Negara Terkesan Abai, DPR RI Desak Evaluasi Total Izin Tambang Bermasalah

Sabtu, 4 Juli 2026 - 21:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Visual dibuat dengan AI

Visual dibuat dengan AI

Ringkasan

Komisi XIII DPR RI menyoroti perusahaan tambang yang diduga beroperasi tanpa izin dan AMDAL, serta menilai lemahnya pengawasan negara membuka ruang pelanggaran. Saadiah Uluputty mempertanyakan sikap pemerintah dan lembaga terkait yang dinilai pasif menghadapi dugaan pelanggaran hak warga.

Ia juga menyinggung kawasan 2,8 juta hektare yang diduga terkait tanah adat dan potensi perampasan hak masyarakat adat. Komisi XIII menyatakan akan merespons dugaan kriminalisasi terhadap masyarakat adat dan mendesak tindakan cepat untuk melindungi hak mereka.

Zonafaktualnews.com – Negara kembali dipertanyakan komitmennya dalam melindungi hak rakyat. Komisi XIII DPR RI menyoroti tajam keberadaan perusahaan tambang yang nekat beroperasi tanpa izin maupun dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

BACA JUGA :  Oknum Polisi Bos Tambang Ilegal di Gowa Sebut Tak Bisa Digerebek

Kondisi ini memantik amarah legislator PKS, Saadiah Uluputty. Ia menilai lemahnya pengawasan negara justru menjadi karpet merah bagi pelaku usaha untuk menabrak konstitusi.

“Hari ini saya dengar ada perusahaan yang beroperasi tanpa izin, tanpa AMDAL. Ini negara apa? Ada perusahaan membuka usaha tanpa izin dan tanpa AMDAL,” ujar Saadiah kepada wartawan, Sabtu (4/7/2026).

Isu ini kian krusial saat disandingkan dengan data kawasan seluas 2,8 juta hektare yang mencuat dalam rapat.

Saadiah mencium aroma perampasan hak yang sistematis jika wilayah tersebut terbukti merupakan tanah adat yang dilindungi putusan Mahkamah Konstitusi.

“Apakah di kawasan 2,8 juta hektare itu ada tanah adat? Kalau benar 70 persen merupakan tanah adat, berarti ada hak masyarakat adat yang dirampas, padahal sudah ada putusan Mahkamah Konstitusi yang melindunginya,” tegasnya.

BACA JUGA :  Sulsel Jadi Lahan Bisnis Ilegal Menggiurkan, Para Pelaku Bebas Transaksi

Yang membuat miris, masyarakat adat justru kerap menjadi korban kriminalisasi saat berusaha mempertahankan tanah kelahirannya.

Sementara itu, respons institusi negara dinilai masih tumpul dan cenderung pasif.

Saadiah pun menantang keseriusan pemerintah dalam menyikapi persoalan ini. Ia menolak jika negara terus memilih bungkam di tengah penderitaan warga yang hak-haknya terancam.

BACA JUGA :  Kades Akui Tambang Tanpa Izin Jalan Lagi, Polres Torut Bak Tersandera, UU Tak Ditegakkan

“Lalu kenapa kita terus berdiam? Kementerian HAM terus berdiam? Kementerian Hukum terus berdiam? Apakah Komisi XIII juga harus berdiam?” imbuhnya.

Menutup pernyataannya, ia menegaskan bahwa Komisi XIII tidak akan membiarkan praktik kriminalisasi ini dianggap sebagai urusan sepele.

Sebagai wakil rakyat, pihaknya berkomitmen untuk segera bertindak demi mengembalikan kedaulatan tanah adat.

“Kalau memang sudah ada kriminalisasi terhadap masyarakat adat yang datang menyampaikan aspirasinya, maka Komisi XIII sebagai rumah rakyat harus merespons dengan cepat,” pungkasnya.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Saham Mandiri Terkapar Usai Kepercayaan Publik Hilang Disusul Gunting ATM
Transisi Kepemimpinan UNM : Inklusifitas, Integritas, dan Resolutif
Duda Kaya Cari Janda “Perawan”, Malah Dapat Nenek-nenek
Wanita Berambut Pirang yang Tabrak Orang hingga Tewas Dijerat Pasal Berlapis
Sentimen Negatif Meledak! Saham Bank Mandiri Tergerus Isu Rekening Pati
RSIA Paramount Makassar Diduga Lalai, Cucu Politisi Golkar Tewas Usai Disuruh ASI
7 Pejabat “Disapu Bersih” Bupati, Sisa 8 Termasuk Kadishub Gowa Bakal Ditendang?
2 Putri Pemilik RM Citra Padang Tewas Dilindas Truk PT Bintang Terang 89

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 01:22 WITA

Saham Mandiri Terkapar Usai Kepercayaan Publik Hilang Disusul Gunting ATM

Selasa, 25 Agustus 2026 - 18:05 WITA

Transisi Kepemimpinan UNM : Inklusifitas, Integritas, dan Resolutif

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:56 WITA

Duda Kaya Cari Janda “Perawan”, Malah Dapat Nenek-nenek

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:39 WITA

Wanita Berambut Pirang yang Tabrak Orang hingga Tewas Dijerat Pasal Berlapis

Selasa, 25 Agustus 2026 - 02:29 WITA

Sentimen Negatif Meledak! Saham Bank Mandiri Tergerus Isu Rekening Pati

Berita Terbaru

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Duda Kaya Cari Janda “Perawan”, Malah Dapat Nenek-nenek

Selasa, 25 Agu 2026 - 16:56 WITA