Said Didu Soroti Sikap Luhut yang Seolah Negara Ini Milik Pribadi dan Keluarga Jokowi

Rabu, 7 Mei 2025 - 20:32 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Said Didu Soroti Sikap Luhut yang Seolah Negara Ini Milik Pribadi dan Keluarga Jokowi

Foto Kolase : Said Didu dan Luhut Binsar Pandjaitan

Zonafaktualnews.com – Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, kembali memberikan kritik tajam terhadap Luhut Binsar Pandjaitan, yang baru-baru ini memberikan tanggapan keras terkait seruan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Melalui unggahannya di media sosial, Said Didu menilai pernyataan Luhut yang menyebut pihak yang menginginkan pemakzulan Gibran untuk meninggalkan Indonesia mencerminkan sikap arogan dan seolah-olah negara ini milik pribadi Luhut dan keluarga Presiden Jokowi.

“Orang ini merasa dirinya bersama keluarga Jokowi adalah pemilik Indonesia,” sindir Said Didu dalam cuitannya di akun @msaid_didu pada Rabu (7/5/2025).

BACA JUGA :  Viral Bagan Pemakzulan Gibran Vs Bubarkan DPR Versi Diaspora Bocor, Skenario Siapa?

Pernyataan Luhut ini sebelumnya mencuat ketika ia menanggapi seruan dari sejumlah pihak, termasuk Forum Purnawirawan TNI, yang mendesak pemakzulan Gibran.

Dalam komentarnya, Luhut menilai mereka yang mengusulkan hal tersebut sebagai kelompok yang tidak mengerti situasi global, dan menegaskan bahwa semua pihak harusnya bersatu dalam menghadapi kondisi dunia yang penuh tantangan.

Said Didu, yang juga seorang birokrat dengan latar belakang di bidang Teknik Industri, menilai bahwa sikap Luhut bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi yang seharusnya dijunjung tinggi.

BACA JUGA :  Viral, Relawan Jokowi Silfester Serang Soenarko, Ancam Cukur Kumis

Ia mengingatkan bahwa kritik terhadap pejabat publik adalah bagian dari hak demokratis warga negara, dan bukan sesuatu yang patut dihukum atau dibungkam.

Sikap Luhut yang mencampuradukkan kritik politik dengan soal kesetiaan terhadap negara menjadi sorotan tajam dari Said Didu, yang merasa bahwa dalam demokrasi, tidak ada satu kelompok pun yang boleh merasa lebih berhak daripada yang lain dalam menentukan nasib negara.

Pernyataan Luhut yang juga menegaskan bahwa seluruh elemen bangsa harus menerima hasil Pemilu 2024 dan mengakui terpilihnya Gibran sebagai Wakil Presiden, semakin mempertegas sikapnya yang menutup ruang bagi perbedaan pendapat.

BACA JUGA :  Desakan Memuncak! Forum Purnawirawan TNI Resmi Dorong Pemakzulan Gibran

Bagi Said Didu, Indonesia adalah negara demokratis yang memberikan hak kepada setiap warganya untuk menyuarakan pendapat, dan tidak seharusnya ada yang merasa memiliki hak lebih untuk memimpin atau menentukan jalan negara.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Bisnis Tambang Ilegal di Bontonompo Gowa Berjalan Mulus, Siapa yang Beri Restu?
Kejati Sulsel Diduga Kangkangi SE JamPIDUM, Suradi Siapkan Aduan ke Jamwas
Tak Jelas Usut Dugaan Korupsi KONI Rp15 M, Kejari Makassar Diseret ke Jamwas
Spill Tipis-tipis Isu Selingkuh Bupati-Ketua DPRD, Admin Lambe Turah Dipolisikan
KPK Siap Terbitkan Surat Jemput Paksa Nusron Wahid yang Masih Ngumpet
GRH Sulsel Minta Polri Jangan Cuma Tangkap Kurir, Sikat dan Miskinkan Bandar Sabu
KPK Tolak “Bisikan” Luhut ke Prabowo Soal Penghapusan Kerugian Negara
AHY Berpeluang Besar Menggantikan Wapres Gibran Bila Tergeser dari Istana