawaslu, mau apa yang dilaporkan? Toh pak Prabowo sudah jawab, lahannya lebih besar lagi,” ungkap Usamah.

“Semoga emosi dan mentalnya kuat,” sentilnya.

Diberitakan sebelumnya, Capres 01, Anies Baswedan diadukan ke Bawaslu soal data keliru tanah Prabowo.

Anies Baswedan dilaporkan oleh lembaga Pendekar Pemilu Hukum Bersih (PHPB).

BACA JUGA :  Timnas AMIN Bubar, Begini Pesan Terakhir Anies

Laporan tersebut mengacu pada sindiran Anies terkait kepemilihan tanah Prabowo di Kalimantan seluas 340 ribu hektar.

Menurut Pendekar Pemilu Hukum Bersih (PHPB), sindirian Anies tersebut merupakan data yang tidak benar.

“Terkait bidang-bidang tanah yang dimiliki oleh capres nomor urut 2, Prabowo Subianto luasnya 340 hektare,” ujar perwakilan PHPB Subadria Nuka dalam keterangan tertulisnya, Selasa (9/1/2023).

Subadria mengurai, jumlah tanah yang dimiliki Prabowo tercatat jelas pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

“Di dalam LHKPN, Prabowo tercatat memiliki tanah dan bangunan senilai Rp275.320.450.000,” katanya.

BACA JUGA :  Polisi Hentikan Kasus KTP, Dharma Pongrekun-Kun Wardana Melenggang

Selain salah data terkait kepemilikan tanah Prabowo, Subadria juga menilai pernyataan Anies terkait anggaran Kementerian Pertahanan (Kemenhan) juga tidak benar.

“Karena diketahui jumlah anggaran Kemenhan tidak mencapai Rp700 triliun,” kata Subadria.

Subadria juga mengecam pernyataan Anies yang menilai kinerja Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) tidak memuaskan.

Pasalnya, penilaian tersebut bersifat subjektif. “Itu telah menghina kinerja capres peserta pemilu nomor urut 2, Prabowo Subianto dengan memberikan skor 11 dari 100,” kata Subadria.

 

 

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Isu Pemakzulan Prabowo Subianto Disebut Dirancang, Pengamat Soroti Gibran
JK Dilaporkan 19 Organisasi Buntut Ceramah Syahid, Netizen: “Lebay Banget”
Isu “Gerakan Besar Juni” Bergulir, Tamsil Singgung Peluang Gibran Jadi Presiden
Pengamat Sentil Gibran, Tugas Papua Dinilai Lebih Penting dari Ngantor di IKN
Refleksi Setahun Sayuti–Husaini Memimpin Lhokseumawe, Rutinitas atau Transformasi?
Mantan Relawan: Jokowi Bukan Ahli Catur Politik, Tapi Manipulator Tak Tertandingi
Bayar Rp16,7 Triliun, Prabowo Masuk Barisan “Anak Buah” Perdamaian Versi Trump
Kasus Ijazah Palsu Gugur, Status Tersangka Eggi-Damai di-SP3 Kilat Usai Bertemu Jokowi

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 01:30 WITA

Isu Pemakzulan Prabowo Subianto Disebut Dirancang, Pengamat Soroti Gibran

Rabu, 15 April 2026 - 01:10 WITA

JK Dilaporkan 19 Organisasi Buntut Ceramah Syahid, Netizen: “Lebay Banget”

Minggu, 12 April 2026 - 03:13 WITA

Isu “Gerakan Besar Juni” Bergulir, Tamsil Singgung Peluang Gibran Jadi Presiden

Rabu, 1 April 2026 - 16:37 WITA

Pengamat Sentil Gibran, Tugas Papua Dinilai Lebih Penting dari Ngantor di IKN

Rabu, 18 Februari 2026 - 15:32 WITA

Refleksi Setahun Sayuti–Husaini Memimpin Lhokseumawe, Rutinitas atau Transformasi?

Berita Terbaru