Sadis, Sudah Digauli Tak Kunjung Kaya, Pasutri Tewas di Tangan Dukun

Sabtu, 16 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Dukun Bunuh Pasutri

Ilustrasi Dukun Bunuh Pasutri

Zonafaktualnews.com – Seorang dukun di Kapuas, Kalimantan Tengah menghabisi nyawa pasangan suami istri (pasutri).

Pelaku bernama Sriwanto Andy Ragil Saputra (43) membunuh pasutri berinisial IR (24) dan MS (16).

Motif pembunuhan ditenggarai karena sakit hati disebut dukun palsu oleh pasangan suami istri itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolres Kapuas AKBP Kurniawan Hartono mengatakan kasus ini berawal ketika pasutri tersebut dikenalkan ke pelaku oleh orang tua korban dengan tujuan agar diobati.

Pasutri tersebut kemudian menemui pelaku untuk menyampaikan keinginannya. Mereka ingin memiliki anak dan menjadi kaya raya.

Pelaku lalu memberikan syarat agar korban MS melakukan hubungan badan dengannya di depan suaminya agar keinginannya terkabul.

Kedua korban pun menyetujui persyaratan itu hingga pelaku beberapa kali menyetubuhi korban. Namun, permintaan menjadi kaya raya tidak dikabulkan.

Hasil dari hubungan badan tersebut, korban MS pun hamil.  Pasangan suami istri itu pun menagih janji sang dukun.

BACA JUGA :  Kades di Kalteng Mabuk Miras, Tiga Warga Dianiaya dengan Sajam

Di hadapan sang dukun,  pasutri tersebut tersulut emosi, menuding pelaku sebagai dukun palsu hingga mereka terlibat cekcok.

Korban dan pelaku pun berkelahi, korban MS berusaha melerai namun terkena pukulan dari pelaku hingga pingsan.

Sementara pelaku kemudian memukul korban IR lalu menghabisi nyawa korban dengan membacok menggunakan mandau sebanyak satu kali.

Setelah membunuh IR, pelaku kemudian mendatangi dan membawa korban MS sejauh 1 kilometer dari TKP awal. Namun saat di perjalanan korban MS tersadar.

“Korban sadar kemudian pelaku melakukan pemerkosaan terhadap korban MS, korban lalu mengatakan akan melaporkan ke polisi,

Karena pelaku takut akan ancaman korban itu, lalu ia memukul belakang kepala korban dengan balok hingga meninggal dunia,” ujar Kapolres Kapuas AKBP Kurniawan Hartono kepada awak media.

Pihak kepolisian belum detail menjelaskan kapan dan di mana pembunuhan itu terjadi. Namun Kurniawan mengatakan korban wanita meninggal dalam kondisi hamil anak pelaku.

BACA JUGA :  Tipu 23 Orang Dalih Investasi Bodong, IRT Keruk Rp 1,5 M

“Sementara terungkap dari hasil autopsi ditemukan tanda-tanda kekerasan dan korban MS meninggal dalam kondisi hamil 2 bulan, sejauh ini orang tua korban masih tidak tahu kalau korban hamil (anak pelaku),” ungkap Kurniawan.

Dari hasil pengembangan polisi, diketahui IR dan MS tewas dibunuh pada Rabu 6 September 2023. Keduanya diduga sudah meninggal selama 5 sampai 7 hari.

“Tanggal 6 September itu dia (pelaku) ajak ketemu korban di perbatasan itu, dia ribut lalu dihabisi kemudian dibuang,” ungkapnya.

Jasad IR ditemukan oleh seorang warga di parit yang tertutup semak belukar di Kecamatan Timpah, Minggu pagi (10/9/2023). Saat itu warga masih belum mengetahui identitas korban.

“Usai dibunuh, korban yang merupakan suami ini ditemukan di parit dan masih belum diketahui identitasnya, masih Mr. X,” terangnya.

Berselang dua hari, warga kembali dikejutkan dengan penemuan jasad wanita. Korban ditemukan di rawa-rawa belakang perkebunan sawit.

BACA JUGA :  Tipu 23 Orang Dalih Investasi Bodong, IRT Keruk Rp 1,5 M

“Korban ditemukan 500 meter dari jasad pertama dalam kondisi tertutup semak belukar juga dan masih belum diketahui identitasnya, akhirnya dibawa ke rumah sakit untuk diautopsi,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan sejumlah luka di tubuh kedua jasad tersebut. Usai diautopsi, kedua korban diketahui pasangan suami istri yang sempat dilaporkan hilang pada Jumat lalu.

“Pihak keluarga melaporkan orang hilang pada Jumat, 8 September 2023. Dari hasil pemeriksaan autopsi barulah diketahui identitas korban adalah IR dan MS dan terdapat luka akibat penganiayaan,” tuturnya.

Saat ini pelaku masih diperiksa untuk mengembangkan ada korban lain. Namun terbaru, kondisi pelaku masih sulit untuk diajak komunikasi.

“Sementara masih kami lakukan pemeriksaan terhadap pelaku, keterangannya masih belum jelas. Masih ngalor-ngidul dan kami mengimbau masyarakat apabila ada keluarganya kehilangan dan sebagainya, segera melaporkan,” katanya.

 

 

Editor : Id Amor

Berita Terkait

7 Penumpang Tewas, Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Diduga Berawal dari Taksi
Perjalanan dari Jakarta Berakhir Tragis, Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Diserang
Kesal Istri Sering Diganggu, Petani di Wajo Tikam Pria Berkali-kali hingga Tewas
Cahaya Misterius Melintas di Langit Lampung, Diduga Sampah Roket-Antariksa
Ratusan Siswa SD hingga SMA dan Guru di Jaktim Diduga Keracunan MBG
Gempa M 7,6 Landa Sulut dan Malut, Satu Warga Tewas Tertimpa Reruntuhan
Heboh, Hujan Es Guyur Lembah Napu di Poso, Warga Rekam Fenomena Langka
Kepergok Tiduri Istri Orang, Oknum Ustaz di Karawang Babak Belur Dihajar Warga

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 02:16 WITA

Perjalanan dari Jakarta Berakhir Tragis, Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Diserang

Senin, 13 April 2026 - 12:29 WITA

Kesal Istri Sering Diganggu, Petani di Wajo Tikam Pria Berkali-kali hingga Tewas

Minggu, 5 April 2026 - 10:47 WITA

Cahaya Misterius Melintas di Langit Lampung, Diduga Sampah Roket-Antariksa

Minggu, 5 April 2026 - 02:21 WITA

Ratusan Siswa SD hingga SMA dan Guru di Jaktim Diduga Keracunan MBG

Kamis, 2 April 2026 - 11:30 WITA

Gempa M 7,6 Landa Sulut dan Malut, Satu Warga Tewas Tertimpa Reruntuhan

Berita Terbaru