Roti Okko Tercemar Sodium Dehydroacetate, BPOM Ambil Tindakan Tegas

Rabu, 24 Juli 2024 - 13:00 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Roti Okko Tercemar Sodium Dehydroacetate, BPOM Ambil Tindakan Tegas

Roti Okko (Ist)

Zonafaktualnews.com – Produk Roti Okko yang diproduksi oleh PT Abadi Rasa Food tercemar sodium dehydroacetate

Penggunaan pengawet berbahaya dalam roti Okko ini ditemukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

BPOM mengatakan pengawet sodium dehydroacetate, umumnya digunakan dalam produk kosmetik.

Pengawet tersebut tidak diizinkan dalam produk makanan. BPOM memerintahkan produsen untuk menarik roti Okko dari pasaran.

Dr. Ngabila Salama, Staf Teknis Komunikasi Transformasi Kemenkes RI, menjelaskan bahwa sodium dehydroacetate sering digunakan dalam produk kosmetik untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme seperti bakteri, jamur, dan ragi.

“Senyawa ini berbentuk bubuk putih, tidak berasa dan tidak berbau. Biasanya digunakan dalam produk kosmetik seperti losion, perawatan kuku, rambut, dan parfum,” kata Ngabila kepada wartawan, Rabu (24/7/2024).

Masyarakat diimbau waspada jika mengalami gejala perih setelah mengonsumsi roti Okko.

BACA JUGA :  Ini Produk NRL yang Masuk Daftar BPOM Berkategori Berbahaya

Meskipun keluhan ini tidak selalu disebabkan oleh pengawet berbahaya. Langkah yang tepat adalah segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Temuan dalam studi hewan menunjukkan bahwa pada kadar tinggi, sodium dehydroacetate bisa memicu risiko jangka panjang termasuk gangguan pada jantung hingga kanker.

“Memang bisa menyebabkan iritasi, luka pada saluran cerna termasuk ke lambung. Kemudian kalau dosisnya lebih tinggi lagi, sebelum ke kanker, ke gangguan pembuluh darah, risiko jantung koroner,” kata Ngabila.

Ngabila menekankan pentingnya pengawasan proaktif dari BPOM pada pangan setelah beredar di pasar.

Banyak konsumen tidak mengetahui secara detail kandungan komposisi produk yang mereka konsumsi.

“Inilah pentingnya peran good manufacturing practice dari dunia usaha yang diawasi BPOM. Konsumen itu awam, ngerti juga tidak, kalaupun dicantumkan di label kan nggak ngerti juga,” tambahnya.

BACA JUGA :  Ngeri Bestie, Owner Linda Pakai Desain Stiker BPOM Jual Cream Ilegal

BPOM hingga kini belum mengizinkan sodium dehydroacetate sebagai bahan tambahan pangan (BTP) pengawet.

Zat tersebut baru mengantongi izin penggunaan di produk kosmetik dengan batas maksimal 0,6 persen.

BPOM melalui keterangan resmi yang dikonfirmasi kepada Biro Kerja Sama dan Humas BPOM menyebut kandungan sodium dehydroacetate sebagai asam dehydroacetic

Asam dehydroacetic terdeteksi melalui uji laboratorium terhadap sampel roti yang diproduksi PT Abadi Rasa Food, Bandung.

“Terhadap temuan ini, BPOM memerintahkan produsen roti Okko untuk menarik produk dari peredaran, memusnahkan, dan melaporkan hasilnya kepada BPOM,” demikian keterangan resmi BPOM, Rabu (24/7/2024).

Temuan kandungan pangan berbahaya bagi kesehatan itu berawal saat BPOM melakukan inspeksi ke sarana produksi roti Okko pada 2 Juli 2024, dan menemukan bahwa produsen tidak menerapkan cara produksi pangan olahan yang baik (CPPOB) dengan benar dan konsisten.

BACA JUGA :  Polda Sulsel Diminta Berantas Skincare ‘Ilegal’ SYR Glowing, SW Glow’s dan RD Viral

Terhadap temuan tersebut, BPOM telah melakukan penghentian kegiatan produksi dan peredaran produk roti Okko dari pasaran.

Sebagai tindak lanjut, BPOM juga melakukan sampling dan pengujian di laboratorium.

“Hasil pengujian terhadap sampel roti Okko dari sarana produksi dan peredaran menunjukkan adanya sodium dehydroacetate (sebagai asam dehydroacetic) yang tidak sesuai dengan komposisi pada saat pendaftaran produk dan tidak termasuk bahan tambahan pangan yang diizinkan berdasarkan Peraturan BPOM Nomor 11 Tahun 2019 tentang Bahan Tambahan Pangan,” pungkasnya

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Pengamat Peringatkan Risiko “People Power Di-Nepal-kan” Jika Gibran Tak Mundur
Minta Gibran Lengser, Rocky Bak Kerbau Dicocok Hidungnya Usai Disemprot Bakom
Putusan MK Gagal Puaskan Publik, Prof Henri Sentil Polemik Ijazah Jokowi
Mahfud MD Sebut Wantimpres Lembaga Tak Berguna, Ruang Bicara Terkekang
Diduga Terpengaruh Tekanan, 9 Hakim MK Diadukan Terkait Kasus Gibran
Sindir Putusan MK, F-KRB: Gibran Ukir Sejarah Jadi Wapres Pertama Tanpa Ijazah SMA
MK Dianggap “Cuci Tangan” Tolak Diskualifikasi Gibran, Bola Panas ke DPR?
Suket Gibran Disebut Hasil Manipulasi, Buni Yani Desak MK Diskualifikasi

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:24 WITA

Pengamat Peringatkan Risiko “People Power Di-Nepal-kan” Jika Gibran Tak Mundur

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:21 WITA

Minta Gibran Lengser, Rocky Bak Kerbau Dicocok Hidungnya Usai Disemprot Bakom

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:13 WITA

Putusan MK Gagal Puaskan Publik, Prof Henri Sentil Polemik Ijazah Jokowi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:34 WITA

Mahfud MD Sebut Wantimpres Lembaga Tak Berguna, Ruang Bicara Terkekang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 02:52 WITA

Diduga Terpengaruh Tekanan, 9 Hakim MK Diadukan Terkait Kasus Gibran

Berita Terbaru