BBCA Nyungsep Rp225 Disapu “Tsunami”, Isu Patgulipat Akuisisi Djarum Group

Rabu, 27 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi – Saham BBCA Nyunsep Rp 225 atau 2,65 persen

Foto ilustrasi – Saham BBCA Nyunsep Rp 225 atau 2,65 persen

Zonafaktualnews.comSaham BBCA dihantam “tsunami” pasar pada perdagangan Selasa (26/8/2025), nyungsep Rp225 atau 2,65 persen, ditutup di level Rp8.250 per lembar.

Gelombang jual besar-besaran ini membuat saham bank terbesar milik Djarum Group itu menjadi salah satu yang paling terpukul di IHSG, menimbulkan kepanikan di kalangan investor.

Perdagangan dibuka di level Rp8.475, namun tekanan jual terus meningkat seiring berjalannya sesi, mendorong harga merosot ke Rp8.325 pada siang hari sebelum akhirnya menutup perdagangan di posisi terdalam.

Ironisnya, penurunan ini terjadi saat BCA melaporkan laba bersih bank only sebesar Rp34,7 triliun sepanjang Januari–Juli 2025, naik 10,5 persen yoy, menandakan kinerja finansial yang solid. Angka-angka cemerlang itu tidak cukup menahan gelombang kekhawatiran investor.

Menurut ekonom Yanuar Rizki, penurunan saham BBCA tidak lepas dari bayang-bayang kontroversi akuisisi Djarum Group.

BACA JUGA :  IHSG Ditutup Menguat di Akhir Pekan, Saham PGEO Naik 10 Persen

“Proses akuisisi 51 persen saham BBCA pada 2002 sarat kejanggalan. Harga 90 hari terakhir ditekan, sehingga tender dilakukan di bawah harga yang seharusnya,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan BCA, I Ketut Alam Wangsawijaya, menegaskan pihaknya selalu mengikuti mekanisme pasar.

“Harga saham BBCA dibentuk oleh mekanisme pasar dan seluruh proses tender dilakukan secara transparan dan akuntabel. Tuduhan rugi negara adalah informasi yang tidak benar,” jelasnya.

BACA JUGA :  Saham Raja Nikel Kehilangan Taji, Kebijakan Pemerintah Jadi Katalis Kebangkitan

Sejarah kontroversial akuisisi BBCA itu tetap membayangi pasar.

“Investor saat ini mungkin melihat masa lalu sebagai alarm psikologis,” tambah Yanuar Rizki.

Tsunami psikologis ini terbukti menekan saham bank raksasa tersebut, membuktikan bahwa kinerja cemerlang saja belum cukup menenangkan kekhawatiran pasar.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Dulu Gagah Berseragam, Kini Didik–Malaungi Berbaju Oranye Terjerat TPPU Narkoba
Perjalanan KRL dari Bekasi Timur Jadi yang Terakhir, Nur Ainia Kompas TV Berpulang
Permintaan Izin Terbang Bebas AS di RI Dinilai Ancam Kedaulatan Negara
Korban Tewas Tabrakan KA Argo Bromo–KRL di Bekasi Timur Jadi 15 Orang
Kurniawan Nahkodai HMI KOMDAK Gowa, Tekankan Soliditas dan Amanah
Di Balik Candaan “Disiden”, Apa Sebenarnya Sinyal Politik Prabowo ke Rocky Gerung?
7 Penumpang Tewas, Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Diduga Berawal dari Taksi
Harga Minyakita Dibayangi Sinyal Kenaikan, Zulhas Jadi Bulan-bulanan Warganet

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 12:49 WITA

Dulu Gagah Berseragam, Kini Didik–Malaungi Berbaju Oranye Terjerat TPPU Narkoba

Rabu, 29 April 2026 - 09:20 WITA

Perjalanan KRL dari Bekasi Timur Jadi yang Terakhir, Nur Ainia Kompas TV Berpulang

Rabu, 29 April 2026 - 08:23 WITA

Permintaan Izin Terbang Bebas AS di RI Dinilai Ancam Kedaulatan Negara

Selasa, 28 April 2026 - 21:15 WITA

Korban Tewas Tabrakan KA Argo Bromo–KRL di Bekasi Timur Jadi 15 Orang

Selasa, 28 April 2026 - 20:33 WITA

Kurniawan Nahkodai HMI KOMDAK Gowa, Tekankan Soliditas dan Amanah

Berita Terbaru